INFO OLAHRAGA

INFORMASI SEPUTAR OLAHRAGA

Mantan Pelatih Perseru Robby Maruanaya Nilai Fandri Imbiri Jadi Penyebab Kekalahan Persipura

Last modified on 2014-10-01 15:01:31 GMT. 0 comments. Top.

a

Kekalahan telak yang diderita tim Persipura pada lanjutan semifinal Piala AFC di Stadion Mandala Jayapura Papua, Selasa, (30/9) dinilai penyebab kesalahan paling fatal ada di pemain nomor punggung 3 Fandry Imbiri. Penilaian itu dilontarkan mantan Pelatih Perseru Serui, Roby Maruanaya, Rabu, (1/10).

“Setelah saya nonton kembali di televisi, untuk terjadi gol pertama dan kedua, Fandri Imbiri selalu mau matikan lawan, dia terlalu cepat untuk mau matikan lawan, harusnya dia ikuti saja lawan, dan tidak mungkin terjadi gol,” kata Maruanaya mengevaluasi.

Penampilan Fandri yang begitu cepat di AFC dan tidak sebanding di Indonesia Super League (ISL), inilah yang menurut Maruanaya butuh jam terbang.

“Dia jarang diturunkan di ISL, sehingga di AFC butuh jam terbang yang tinggi, tapi dia dipaksa turun,” kata Maruanaya yang baru saja sukses membawa Tim Galanita Papua 2 juara pertama di Kejurnas Piala Pertiwi di Jakarta, September lalu.

“Empat gol yang tercipta oleh lawan, akibat kesalahan Fandri Imbiri,” vonis Maruanaya kepada mantan stopper PON Riau 2012. Itu sebabnya, saran Maruanaya kepada pelatih Persipura, Jacksen F Tiago untuk perbaikan kedepannya. “Jacksen harus berpikir kembali terhadap komposisi pemain  yang terbaik,” katanya.

Dia bahkan mengharapkan pemain belakang Dominggus Fakdawer dan Yohanes Tjoe untuk mengurangi kebiasaan mendapatkan kartu kuning.

Pemilik klub sepakbola Paradise FC, Wilhelmina Frazier justru mengklaim Fandri Imbiri telah bermain maksimal dan menunjukkan kualitas sebagai pemain handal. Pasalnya Fandri Imbiri lahir dari klub binaannya.

Frazier mengatakan, jika ada yang memvonis Fandri Imbiri bermain jelek, harusnya realistis juga untuk pemain Persipura yang lain, yang sering melakukan kesalahan, tapi tidak divonis.

Namun demikian tidak dapat disangkal bahwa secara keseluruhan, Frazier mengevaluasi penampilan Persipura terutama di babak pertama, bermain terlalu slow alias tidak semangat.

“Permainan slow, mereka tidak semangat bermain. Bola mudah hilang. Dibanding lawan, mereka siap untuk menang, kejar kemenangan,” kata Frazier.

(JB)

Persipura Harus Berhenti Di Semifinal AFC Cup

Last modified on 2014-09-30 13:42:27 GMT. 0 comments. Top.

6

Impian Persipura Jayapura melaju ke final Piala AFC digagalkan oleh Al-Qadsia SC. Juara Liga Super Indonesia 2013 itu kalah dalam pertandingan yang berjalan di Stadion Mandala, Selasa, 30 September 2014, dengan skor telak 6-0. Walhasil, Persipura kalah dengan agregat 10-2, setelah pada laga pertama menyerah 4-2.

Penampilan Al-Qadsia pada babak pertama amat meyakinkan. Klub asal Kuwait ini menjebol gawang Persipura yang dikawal oleh Yoo Jaehoon pada menit kelima. Saif Al-Hashan sukses mengoptimalkan umpan silang dari sisi kanan dan mengubah kedudukan menjadi 1-0.

Persipura mencoba mengejar, tapi disiplinnya barisan pertahanan Al-Qadsia membuat anak asuhan Jacksen Tiago kesulitan menciptakan peluang emas. Sedangkan Al-Qadsia terlihat unggul, baik dalam hal menyerang maupun bertahan.

Al-Qadsia kembali menjebol gawang tuan rumah. Bader Al-Motawa mengubah kedudukan menjadi 2-0 pada menit ke-33. Tendangan keras Bader dari luar kotak penalti kembali gagal dimentahkan oleh Yoo Jaehoon. Skor ini bertahan hingga turun minum.

Qadsia semakin menjauh. Pada menit 55, giliran Saleh Al-Sheikh yang mengubah papan skor menjadi 3-0. Berawal dari serangan balik, Saleh menerima umpan silang dari sisi kiri dan langsung menceploskannya ke gawang Persipura.

Persipura semakin tak berdaya. Bader Al-Motawaa kembali mencetak gol pada menit ke-73. Tak perlu waktu lama bagi Al-Qadsia untuk menciptakan gol kelima. Kali ini Khaled Ebrahim yang menaklukkan Yoo Jaehoon dan mengubah skor menjadi 5-0.

Boaz Salossa terus melakukan perlawanan. Keasyikan menyerang membuat barisan pertahanan tim Mutiara Hitam, julukan Persipura, rapuh. Memasuki perpanjangan waktu, Saleh Al-Sheikh merobek gawang Persipura dan menutup pertandingan dengan hasil akhir 6-0.

5 Hal Yang Bisa Buat Persipura Taklukan Al Qadsia

Last modified on 2014-09-29 16:34:23 GMT. 0 comments. Top.

6

Gaya permainan cepat dan kolektif diyakini akan menjadi salah satu keunggulan yang bisa dimaksimalkan Mutiara Hitam untuk meladeni perlawanan Al Qadsia. Misi berat kini diemban Persipura Jayapura jelang menghadapi pertandingan leg kedua babak semi-final Piala AFC 2014 saat menjamu Al Qadsia di Stadion Mandala Jayapura, Selasa (30/9) mendatang.

Membidik target lolos ke partai final, skuat Mutiara Hitam berada dalam situasi kurang menguntungkan setelah dipaksa menelan kekalahan 4-2 dalam pertemuan pertama di markas klub asal Kuwait tersebut, sebuah hasil yang cukup menyulitkan langkah pasukan Jacksen F.Tiago.

Kendati berada dalam situasi yang kurang menguntungkan, Goal Indonesia telah merangkum setidaknya ada lima kelebihan yang bisa dimanfaatkan Persipura apabila ingin meredam lawan sekaligus memetik kemenangan untuk melenggang ke puncak.

Tak dimungkiri musim ini Persipura memiliki rekor bermain di kandang yang begitu impresif selama berkompetisi di pentas Asia. Dari total lima laga yang dimainkan di Stadion Mandala Jayapura, Mutiara Hitam sukses merengkuh empat kemenangan dan hanya sekali kalah dari wakil Singapura, Home United (2-0), itupun terjadi di laga terakhir fase penyisihan grup yang sudah tidak menentukan lagi, di mana Persipura saat itu sudah dipastikan lolos ke babak gugur dengan status juara grup.

Selama menjamu lawan-lawan mereka di Piala AFC, Persipura mampu membukukan torehan 24 gol ke gawang lawan dan hanya enam kali kebobolan. Termasuk dua laga di antaranya saat berpersta gol di babak 16 besar kontra raksasa Myanmar, Yangon United (9-2) serta saat menang telak di perempat-final atas juara bertahan Kuwait SC (6-1).

PERMAINAN CEPAT & KOLEKTIF

Gaya permainan cepat dan kolektif yang diterapkan Persipura musim ini boleh dikatakan sebagai salah satu kunci keberhasilan mereka melenggang hingga babak semi-final Piala AFC. Meski tak memiliki nama besar di tubuh skuat ketimbang klub-klub lain, terutama dari Asia Barat, pasukan Mutiara Hitam tetap mampu tampil atraktif dalam menginbangi lawan yang tergolong lebih tangguh di bawah arahan Jacksen F.Tiago.

Itu terbukti ketika di partai perempat-final, dalam dua leg melawan sang juara bertahan turnamen, Kuwait SC. Persipura hanya kalah tipis 3-2 dan sempat menyulitkan dengan skema permainan tersebut saat di markas lawan, sebelum akhirnya secara mengejutkan memetik kemenangan telak 6-1 di Jayapura.

MOTIVASI UKIR SEJARAH

Usai mencatatkan rekor sebagai tim pertama asal Indonesia yang berhasil lolos ke babak semi-final Piala AFC, sejak turnamen tersebut digulirkan pada musim 2004. Kini Persipura membidik catatan lain dengan menjadi klub tanah air pertama yang mampu melaju hingga partai puncak Piala AFC.

Motivasi tinggi tersebut jelas akan menjadi tambahan moral berharga bagi Boaz Salossa dan kolega jelang melakoni pertandingan leg kedua babak semi-final melawan Al Qadsia. Kendati kalah 4-2 di pertemuan pertama, kemenangan minimal dua gol tanpa balas akan cukup bagi Mutiara Hitam untuk masuk ke final dengan keunggulan produktivitas gol tandang.

PEMAIN KUNCI

Absennya Bio Paulin pada pertemuan pertama lalu di kandang Al Qadsia cukup menggambarkan kelemahan Persipura di sektor pertahanan tim, terutama dalam situasi menghalau bola-bola atas. Kehadiran bek asal Kamerun itu jelas dibutuhkan untuk meredam kelebihan yang dimiliki para penyerang klub raksasa Kuwait tersebut.

Selain itu, kepiawaian Yoo Jae-Hoon di bawah mistar juga akan kembali diandalkan Mutiara Hitam, sebagaimana yang ditunjukkan kiper asal Korea Selatan itu kala mampu bermain impresif di leg pertama dengan membuat sejumlah penyelamatan gemilang. Sementara Robertino Pugliara, Boaz Solossa dan Titus Bonai, ketiganya diharapkan bisa mengulang kinerja saat meluluhlantakkan Kuwait SC di kandang.

KEBUGARAN FISIK AL QADSIA

Meski telah menyatakan siap untuk memperlihatkan performa terbaik untuk mendapatkan tiket ke final, bukan berarti persiapan Al Qadsia jelang menghadapi laga penentuan di kandang kebesaran Persipura tanpa halangan.

Terlepas dari kelelahan para pemain yang telah menempuh penerbangan panjang dari Kuwait menuju Indonesia, beberapa pemain mereka masih terkendala dengan masalah kebugaran fisik yang harus dihadapi. Shehu Abdullahi, gelandang andalan yang berstatus sebagai penggawa timnas Nigeria bersama dengan Amer Al Matouq masih menjalani masa pemulihan usai cedera. Sedangkan kiper Nawaf Al Khaldi sempat mengalami flu meski belakangan dinyatakan sudah makin membaik.

(Goal.com)

Pemain Al Qadsia Bantu Korban Kecelakaan Di Sentani Jayapura

Last modified on 2014-09-29 08:59:27 GMT. 0 comments. Top.

aaa

Sikap terpuji ditunjukkan beberapa pemain Al Qadsia di Sentani, Jayapura. Mereka peduli dengan korban kecelakaan di jalan raya.

Al Qadsia adalah lawan Persipura Jayapura di semifinal Piala AFC. Kedua tim akan bertarung di leg kedua, Selasa (30/9/2014) di Stadion Mandala.

Di leg pertama, Persipura kalah dengan skor 2-4. Untuk bisa lolos ke final, tim Mutiara Hitam minimal menang dengan skor 2-0. Ini bukan pertama kali Persipura menghadapi klub asal Kuwait dan tertinggal di leg pertama.

Saat di perempatfinal, Persipura kalah 2-3 di leg pertama atas Kuwait SC. Tapi, tim asuhan Jacksen F Tiago bangkit di leg kedua dan menang telak 6-1.

Jelang pertandingan krusial itu, skuad Al Qadsia sudah tiba di Jayapura hari Kamis (25/9) lalu. Para pemain dan ofisial tiba menggunakan pesawat jet pribadi.

Dalam sebuah foto yang diunggah akun Twitter @12paz, tampak para pemain Al Qadsia membantu korban kecelakaan sebuah truk tangki air yang terguling. Bersama beberapa warga sekitar, pemain Al Qadsia ikut menarik selang air dalam truk tersebut.

Silahkan Komentar

Komentar Anda

Pages: 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95