INFO NABIRE

Provinsi Papua Tengah Sudah Didepan Mata

Last modified on 2014-03-29 08:41:41 GMT. 0 comments. Top.

Realisasi Provinsi Papua Tengah telah masuk diambang pintu, keberhasilan sudah didepan mata. Rancangan Undang-Undang (RUU) telah disetujui Presiden Republik Indonesia dan Amanat Presiden Ampres telah diterbitkan. Ampres Nomor : R.556/Pres/XII/2013 tertanggal 27 Desember 2013 telah membuka pintu terbentuknya Daerah Otonom Baru (DOB) di Papua dan Papua Barat. Dan tentunya, didalamnya terdapat Provinsi Papua Tengah yang telah lama diperjuangkan.

Hal demikian dikatakan Deklalator sekaligus Konseptor pemekaran Provinsi Papua Tengah Drs. Alselmus Petrus Youw,M.Si dan diperkuat oleh Ketua Tim Realisasi dan Rekatifitasi Provinsi Papua Tengah, Norbertus Mote,Se.M.Si. Hanya saja menurut keduanya, masih ada banyak daerah-daerah otonom baru yang diperjuangkan masuk dalam RUU yang telah disetujui oleh Presiden melalui Ampres-nya. Tinggal bagaimana Tim Daerah Otonom Baru (DOB) itu melakukan lobi-lobi intens sehingga DOB yang diperjuangkannya masuk dalam Undang-Undang atau diundangkan.

Baik Ap.Youw maupun Norbet Mote, menyebut bahwa faktor dana memagang peranan penting dan akan menentukan apakah Provinsi Papua Tengah termasuk yang di-undang-kan atau tidak, pasalnya untuk lobi Tim Pamekaran memerlukan biaya.

Kata AP.Youw, tanpa sokongan dana, realisasi Provinsi Papua Tengah berada dalam persimpangan. Kata Norbet Mote, semustinya para Bupati se-Wilayah Papua Tengah ikut mendukung, bukan tinggal diam, karena para Bupati itulah yang kedepan akan maju sebagai Calon Gubernur Provinsi Papua Tengah dan berharap salah satu dari para Bupati itu ada yang menjadi Gubernur Papua Tengah.

Dikatakan AP.Youw, padahal untuk mendanai pamekaran Provinsi Papua Tengah tidak perlu dari kantong Para Bupati se-Wilayah Papua Tengah, pasalnya sudah ada aturan yang mengatakan bahwa pendanaan itu dibebankan pada APBD masing-masing kabupaten/kota.

“Sudah ada keputusan bersama sebagaimana telah dicantumkan dalam surat keputusan bersama, yang isisnya antara lain bahwa biaya yang timbul akibat perjuangan Provinsi Papua Tengah dibebankan kepada APBD masing-masing kabupaten se-wilayah Papua Tengah. Hal itu sesuai PP Nomor78 Tahun 2007 Pasal 26 yang isisnya, dalam rangka pembentukkan provinsi, dana yang dibutuhkan/diperlukan dibebankan pada APBD provinsi induk dan APBD kabupaten/kota cakupan calon provinsi yang bersangkutan,” terangnya.

Ungkap AP.Youw, sudah seharusnya para pejabat dan masyarakat Papua Tengah merasa senang dan bangga hati untuk menerima ibukota Provinsi Papua Tengah, untuk selanjutnya mempunyai tugas mempersiapkan segala fasilitas yang akan digunakan oleh Penjabat Gubernur dan jajarannya.

“Semua komponen yang ada didaerah ini mulai dari Kabupaten Nabire sebagai kabupaten induk sudah sepatutnya menjadi kekuatan menggerakkan yang lain, namun Nabire sebagai ibukota Provinsi Papua Tengah hingga saat ini tidak merespon baik dan positif, makanya Tim Pamekaran Provinsi Papua Tengah menawarkan kedudukan ibukota provinsi kalau tidak di Nabire silahkan saja beralih kedaerah lain, mungkin Biak atau Timika. Apakah kita mau seperti itu, apakah kita mau ibukota Provinsi Papua Tengah beralih ke Biak atau Timika, Tim Pamekaran Provinsi Papua Tengah menyerahkan untuk menjawab dimana layaknya letak ibukota,” tuturnya.

“Dalam RUU, bagian ke-4 Pasal ke-7, mengatur tentang ibukota ditunjuk/ditetapkan Nabire sebagai Ibukota Provinsi Papua Tengah.Atau relakah para pejabat dan masyarakat Kabupaten Nabire bila Ibukota Provinsi Papua Tengah dialihkan kedaerah lain,” sindirnya.

AP.Youw menyayangkan, karena hingga saat ini, belum ada respon baik dan positif dari masyarakat khususnya Para Bupati di Wilayah Papua Tengah.“Tim Pamekaran Provinsi Papua Tengah berada dalam persimpangan jalan, hendak berkoordinasi dengan dan kepada siapa, padahal Rancangan Undang-Undang (RUU) telah disetujui oleh Presiden Republik dengan diterbitkannya Ampres R.556/Pres/XII/2013,” ujarnya.Lanjutnya, sekarang tinggal bagaimana komponen masyarakat Kabupaten Nabire meresponya.Hendak meminta bantuan dari dunia swasta/pengusaha, namun di Nabire sepertinya para pengusaha juga tidak mengerti atau pura-pura tidak mengerti, padahal peranan dunia swasta juga sangat penting.

Semarak Natal Di Pelosok Nabire

Last modified on 2014-03-29 08:41:11 GMT. 0 comments. Top.

Yesus lahir ke dunia dalam kesederhanaan. Nilai kesederhanaan itu pula yang tercermin dalam semarak Natal di pelosok-pelosok nusantara.

Di desa Maidei Jaya & Gamei Jaya Distrik Uwapa, yang dikenal dengan sebutan SP3 dan SP4, berdiri sebuah gereja stasi, masuk dalam wilayah penggembalaan Paroki Kristus Sahabat Kita Nabire, Papua. Kapel ini berada sekitar 30 kilometer dari Kota Nabire. Gereja stasi ini dapat dijangkau dengan perjalanan darat, melalui jalanan aspal yang berliku. Natal lalu, dibeberapa di beberapa titik jalan terjadi longsoran. Pengemudi kendaraan roda empat harus sangat berhati- hati, apalagi kondisi jembatan-jembatan kayu mengkhawatirkan.

Rabu, 25 Desember 2013, pukul 08.11, umat asli Papua tampak gembira menyambut kedatangan RP Agustinus Suharyadi SJ untuk merayakan Natal. Cuaca yang cerah, dikelilingi hamparan sawah hijau dan pekarangan tanah yang luas, Ekaristi Natal saat itu dihadiri sekitar 20 orang dewasa dan remaja, serta 10 anak. Dalam homili, Romo Suharyadi menyampaikan pesan, agar umat turut bersukacita menyambut rahmat kelahiran Sang Juruselamat. Yesus hadir dalam rupa yang sederhana, kedinginan, lembab. “Bukan karena Tuhan benci pada kekayaan, Tuhan ingin hadir dalam kesederhanaan-Nya, agar mudah ditemui dan dijangkau siapa pun,” jelasnya.

(A. Benny Sabdo)

Undian Semarak Bank Papua Sekaligus Launching Kartu Pegawai Elekronik Di Nabire, Pemenang Utama Hadiah Mobil Ertiga Dimenangkan Nasabah Asal Cabang Enarotali

Last modified on 2014-03-29 08:41:09 GMT. 0 comments. Top.

1

Sebagai bentuk kepedulian Bank Papua terhadap nasabahnya dalam menabung, maka Bank Papua sudah melaksanakan undian semarak berhadiah untuk provinsi Papua & Papua Barat, pada hari sabtu lalu, (18/1) di kantor Bank Papua jl Yos Sudarso Nabire.

Menurut Kepala Bank Papua Nabire, Sabaruddin, para nasabah Bank Papua di Provinsi Papua & Papua Barat patut bersyukur dengan diadakannya undian Semarak bank Papua yang kali ini tuan rumahnya adalah Nabire. Hal ini adalah bentuk apresiasi dari Bank Papua kepada nasabahnya yang diadakan secara reguler atau tiap tahun.

2

Satu Unit Mobil Suzuki Ertiga merupakan hadiah utama yang diperebutkan seluruh nasabah Bank Papua yang ada di tanah Papua dan di Cabang lain yang ada di seluruh Indonesia. Semarak Undian yang di gelar Bank Papua di pusatkan di Bank Papua cabang Nabire. Dari Hasil Undian hadiah utama yaitu Mobil, dimenangkan Nasabah Asal Cabang Enarotali yakni Anisa Nur Azhari Bujan.

Selain kegiatan semarak undian berhadiah, juga dilakukan launching elektronik kartu pegawai negeri sipil. Bupati Nabire Isaias Douw, juga ikut mendengarkan arahan instruktur dalam melakukan demonstrasi Penggunaan Kartu Pegawai Elektronik (KPE). Dalam Launching KPE tersebut juga dilakukan peresmian peningkatan kantor Kas Bank Papua Karang Tumaritis menjadi Kantor Cabang Pembantu.

Kegiatan semarak undian berhadiah dari Bank Papua ini diikuti oleh 5 orang Bupati yaitu Bupati Nabire, Bupati Paniai, Bupati Intan Jaya, Bupati Dogiai, dan Bupati Deiyai, juga diikuti oleh Kepala Bank Papua Provinsi, dan Deputi kementerian Keuangan RI. Acara ini juga mendatangkan artis luar Nabire yaitu Nanaku Grup serta Dancer dari sanggar binaan ibu Agustina Modouw. Acara ini sendiri berakhir pukul 14.30 ini wit.

Kepala Suku Besar Distrik Tigi Barat Nilai Pembagian Lampu Solar Sel Kepada Masyarakat Tidak Adil

Last modified on 2014-03-29 08:41:13 GMT. 0 comments. Top.

3

Kepala Suku Besar Distrik Tigi Barat yang membawahi 15 Kampung, Marselus Badii, mengatakan, pembagian dan pemasangan lampu solar sel kepada masyarakat dianggap tidak adil, lantaran pembagian tidak dilakukan kepada seluruh Distrik.

Pemerintah hanya membagikan Solar sel kepada 2 (dua) Distrik dan beberapa kampung, diantaranya, Distrik Tigi Timur, Distrik Tigi, serta beberapa kampung di Distrik Tigi Barat. Sementara dua Distrik lainnya, yakni Distrik Kapiraya dan Distrik Bouwobado serta sebagian besar kampung di Distrik Tigi Barat tidak diberikan.

Kata Marselus, di tahun 2012, Pemerintah telah memasang lampu tenaga surya yang bisa dinikmati masyarakat, namun kenapa hanya beberapa distrik dan beberapa kampung saja yang menerima, “Semua warga masyarakat lima (5) Distrik adalah masyarakat Kabupaten Deiyai, sehingga hal yang baik dan positif itu seharusnya dirasakan oleh semua, tanpa membedakan, kenapa yang lain dapat dan yang lain tidak dapat, kalau ada kendala, kan seharusnya disampaikan kepada masyarakat sehingga tidak terjadi salah sangka atau dugaan yang lain dari masyarakat,” ujar Marselus.

Ditambahkan, “Kami salut dan acungi jempol untuk program ini, karena memang ini adalah kebutuhan yang paling mendesak dari masyarakat, dan pemerintah langsung meresponnya dengan baik, sayang tidak merata,” tambahnya.

Hal senada juga disampaikan oleh warga, Naftali. E, “Kita sangat berharap agar pemerintah bisa menjangkau kampung kami dengan solar sel, sehingga kami tidak lagi hidup dalam gelap gulita, dan jangan sampai warga kami merasa dianak tirikan oleh pemerintah, karena kita semua sama, jadi harus diperlakukan sama juga, kami berharap pemerintah bisa menjawab ini melalui pemasangan solar sel, terimakasih,” ujarnya berharap.

KONI Nabire Gelar Rapat Bahas Persiapan Musyawarah Kabupaten KONI

Last modified on 2014-03-29 08:41:16 GMT. 0 comments. Top.

14756_106611972687019_5409731_n

(Waketum KONI Nabire)

Menyikapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) yang sampai saat ini belum jelas apakah jadi dilaksanakan atau tidak, dan bila dilaksanakan kapan kepastiannya, sementara  Kejurda-Kejurda siap menjadi pengganti pesta terakbar se-Provinsi Papua itu sambil terus mempersiapkan  para atlet setiap cabang olahraga, KONI Kabupaten Nabire menggelar rapat.

Rapat yang dilaksanakan di Sekretariat  Porprov Kabupaten Nabire, Kamis (16/1) itu juga membahas persiapan menuju Musyawarah Kabupaten (Muskab) KONI Kabupaten Nabire.

Dikatakan Wakil Ketua Umum (Waketum) KONI Kabupaten Nabire, Madyo Prayitno, sejauh ini belum ada kepastian kapan Porprov akan dilaksanakan, sementara Pengprov-Pengprov Papua telah menyelenggarakan Kejurda-Kejurda sebagai gantinya, oleh karena itu dirinya meminta kepada seluruh cabang olahraga untuk tetap mempersiapkan diri sewaktu-waktu Porprov dilaksanakan.

Cabang olahraga juga dipersiapkan untuk mengikuti Kejurda-Kejurda yang diselenggarakan Pengprov Papua, dimana Kejurda-Kejurda itu akan dilaksanakan pada Bulan Februari-Maret.

Namun demikian, Waketum KONI Kabupaten Nabire mengingatkan kepada semua Pengurus Cabang Olahraga agar tidak melampaui KONI, pasalnya selama banyak cabang yang melupakan KONI dan ingat saat membutuhkan dana, Pengurus sering langsung potong kompas dan langsung berkoordinasi dengan Bupati tanpa melaui KONI.

“Ini perlu ada perbaikan dalam mekanisme organisasi, khususnya cabanf olahraga dengan KONI,” ujarnya.
Madyo Prayitno, juga memandang perlu ada pendamping dari KONI setiap ada even Kejurda atau kejuaraan-kejuaraan yang diikuti oleh setiap cabang olahraga diluar daerah, perlu ada koordinasi dari awal sampai dengan pelaporan hasilnya.

“Setiap Kejurda haru didampingi pendamping dari KONI yang bertugas untuk membuat journal selama kegiatan untuk selanjutnya dilaporkan kepada Ketua Umum KONI Kabupaten Nabire khususnya mengenai keuangan/dana yang dipaki,” ungkapnya.

Terkait dengan Muskab KONI Kabupaten Nabire, Madyo Prayitno mengatakan, bahwa Muskab akan dilaksanakan dalam waktu dekat dan Muskan hanya akan memilih Ketua Umum yang berwenang membentuk dewan formatur yang bertugas menyusun dan melengkapi kepengurusan KONI Kabupaten Nabire.

Oleh karenanya, Madyo Prayitno meminta agar panitia Muskab menyiapkan draf-draf yang diperlukan Muskab.
Sementar itu Ketua II KONI Nabire, Isak Mandosir mengatakan baik Porproc maupun Kejurda itu sama, artinya semua cabang olahraga harus tetap mempersiapkan diri.

Terkait dengan cabang olahraga yang akan diikutkan dalam Porprov, Waketum KONI Nabire menyatakan bahwa 10 cabor yang telah diploting di 2013 itu merupakan cabang prioritas, dan kemungkinan bisa bertambah melihat dari persiapan cabang itu dan utamanya masalah dana.

Disamping itu juga karena ada target yang ingin dicapai oleh Papua dalam PON IXX yang akan digelar pada tahun 2015 mendatang, sehingga masih banyak kesempatan cabang-cabang lain.

Terkait keikutsertaan cabang olahraga di Kejurda, seharusnya Pengurus yang bersangkutan melalui “KONI, namun yang sering terjadi langsung bertemu Bupati, dan itu perlu diluruskan demi tertib organisasi,” ungkap Yafet Womsiwor.
Katanya, altetik sendiri akan mengikuti Kejurda yang rencananya akan dilaksanakan di Serui pada tanggal 3-8 Maret mendatang.
Sedangkan menurut Penasehat FORKI Nabire, Chrles Maniani, karate akan mengikuti Kejurda di Jayapura pada Maret minggu ke-3.

FORKI Nabire juga sudah saatnya untuk melaksanakan Muscab mengingat masa bhakti kepengurusan yang ada sudah berakhir.Setelah Muscab, Nabire akan ditunjuk sebagai tuan rumah penyelenggaraan kejuaraan Pra Kejurda untuk lima kabupaten yakni Nabire, Dogiyai, Deiyai, Paniai dan Intan Jaya.Hasil dari Pra Kejurda itu yang akan mewakili ke Kejurda di Jayapura.

Namun, sebelum Muscab, perlu terlebih dahulu dilakukan pembenahan kepengurusan  di cabang-cabang/aliran karate yang ada seperti yang diusulkan Asini Taraka dan diperkuat oleh Waketum KONI Madyo Prayitno.
Dari FOBSI, Terry Rumayauw, mengatakan bahwa FOBSI Nabire akan mengikuti Kejurda Bilyard pada tanggal 26 Januari-1 Februari mendatang di Jayapura.

Terkait itu, Waketum menyatakan, dalam keikutsertaan cabor di Kejurda semustinya dibuat protaf yang jelas, karena selama ini cabor beranggapan bahwa setiap mengikuti Kejurda dana ditanggung oleh KONI, padahal itu belum tentu, ada yang sifatnya membiayai, tetapi juga ada yang bentuk rekomendasi.

Dalam kesempatan itu, Waketum KONI Nabire meminta agar  semua cabor dapat melaksanakn organisasi dengan baik dan benar demi untuk kemajuan KONI yang pada gilirannya untuk kemajuan olahraga di Kabupaten Nabire.

(Papuaposnabire)

Investasi Sawit PT Nabire Baru Membawa Perubahan Bagi Suku Yerisiam

Last modified on 2014-03-29 08:41:21 GMT. 0 comments. Top.

Tanah Papua, tanah yang kaya, Surga kecil yang jatuh ke bumi, itulah lagu yang dinyanyikan akhir-akhir ini oleh masyarakat Papua, untuk memuja keindahan dan kekayaan alam Tanah Papua. Namun sumber kekayaan alam yang melimpah,hutan yang luas tampa di manfaatkan dan di kelola baik bagi kelangsungan orang papua kedepan, maka semuanya akan sia-sia tak ada manfaatnya.

Persoalan mendasar yang hampir di hadapi, oleh seantero masyarakat pemilik ulayat adat di tanah papua sehingga masyarakat susah untuk memanfaatkan SDA (Sumber Daya Alam) dan tanah mereka adalah; tentang Klaim HPH oleh perusahan-perusahan kayu log. HPH ini menjadi momok yang sangat menakutkan dan mengancam masyarakat papua untuk mengekspresikan hak-hak adat mereka untuk kelangsungan hidupnya.

Salah satunya adalah; Tanah Ulayat Suku Besar Yerisiam, Kampung Sima,Distrik Yaur Nabire. yang dulunya di jajah dan diklaim oleh salah satu perusahan penguasa HPH,yaitu;PT.Jathi Dharma Indah/JDI di atas tanah tersebut, membuat masyarakat pemilik ulayat sangat susah dalam memanfaatkan potensi alamnya untuk masa depan mereka. Di tambah keperpihakan pemerintah terkait yang pro kepada penguasa-penguasa HPH tersebut.

Atas keberanian masyarakat suku yerisiam dan tujuan/moto mulia PT.Nabire Baru untuk “mensejahterakan masyarakat suku yerisiam” maka pada tahun 2008 kedua belah pihak mengadakan kerjasama, dengan memanfaatkan lahan kosong yang di tinggalkan dan diterlantarkan Oleh PT.JDI kepada masyarakat suku yerisiam. Dan terbentuklah PT.Nabire Baru yang bergerak di investasi sawit. Namun persoalan terus berdatangan, mulai dari; interfensi PT.JDI pemilik HPH, penangguhan AMDAL Oleh BAPEDALDA hingga kontra pemilik ulayat akan kehadiran sawit. Namun atas tujuan mulia dan kegigihan PT.Nabire Baru, maka satu-persatu broblem yang di hadapi oleh perusahan tersebut dapat di lewati dengan bijaksana dan penuh tanggung jawab. Pada tahun 2011 PT.Nabire Baru mendorong DPRD Nabire membuat TIM PANSUS ke Jakarta guna meminta Kementrian Kehutanan mencabut ijin HPH/PT.JDI atas tanah ulayat masyarakat yerisiam agar dapat dimanfaatkan untuk masa depan mereka. Dan pada tahun 2012 berkat kerja keras PT.Nabire Baru maka, HPH pun dapat di kembalikan kepada pemilik ulayat.

Salah satu hal yang hal sungguh luar biasa, patut disyukuri dan diapresasikan oleh masyarakat suku yerisiam, kepada PT.Nabire Baru karena begitu lama klaim HPH PT.JDI,

namun atas kerja keras dan kontribusinya akhirnya cengkraman HPH PT.JDI dapat berakhir di atas tanah ulayat suku yerisiam dan dapat di manfaatkan. Perjalanan panjang dan persoalan yang terus berdatangan kepada PT.Nabire Baru, yang secara rasio/akal sehat sudal lewat dari kempuannya Karena ketika HPH di selamatkan, kini ijin AMDAL dan Pemilik Ulayat yang kontra sawit, menjadi problem yang sangat serius. Namun sekali lagi atas dasar tujuan mulianya PT.Nabire Bar), segala persoalan-persoalan tersebut dapat di kaji dan di lalui, karena hanya satu tujuanya untuk mensejahterakan masyarakat yerisiam.. Akhirnya AMDAL juga mendapat titik terang untuk di terbitkan, dan satu persatu pemilik ualayat yang kontra terhadap PT.Nabire Baru, dapat mengerti tentang tujuang mulia investasi jangka panjang ini. Hal-hal yang menjadi HAK Rakyat pun sudah di pertanggung jawabkan dan terealisasikan, yaitu Kompensasi lahan dan kompensasi kayu putih.

Investasi sawit PT.Nabire Baru ini adalah berkat dari Tuhan kepada masyarakat suku yerisiam yang patut disyukuri dan di jaga bersama oleh pemilik ulayat dan pemerintah. Karena lewat peluang investasi ini maka akan memberikan kesejahteraan yang menjanjikan kepada pemilik ulayat dan menambah devisa daerah/Negara. Maka dalam kesempatan ini juga saya selaku intelektual muda papua dan juga sebagai pemilik ulayat suku yerisiam, meminta kepada pihak pemerintah terkait, untuk tidak mempersulit dan juga mempropaganda pihak perusahan bersama pemilik ulayat. Karena investasi ini adalah pergumulan panjang dari masayarakat suku yerisiam, saya juga meyampaikan ucapan terima kasih kepada Direktur utama PT.Nabire, karena berkat kontribusi mulianya untuk memajukan taraf hidup masyarakat suku yerisiam maka investasi ini bisa hadir untuk menjawab semua keterbelakangan ekonomi masyarakat suku yerisiam, kampung sima distrik yaur, nabire saat ini dan saat mendatang.

(Robertino Hanebora)

Warga Makimi Nabire Pertanyakan Pengadaan Pipa Air Bersih Yang Belum Juga Difungsikan Sampai Sekarang

Last modified on 2014-03-29 08:41:23 GMT. 0 comments. Top.

Pengadaan air bersih yang telah diprogramkan oleh pemerintah Kabupaten Nabire sejak tahun 2013 dengan membangun pipa besi untuk  disalurkan ke rumah-rumah warga di Makimi, ternyata hingga awal tahun 2014 ini masih belum di fungsikan oleh warga, sehingga warga Makimi masih kekurangan air bersih

“Kasihan toh kalau pemerintah daerah Nabire buat barang ini buang uang banyak tapi tidak bermanfaat bagi masyarakat, air belum dialirkan melalui pipa besi itu” kata warga Makimi itu menyesalkan tidak berfungsinya pipa-pipa besi untuk saluran air yang masih belum dialiri air demi kebutuhan air warga Makimi itu.

Ia mengaku, kampungnya, adalah bukan satu-satunya kampung yang alami kondisi seperti itu. “Di distrik pun sebagian warga belum mendapatkan air bersih itu,” kata dia lagi.

Dia menyesalkan juga tindakan para kontraktor pembuat pipa besi untuk saluran air itu, yang pernah meminta sumbangan uang kepada warga Makimi, dengan alasan, proyek pipa besi itu dibuat demi kebutuhan air bersih warga sendiri.

“Pemerintah juga kalau memilih operator itu yang kerjanya profesional, jangan yang setengah setengah, karena  uang kami dipinjam oleh para kontraktor itu,” kata dia lagi.

Dia mengaku bersama warga memberikan pinjaman uang karena sadar, pipa besi untuk air itu dibuat untuk kebutuhan air bersih yang akan dinikmati mereka sendiri nantinya. Nyatanya, mimpi menikmati air bersih hanya tinggal mimpi, hingga awal tahun 2014 ini.

(Majalahselangkah.com/Hendrikus Yeimo)

Rapat Anggota Tahunan Koperasi KSP Artha Kencana Nabire

Last modified on 2014-03-29 08:47:36 GMT. 0 comments. Top.

Bertempat di gedung olahraga Bumi Wonorejo Nabire, diadakan Rapat Anggota Tahunan (RAT) Koperasi Simpan Pinjam KSP Artha Kencana tahun 2013, rabu lalu (16/1).

Rapat ini selain dihadiri oleh para pengurus dan anggota KSP Artha Kencana, juga diikuti sejumlah pimpina SKPD, diantaranya Kepala Dinas Koperindag Nabire, Kepala Dinas Pertanian & Perkebunan Nabire, Kepala Badan Lingkungan Hidup Nabire, Kepala Distrik Nabire, Kepala Bidang Kelembagaan Koperasi Dinas Koperindag Nabire, dan Lurah Bumi Wonorejo.

Menurut Ketua Koperasi Simpan Pinjam KSP Artha Kencana Nabire, Sutrisno, S.Pd M.Pd, koperasi yang didirikan 2001 ini, bergerak di bidang usaha simpan pinjam dengan jumlah anggota hingga saat ini sebanyak 440 orang.

Sementara total aset yang dimiliki sampai 31 desember 2013 sebanyak Rp 7.563.122.000,-. Sedangkan sisa hasil usaha yang diperoleh selama 2013 sebesar Rp 379.819.000,-.

Adapun KSP Artha Kencana ini, melayani anggota dengan angsuran maksimum 30 bulan, 20 bulan, da 10 bulan, dengan jaminan barang bergerak maupun tidak bergerak.

Lamanya Pelayanan Administrasi Bagi Pengguna BPJS Kesehatan & Askes Di RSUD Nabire Dikeluhkan Warga Yang Berobat

Last modified on 2014-03-29 08:52:32 GMT. 0 comments. Top.

1

Sebagian Warga yang berobat ke RSUD Siriwini Nabire mengeluhkan lamanya pelayanan administrasi bagi pengguna program Jaminan Kesehatan Nasional dan Asuransi Kesehatan (Askes) dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Nabire, Papua.

Dari hasil pantauan, Jumat (17/1/14), banyak warga yang mengeluhkan adanya pelayanan administrasi oleh pihak RSUD Kabupaten Nabire.

“Sangat buruk pelayanannya. Jumlah orang sedikit. jadi harus antre. Padahal dong pu waktu kerja sedikit. Mesti pelayanan harus ada lebih dari lima orang, jangan pelayanan hanya satu atau dua orang saja” ujar Martinus Songgenau, salah satu warga Nabire yang mengantri untuk mendapat layanan pembuatan Askes.

“Mesti kita mengerti, kalau orang sakit yang parah datang hanya menunggu loket Askes sampai berjam-jam sehingga jatuh sakit tambah parah lagi, bagaimana?” lanjut Songgenau lagi.

Ia menjelaskan, warga sudah tiba tempat pengambilan rujuk jalan mesti menunggu beberapa jam, kemudian ke loket BPJS antre berjam-jam belum lagi ke Polik masing-masing.

Warga Nabire yang lain, Luis Rumbiak, di saat yang sama juga mengeluhkan pelayanan yang  menurutnya kurang maksimal.

Menurut Rumbiak, petugas harus ketahui bahwa pasien baru antre di loket pertama, Polik pelayanannya umunnya sudah tutup. Hanya karena petugas pelayanan sedikit, dan pasien harus antri bahkan di loket satu. Belum lagi melangkah loket ke dua.

“Saya lihat sendiri baru-baru ini ada seorang ibu berusia 57 tahun pingsan saat mengantre,” kata Rumbiak bersaksi.

“Pemerintah, lebih khususnya dinas yang terkait benar-benar menempatkan petugas pelayanan lebih banyak, supaya pelayanannya lebih teratur, sehingga mampu memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat,” tutur Rumbiak.

(Majalahselangkah.com/Agustinus Tebai)

Bank Papua Adakan Undian Semarak Berhadiah Dengan Tuan Rumah Bank Papua Nabire

Last modified on 2014-03-29 08:49:08 GMT. 0 comments. Top.

Sebagai bentuk kepedulian Bank Papua terhadap nasabahnya dalam menabung, maka Bank Papua akan melaksanakan undian semarak berhadiah untuk provinsi Papua & Papua Barat, pada hari sabtu esok, (18/1) di kantor Bank Papua jl Yos Sudarso Nabire.

Menurut Kepala Bank Papua Nabire, Sabaruddin, para nasabah Bank Papua di Provinsi Papua & Papua Barat patut bersyukur dengan diadakannya undian Semarak bank Papua yang kali ini tuan rumahnya adalah Nabire. Hal ini adalah bentuk apresiasi dari Bank Papua kepada nasabahnya yang diadakan secara reguler atau tiap tahun.

Adapun ditambahkan Sabaruddin, hadiah utama yang diperebutkan adalah sebuah mobil dan kendaraan bermotor serta hadiah hiburan. Penabung Simanja dan Simpeda yang memiliki saldo diatas 5 juta rupiah berhak mendapatkan kesempatan mengikuti undian dengan hadiah utama yakni sebuah mobil. Sedangkan penabung yang memiliki saldo diatas 1 juta rupiah, berhak mengikuti undian untuk kendaraan roda dua, da untuk penabung diatas 500 ribu rupiah akan mendapatkan kesempatan mengikuti undian berhadiah hadiah hibura dari Bank Papua.

Kegiatan semarak undian berhadiah dari Bank Papua ini, akan dimulai sabtu pagi (18/1) jam 09.00 wit sampai selesai, dan diikuti oleh 5 orang Bupati yaitu Bupati Nabire, Bupati Paniai, Bupati Intan Jaya, Bupati Dogiai, dan Bupati Deiyai, juga akan diikuti oleh Kepala Bank Papua Provinsi, dan Deputi kementerian Keuangan RI.

Silahkan Komentar

Komentar Anda

Pages: 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 118 119 120 121 122 123 124 125 126 127 128 129 130 131 132 133 134 135 136 137 138 139 140 141 142 143 144 145 146 147 148 149 150 151 152 153 154 155 156 157 158 159 160 161 162 163 164 165 166 167 168 169 170 171 172 173 174 175 176 177 178 179 180 181 182 183 184 185 186 187 188 189 190 191 192 193 194 195 196 197 198 199 200 201 202 203 204 205 206 207 208