INFO OLAHRAGA

INFORMASI SEPUTAR OLAHRAGA

KONI Papua Sambut Baik Keinginan Nabire Jadi Venue Dari Ajang PON Ke 20 Tahun 2020

Last modified on 2015-01-24 09:07:02 GMT. 0 comments. Top.

PON2020

Terkait permintaan KONI kabupaten Nabire untuk menjadi salah satu venue dari ajang PON ke 20 tahun 2020 mendatang di Papua, Wakil Ketua KONI Provinsi Papua, Johny Banua menyambut positif permintaan tersebut, asalkan disertai fasilitas yang baik dan memadai.

Menurut Johny, fasilitas yang dimaksud yaitu transportasi, penginapan, telekomunikasi, dan fasilias penting lainnya untuk menunjang pelaksanaan PON 20 tersebut.

Ditambahkan Johny, bukan hanya stadion saja yang diutamakan tetapi bagaimana pengelolaan serta penataan yang baik untuk mensupport event PON ini. Jika KONI Naire menginginkan menjadi salah satu venue atau tuan rumah PON maka cabang olahraga apa yang akan dipertandingkan di Nabire, lalu fasilitasnya bagaimana dan harus mendapat antusias serta dukungan dari warga kota Nabire.

Kabupaten Nabire atau pemerintah setempat menginginkan untuk menjadi tuan rumah salah satu Cabor, maka harus dipastikan terlebih dahulu Cabor seperti apa yang di inginkan. Kemudian fasilitas gedungnya sudah ada belum, sebab akan menghadirkan ribuan orang untuk mengikuti pertandingan.

Yang paling utama menurut Johny adalah akomodasi penginapan serta transportasi, karena kedua hal tersebut juga sangat penting untuk mendukung event PON ini dan mengakomodir ribuan orang yang datang ke Nabire.

Kandas 1-4 Di Tangan Arema, Persipura Gugur Di SCM Cup

Last modified on 2015-01-22 14:04:08 GMT. 0 comments. Top.

persipura

Persipura harus mengakhiri petualangan mereka di SCM Cup 2015, setelah harus takluk 1-4 pada laga terakhir Grup B melawan tuan rumah Arema Cronous, kamis sore (22/01).

Sementara itu, jalannya laga Arema kontra Persipura cukup sengit di awal pertandingan. Diwarnai lapangan yang tergenang air, Persipura mampu mencuri gol cepat melalui kaki Boaz Solossa ketika laga baru berjalan lima menit. Gol tersebut membuat Arema tampil lebih menekan.

Tendangan bebas keras Fabiano Beltrame masih menyamping di sisi kiri gawang Persipura yang dijaga Dede Sulaeman. Arema mampu menyamakan kedudukan pada menit ke-17, lewat Hendro Siswanto yang menerima umpan dari Abbolode Yao Rudy. Skor 1-1.

Setelah itu, I Gede Sukadana memberikan ancaman dengan sundulannya yang sudah melihat Dede keluar dari gawang Persipura. Sayang, bola hanya melenceng tipis di sisi kanan gawang Persipura.

Persipura membalas melalui tendangan keras Ian Kabes dari luar kotak penalti, tapi bola hanya membentur mistar gawang. skor 1-1 bertahan hingga babak pertama usai.

Memasuki babak kedua, Persipura yang berhasrat mencuri kemenangan mencoba memberikan ancaman lebih dulu. Ian Kabes sepakan kaki kirinya masih belum tepat sasaran. Arema justru mampu berbalik unggul lewat gol yang dicetak Abblode Yao Rudy pada menit ke-61. Rudy lewat sepakan kaki kirinya setelah menerima sodoran di kotak penalti dari Hendro Siswanto.

Di tengah perjuangan untuk mengejar ketertinggalan, Persipura justru harus kehilangan salah satu pemain mereka Immanuel Wanggai setelah menerima kartu merah dari wasit pada menit ke-63. Kondisi itu membuat Arema semakin menguasai jalannya pertandingan.

I Gede Sukadana mencetak gol indah lewat tendangan keras dari luar kotak penalti pada menit ke-83. Skor pun berubah 3-1. Pada masa injury time, Sengbah Kennedy kembali memperbesar kemenangan tim Singo Edan menjadi 4-1, lewat akselerasinya di dalam kotak penalti Arema. Skor tersebut bertahan hingga laga usai.

Hancurkan Mitra Kukar 4-1, Persipura Jaga Peluang Lolos Di SCM Cup

Last modified on 2015-01-20 16:23:14 GMT. 0 comments. Top.

persipura

Persipura Jayapura berhasil membekuk Mitra Kukar dengan skor telak 4-1, pada laga kedua grup B Piala SCM 2015 di Stadion Kanjuruhan, Malang, Selasa (20/1) petang. Dengan demikian, kemenangan ini membuat Persipura berpeluang lolos ke babak semi-final. Sebaliknya, Mitra Kukar harus rela tersingkir lantaran sudah menderita dua kekalahan. Sebelumnya, skuat yang dilatih Scott Cooper itu juga menuai kekalahan telak 5-2 dari Arema Cronus, Minggu (18/1) lalu.

Pertandingan sendiri langsung dikuasai Persipura. Robertino Pugliara nyaris bisa membobol gawang Mitra Kukar, andai saja sepakannya tidak berhasil di sapu pemain belakang Mitra Kukar pada menit ke-13. Begitu pula sundulan Lancine Kone yang menyambut sepak pojok masih melebar tipis.

Peluang emas didapatkan Boaz Solossa pada menit ke-21. Sepakannya dari luar kotak penalti masih menyamping tipis di sisi kanan gawang Mitra Kukar. Umpan tarik dari Yustinus Pae di depan gawang tim Naga Mekes, yang kembali disambut sepakan Boaz juga masih belum menemui sasaran.

Tendangan bebas Ian Louis Kabes pada menit ke-27 juga berhasil ditepis kiper Mitra Kukar, Rivki Mokodompit. Boaz akhirnya bisa memecahkan kebuntuan pada menit ke-34 lewat sepakan kaki kanannya di dalam kotak penalti. Skor 1-0.

Mitra Kukar sendiri terlihat kesulitan menembus pertahanan Persipura. Skor 1-0 bertahan hingga babak pertama usai.

Memasuki babak kedua, Mitra Kukar langsung mengejutkan lewat gol cepat lewat Rahmat Affandi ketika laga baru berjalan satu menit dengan sepakan kaki kirinya. Kecolongan, membuat Persipura kembali tampil lebih menekan.

Hasilnya, pada menit ke-55 Boaz kembali membuat tim Mutiara Hitam unggul menjadi 2-1, setelah memanfaatkan bola sontekan Lancine Kone di depan gawang Mitra Kukar. Unggul, membuat skuat asuhan Osvaldo Lessa semakin bersemangat.

Tendangan bebas Boaz masih belum bisa membobol kembali gawang Mitra Kukar. Mitra Kukar membalas lewat sepakan kaki kiri Dibio tapi juga masih melebar dari gawang Persipura. Robertino Pugliara membuat Persipura memperbesar keunggulan menjadi 3-1, setelah memanfaatkan sodoran Boaz di depan gawang Mitra Kukar.

Mitra Kukar semakin terpuruk setelah pada menit ke-87 Rudolof Yanto Basna terkena kartu merah, akibat melanggar keras Zulham Zamrun. Pelanggaran itu justru membuat Zulham Zamrun yang baru masuk di menit ke-84 mampu mencetak gol lewat tendangan bebas indahnya di menit ke-89. Skor 4-1.

Peluang emas kembali didapatkan Persipura pada masa injury time, namun sodoran Gerald Pangkali di depan gawang Mitra Kukar tidak bisa dijangkau Jaelani Arey. Skor 4-1 bertahan hingga laga usai.

Pengiriman Atlet Masih Berbau KKN, KONI Nabire Siap Menjadi Tuan Rumah Cabor PON XX Tahun 2020 Bila Ditunjuk

Last modified on 2015-01-20 09:02:38 GMT. 0 comments. Top.

3

Penunjukan Papua sebagai tuan rumah pada PON XX tahun 2020 mendapat sambutan positif dari KONI Kabupaten Nabire. Untuk itu, KONI Kabupaten Nabire mengagendakan sejumlah program peningkatan prestasi atlet-atlet handal Nabire untuk ikut mengharumkan nama Papua pada di PON XX tahun 2020 mendatang.

‘’Selain Wamena, Merauke, Timika, Biak dan Jayapura, kami sangat mengharapkan KONI Papua memberikan kepercayaan kepada KONI kabupaten Nabire untuk menjadi tuan rumah salah satu cabang olahraga (cabor) yang dipertandingkan.

Dengan demikian beban kerja dari lima kabupaten akan menjadi lebih ringan,’’  kata ketua harian KONI Kabupaten Nabire  saat ramah tamah dengan pengurus KONI Papua, Kenius Kogoya, M.Si, Drs. Daud Ngabalin, M.Si, Rahmad Marimbun, S.Kom di Aula Guest House Nabire, belum lama ini

Menurut ketua harian KONI Nabire yang baru dilantik, kabupaten Nabire memiliki atlet-atlet tangguh yang siap diterjunkan pada PON XX tahun 2020.

Hanya saja ujar dia, dalam beberapa kali iven-iven, KONI Papua mengabaikan atlet-atlet dari daerah.’’ Kami terus terang sangat kecewa di daerah, pada saat pengiriman atlet ke luar Papua, misalnya seperti pada PON Remaja I di Surabaya belum lama ini, atlet yang dikirim hanya dari Jayapura, sementara atlet kami di daerah, tidak pernah diundang atau diberikan kepercayaan untuk membela Papua. Jadi jangan kita saling menyalahkan, jika prestasi Papua terus melorot baik dalam iven Nasional dan Internasional,’’ katanya.

Padahal kata dia, sebelum menjelang PON Remaja I Surabaya, sejumlah atlet dari Nabire berhasil meraih medali emas. Contoh saja atlet remaja Nabire cabor Kempo berhasil meraih medali emas di Kejuraan Kempo di Yogjakarta, demikian juga atlet-atlet remaja kabupaten Nabire lainnya berhasil mengharumkan nama Nabire. ‘’Ini yang kami tidak mengerti kenapa KONI Papua hanya memilih atlet Jayapursa saja. Padahal di daerah-daerah banyak atlet-atlet muda Papua yang memiliki talenta-talenta yang tidak dimiliki kota Jayapura dan Jayapura. Kami tiak tahu, apakah pengurus KONI Papua tidak mau capek atau hanya cari gampang dan enaknya saja, sehingga asal tunjuk atlet dari Jayapura yang dikirim. Artinya, kami melihat pemilihan atlet masih ada ada aroma ‘KKN’,’’ ujar dia geleng-geleng kepala.

Ramah tamah ini dilaksanakan usai pelantikan pengurus KONI Nabire periode 2014-2018, Jumat (17/.1) malam. Pada saat ramah tamah animo pengurus KONI Nabire untuk mengikutinya cukup tinggi, bahkan meskipun saudah larut malam. Para pengurus KONI Nabire yang hadir sangat getol menyampaikan saran-saran, masukan, kritikan yang sipatnya membangun KONI Papua dan KONI Nabire.

Kedepan kata salah seorang pengurus KONI Nabire, apalagi pada saat Papua menghadapi PON XIX di Jawa Barat maupun PON XX tahun 2020. Pola-pola itu harus dirobah. ‘’Saya sadar untuk mencetak atlet berprestasi tidak gampang. Dibutuhkan keseriusan dan pengorbanan dari pengurus, pelatih dan atlet. Kami yakin bila diberikan kepercayaan kepada atlet kami untuk membela PON XX 2020, atlet kami siap. Pertimbangan kami karena sejumlah atlet remaja yang berhasil meraih medali di luar, usia mereka masih usia dini. Mereka masih duduk dibangku SMP dan kelas 1 SMS,’’ paparnya.

Kuncinya kata dia, pengurus KONI Papua sebagai pembina atlet berprestasi harus turun ke daerah-daerah. Oleh karena daerah, menyimpan atlet-atlet tangguh yang siap mengharumkan nama Papua baik pada iven Nasional maupun Internasional. ‘’ Mari kita satukan tekad mengharumkan nama Papua pada PON XX Tahun 2020. Sebagai tuan rumah, ini kesempatan dan peluang kita untuk meraih emas sebanyak-banyak. Asal mulai sejak dini atlet-atlet dibina secara berkesinambungan.

‘’Jika kita ingin sukses, Mari kita buang ego masing-masing, jangan ada merasa saya yang paling hebat, saya yang paling berjasa, saya yang paling dibutuhkan di KONI, saya yang paling menentukan. Mari kita duduk bersama dan saling mengingatkan. Hindari dan buang jauh-jauh pikiran-pikiran proyek yang sipatnya untuk kepentingan pribadi, demi kemajuan olahraga di Papua.’’

(BP)

Silahkan Komentar

Komentar Anda

Pages: 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111