INFO OLAHRAGA

INFORMASI SEPUTAR OLAHRAGA

Warga Jayapura Sambut Kedatangan Persipura

Last modified on 2017-01-10 12:54:56 GMT. 0 comments. Top.

Ribuan warga Abepura, Kota Jayapura, Papua, Selasa malam menyambut kedatangan tim Persipura Jayapura yang berhasil merebut Piala Torabika Soccer Championship di Bandung, Jawa Barat.

Rombongan pemain, pengurus dan manajemen tim berjuluk Mutiara Hitam tiba di Bandara Sentani, Kabupaten Jayapura sekitar pukul 16.30 WIT.

Rombongan Persipura terdiri atas Ketua Umum Benhur Tommy Mano, Ketua Panitia Penyelenggara Fachrudin Passolo, Manajer tim Rudi Maswi, jajaran pelatih dan para pemain, serta sang kapten tim Boaz TE Solossa yang didaulat jadi pemain terbaik TSC 2016.

Mereka dijemput oleh Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen Hinsa Siburian, Sekda Papua TEA Herri Desinaen, para politikus Papua, Persipuramania, di Bandara Sentani.

Para pemain Persipura dan sejumlah pengurus serta manajemen dan jajaran pelatih dikalungi bunga.

Usai istirahat sejenak di ruang VVIP Bandara Sentani, rombongan tim Persipura menumpangi truk dan mobil dihiasi pernak-pernik serta spanduk bertuliskan Persipura Juara TSC 2016 meninggalkan lokasi menuju Kota Jayapura yang diiringi ribuan Persipuramania dengan pakaian kebesaran tim, merah-hitam.

“Kami bangga Persipura berhasil juara TSC 2016 meski tertatih-tatih dalam laga awal dan sempat ganti pemain,” kata Ade Melani Iwanggin, warga Waena, pendukung Persipura Jayapura.

Hingga berita ini diturunkan, rombongan Persipura baru memasuki Kelurahan Waena, Distrik Heram Kota Jayapura yang disambut meriah oleh warga dan simpatisan Persipura yang berdiri di kiri-kanan jalan dengan menyalakan mercon serta kembang api.

Di Abepura, para panitia penyambutan telah mendirikan panggung hiburan untuk menyambut kedatangan Boaz TE Solossa dan kawan-kawan, ribuan warga dan Persipuramania telah memadati Lingkaran Abepura.

Jajaran Satlantas dari Polres Jayapura Kota dengan sigap mengatur kelancaran lalu lintas dengan membuat jalur alternatif memutar agar Jalan Raya Abepura-Sentani yang akan dilewati rombongan tidak terjadi kemacetan.

Tim yang bermarkas di stadion Mandala Kota Jayapura itu, berhasil meraih juara TSC setelah pada laga terakhir di kandangnya berhasil mengalahkan PSM Makasar dengan skor 4-2. Persipura Jayapura akhirnya meraih poin 68 dari 34 laga yang dilakoni.

Sehari sebelumnya, ketua umum Persipura Jayapura Benhur Tommy Mano mengatakan Persipura Jayapura dipastikan akan melakukan pawai keliling Kota Jayapura usai menerima Piala TSC.

“Tim sudah selesai jalani Awarding Night atau malam penganugerahan TSC 2016 di Hotel Arya Duta Bandung, selain sebagai juara, kita juga dapat gelar pemain terbaik atas nama Boaz Solossa, dan dua pemain kita yaitu Boaz dan Yustinus Pae berhasil masuk sebagai Best XI TSC 2016. Selasa pagi Tim akan berangkat dari Jakarta dan sore hari tiba di Sentani untuk pawai,” kata Benhur Tomi Mano dalam pesan singkat.

(Antara)

Masih Pasif Di Bursa Transfer, Persipura Tunggu Kepastian Regulasi PSSI

Last modified on 2017-01-04 09:32:52 GMT. 0 comments. Top.

Juara Torabika Soccer Championship (TSC) 2016 presented by IM3 Ooredoo, Persipura Jayapura, hingga saat ini belum melakukan pergerakan untuk memburu pemain baru di bursa transfer untuk musim 2017. Manajemen Tim Mutiara Hitam mengaku tidak ingin salah langkah, mereka memilih menunggu kepastian regulasi dari PSSI.

Saat pesaing Persipura di pentas kompetisi kasta elite mulai agresif memburu pemain, dua pekan terakhir klub-klub ramai mengumumkan nama pemain gresnya. Namun, kondisi itu tidak membuat Persipura risau.

Persipura sendiri baru akan menggelar rapat evaluasi musim 2016 pasca laga Tribute to Persipura di Bandung pada Minggu (8/1/2017).

“Kami menghargai kerja keras para pemain sehingga Persipura menjadi juara di TSC 2016. Oleh karena itu semua pembahasan mengenai bursa transfer baru akan dilakukan setelah pertandingan Tribute to Persipura melawan Persib Bandung,” ujar Media Officer Persipura, Bento Madubun, yang mendampingi Persipura berlatih di Lapangan Sutasoma 77 Halim Perdanakusuma, Jakarta, Selasa (3/1/2017).

Masih menunggu regulasi terkait jumlah pemain asing dan regulasi soal lisensi pelatih dan staf kepelatihan yang akan digunakan untuk musim depan menjadi dasar pertimbangan Persipura untuk tidak ingin ikut-ikut tim lain melakukan pergerakan yang begitu cepat dalam bursa transfer.

“Sampai saat ini kami belum tahu siapa yang akan pergi, siapa yang akan datang, berapa pemain yang akan pergi, dan berapa pemain yang akan datang. Kami juga masih menunggu regulasi terkait jumlah pemain asing yang diperbolehkan. Berapa pemain asing Asia dan berapa yang non-Asia.

Kemudian soal regulasi untuk pelatih dan staf pelatih. Ini yang perlu kami tahu terlebih dahulu, jangan sampai kami sudah bergerak tapi nanti tidak sesuai regulasi atau jauh dari ketetapan regulasi. Kami masih menunggu proses itu hingga tanggal 8 Januari nanti,” ujar Bento.

“Justru kalau kami bergerak terlalu cepat akan berbahaya jika nantinya tidak sesuai dengan regulasi. Kami belum tahu berapa jumlah pemain asing yang boleh direkrut oleh satu klub, terutama setelah ada polemik di Timnas Indonesia yang disebut lini depannya kurang menggigit karena terlalu banyak striker asing di kompetisi kita,” lanjutnya.

Persipura akan menjalani laga Tribute to Persipura dengan menghadapi juara Piala Presiden 2015, Persib Bandung, di Stadion Si Jalak Harupat, Minggu (8/1/2017) malam. Laga itu akan menjadi akhir dari rangkaian turnamen yang digelar PT Gelora Trisula Semesta sekaligus menjadi momen seremonial untuk pemberian semua penghargaan TSC 2016 termasuk penghargaan individu.

(Sumber)

 

Diminati Banyak Klub, Boaz Nyatakan Setia Sama Persipura

Last modified on 2016-12-28 14:51:32 GMT. 0 comments. Top.

Kapten Persipura yang juga Kapten Timnas Indonesia, Boaz Solossa mengakui sedang diminati banyak tim baik dari Indonesia maupun luar negeri.

“Ya memang banyak tim yang minat kepada saya,”ungkap Boaz T Solossa kepada Cenderawasih Pos.

Boaz mengaku, kendati banyak tim di luar yang ingin memakai tenaganya, tapi dia putuskan tetap bertahan bersama tim Mutiara Hitam untuk musim 2017.

Selain itu, tawaran dari tim luar memang hanya sebatas wacana, belum ada satupun yang langsung berkomunikasi dengan dirinya  hingga saat ini.

Kecintaanya terhadap Persipura juga menjadi salah satu alasan bagi dirinya tetap bertahan di tim yang menjadi kebangaan masyarakat Papua. Apalagi Persipura adalah awal karier profesionalnya di kancah sepak bola Tanah Air.

Mantan pemain PON Papua 2004 yang mengawali kariernya bersama Persipura senior pada 2005 silam, memang kini masih menjadi salah satu pemain kunci di Persipura.

Sosok Boaz Solossa dalam tim memang sangat dibutuhkan, selain seorang kapten, kemampuanya dalam mengolah si kulit bulat serta skill dan kualitasnya juga sudah setara dengan pemain top di Asia dan juga Eropa saat ini.

“Saya tidak pernah berpikir sebagai pemain top. Bersama Persipura memang saya sudah mencapai apa yang sudah saya inginkan selama ini, kecintaanya dan tanggung jawab menjadikan saya tetap bertahan di klub ini,” ujarnya.

Boaz menilai jika semua prestasi yang dicapai oleh Persipura bukan karena dirinya semata, tapi itu semua dicapai oleh kerja keras semua pemain dan didukung penuh oleh manajemen Persipura.

“Kami selalu kompak dan punya satu komitmen untuk selalu mengejar target juara di setiap musim Kompetisi dan ini kami juga sudah capai di Kompetisi ISC 2016, kami yakin musim kompetisi 2017 akan semakin  ketat lagi persainganya,” tandas Boaz.

(CP/JP)

Edward Wilson Jr Kaget Bendera Negaranya Dikira Bendera Papua Merdeka

Last modified on 2016-12-19 16:04:41 GMT. 1 comment. Top.

(Dok.R.Rumbiak)

Persipura berhasil menjuarai turnamen Torabika Soccer Championship 2016. Gelar ini dipastikan setelah klub Papua ini membekuk PSM Makassar dengan skor 4-2 pada Minggu malam.

Namun usai pertandingan ada insiden yang menarik perhatian penonton. Disaat pemain Papua asal Liberia, Edward Wilson Junior merayakan sambil membawa bendera Liberia, polisi setempat hendak menarik bendera salah satu negara di Afrika itu.

Karena polisi mengira bendera itu adalah bendera bintang Kejora, lambang bendera organisasi separatis OPM.

Setelah sempat terjadi tarik menarik dengan Edward, Edward menjelaskan bahwa itu adalah bendera kebangsaannya. Ian Luis Kabes, pemain Persipura juga turut menjelaskan pada polisi.

Akhirnya ketegangan usai, dan bendera diserahkan lagi pada Edward.

Persipura Berencana Tantang Timnas Indonesia Untuk Amal Bagi Korban Gempa Aceh

Last modified on 2016-12-18 16:09:11 GMT. 0 comments. Top.

(Dok.Angky.N)

Manajemen Persipura Jayapura tengah bersiap untuk menggelar laga amal melawan timnas Indonesia untuk korban gempa bumi di Aceh. Rencananya pertandingan ini diadakan setelah kompetisi Torabika Soccer Championship (TSC) A 2016 dan Piala AFF 2016 selesai bergulir.

“Itu ide saya apabila timnas dan Persipura juara. Semua uang yang dihasilkan dari laga tersebut akan disumbangkan semua kepada korban bencana. Boaz tetap bermain di timnas, dan akan melawan adik-adiknya di Persipura,” papar Tomi Mano, ketua umum Persipura.

“Mengenai teknisnya kami serahkan ke PSSI, entah mau main di Jayapura atau di tempat lain. Saya berharap PSSI bisa merespons niat baik ini. Laga amal ini dapat membantu saudara-saudara kita yang sedang mengalami musibah.” tambahnya.

Mutiara Hitam juga mengadakan laga ini dalam rangka persiapan timnya menghadapi kompetisi resmi pada 2017 mendatang.

Feri Pahabol : “Trofi ISC 2016 Adalah Kado Natal Bagi Masyarakat Papua”

Last modified on 2016-12-18 15:55:53 GMT. 0 comments. Top.

Perhelatan kompetisi Indonesia Soccer Championsip (ISC) akhirnya melahirkan juara, yaitu Persipura Jayapura setelah melakoni 34 pertandingan yang dihelatkan.

Kepastian juara Persipura itu ditentukan usai Ferinando Pahabol, dan kawan-kawan mengakhiri mengalahkan PSM Makassar di Stadion Mandala Jayapura dengan skor 4-2, Minggu (18/12/16).

Dengan kemenangan itu membuat Persipura mendapat tambahan tiga angka sekaligus mengumpulkan 68 poin, dan tidak mampu dikejar tim manapun termasuk Arema Cronus dan Madura United yang sebelumnya secara bergantian rajin kuasai klasemen.

Tercatat Arema hanya mampu mengumpulkan 67 poin setelah cuma bisa bermain imbang dengan Persib, sedangkan poin maksimal Madura United 64.

Menanggapi kemenangan ini, Pelatih Persipura Angel Alfredo Vera mengaku senang bisa mempersembagkan trofi ini untuk Persipura, karena ini kali pertamanya melatih klub di Indonesia.

“Persipura punya pemain bagus dan mereka mau bekerja keras untuk juara. Apa yang saya inginkan mampu dilakukan dengan baik. Musim depan saya masih memprioritaskan diri bersama Persipura karena sampai saat ini belum ada pembicaraan dengan manajemen,” ucapnya.

Sementara itu, Ferinando Pahabol, menilai keberhasilan ini dipersembahkan untuk kado Natal masyarakat Papua. “Trofi juara merupakan kado natal bagi masyarakat Papua. Tapi kami merasakan ada yang kurang lengkap meraih gelar tanpa kapten tim Boaz Solossa (yang perkuat timnas Indonesia di Piala AFF),” ungkapnya.

Silahkan Komentar

Komentar Anda

Pages: 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 118 119 120 121 122 123 124 125 126