INFO NABIRE

Acara Perpisahan Siswa-Siswi Kelas XII Jurusan Multimedia SMK Negeri 1 Nabire Di Pantai Budi

Last modified on 2014-05-09 14:59:35 GMT. 0 comments. Top.

smk1 nabire

Bertempat di lokasi wisata Pantai Budi Nabire, minggu (04/05/2014), siswa/i kelas XII jurusan Multimedia SMK Negeri 1 Nabire mengadakan acara perpisahan dan dihadiri oleh sekitar 30 orang siswa dari 35 kelas XII Multimedia di SMK Negeri 1 Nabire.

Selain dihadiri para siswa, acara ini juga turut dihadiri para guru Jurusan Multimedia serta Kepala Sekolah SMK Negeri 1 Nabire, Drs Yustus Paisey MM.

Tujuan diadakannya acara perpisahan ini adalah untuk mempererat keakraban dan kebersamaan antara siswa dan para guru Jurusan Multimedia SMK Negeri 1 Nabire yang telah menyelesaikan Ujian Nasional 2014.

Acara perpisahan ini diisi dengan kegiatan sepakbola pantai, naik perahu ke tempat pendaratan ikan, juga bakar ayam. Acara diakhiri dengan makan bersama.

Menurut siswi kelas XII Jurusan Multimedia, Ayu dan Ema, kegiatan ini sangat bagus dan bisa menjalin kebersamaan antar siswa dan guru.

Sementara itu menurut Ketua Jurusan Multimedia SMK Negeri 1 Nabire, Fatkur Rohman, dia berharap kebersamaan ini dapat terus terjaga tidak hanya di lingkungan sekolah tapi juga diluar sekolah. Dan dia berharap semua siswa SMK Negeri 1 Nabire lulus ujian Nasional 2014 dengan hasil yang memuaskan.

 (Boythe K/Nabire.TV)

Penyerahan Bantuan Dana Pembangunan & Rehabilitasi Rumah Ibadah Oleh Kementerian Agama Nabire

Last modified on 2014-05-09 04:55:23 GMT. 0 comments. Top.

Kepala kantor Lementerian Agama kabupaten Nabire menyerahkan bantuan dana pembangunan dan rehabilitasi rumah ibadah dari 24 dedominasi gereja.

Lima gereja yang mendapat bantuan tersebut masing-masing, Gereja Jemaat Kristus Indonesia (GJKI) jemaat Wanggar Makmur diterima oleh Subair Katapi, Gereja bethel Indonesia (GBI) Waharia Kampung Lani diterima oleh Frans Money, Gereja Pentakosta Tabernakel (GPT) Jemaat kristus Raja diterima oleh Marthen Pangalinan, Gereja Pentakosta di Indonesia (GPdi) Jemaat Agape Waharia di terima oleh Jullgagarin Numberi, dan Gereja Pentakosta di Indonesia (GPdi) jemaat pison Wainame diterima oleh Wenny Liemantika.

Kegiatan penyerahan bantuan dana ini berdasarkan rencana kerja anggaran kementerian / lembaga ( RKA-KL) Tahun anggaran 2014 ( satuan kerja 025.05.2.423334/2014 = kementerian agama kabupaten nabire, surat perjanjian kerja sama nomor : kd.26.05/7/BA.01.1/485/2013 tanggal, 8 april 2014, dan berita acara serah terima pekerjaan nomor : kd.26.5/BA.01.1/486/2014 melalui DIPA Bimas Kristen tahun 2014 kegiatan tersebut dilakukan dalam ruang kerja kepala kantor Kementerian Agama kabupaten Nabire pada hari jumat pagi jam 10.00 wit berjalan dengan lancer dan damai.

Kepala kantor Kementerian Agama kabupaten Nabire Reki Lumentah S.Pd.k saat meyerahkan berita acara penerimaan bantuan dana bungunan dan rehab gedung gereja tersebut mengucapkan banyak terima kasih kepada kelima penerima bantuan yang telah hadir dan atas kerja samanya dalam membangun dan memimpin Umatnya.

Selanjutnya dalam arahan kepala kantor mengatakan bahwa kantor kementerian agama siap menerima segala macam permohonan dalam bentuk proposal karena kata alkitabia yang terdapat dalam matius 7:7 mengatakan bahwa mintahlah maka kamu akan menerima oleh karena itu walaupun sumbangan kecil tetapi harus transparan dan dipergunakan dengan baik selanjutnya acara ditutup oleh kepala seksi bimas Kristen Dra.Marha B Orie.

(Boma/Edi)

Akibat Kurangnya Sosialisasi, Warga & Pelajar Di Nabire Tidak Tahu Adanya Perpustakaan Daerah Nabire

Last modified on 2014-05-08 14:25:10 GMT. 0 comments. Top.

perpustakaan daerah nabire

(Perpustakaan Daerah Nabire, Jalan Pepera)

Akibat kurangnya sosialisasi oleh Kantor Perpustakaan & Arsip Daerah Nabire, warga Nabire khususnya para pelajar, tidak mengetahui keberadaan Perustakaan Daerah Nabire tersebut, padahal Kantor Perpustakaan & Arsip Daerah Kabupaten Nabire sudah ada sejak tahun 2000.

Hal ini sendiri terungkap saat Kantor Perpustakaan & Arsip Daerah kabupaten Nabire menggelar kegiatan Lomba Gemar Membaca & Pidato beberapa waktu lalu di Nabire.

Para pelajar tidak tahu keberadaan Kantor Perpustkaan serta ada koleksi buku di ruang perpustakaannya. Oleh karena itu para pelajar meminta Kantor Perpustakaan Daerah melakukan sosialisasi terkait hal tersebut ke sekolah-sekolah yang ada di Nabire dan kepada masyarakat Nabire untuk menumbuhkan minat membaca di kalangan masyarakat.

Salah seorang siswa SMU Sion Samabusa, Anggara, menuturkan, dirinya tidak tahu kalau ada Perpustakaan Daerah di Nabire, padahal kalau tahu, hal ini bisa dimanfaatkan olehnya untu mencari sumber dan referensi untuk menunjang proses belajar mengajar.

Hal senada diungkapkan Esry Douw, pelajar dari SMU YPK Nabire, menurutnya, ia sering melihat Papan nama kantor Perpustakaan Daerah Nabire, namun ia tidak tahu dimana keberadaan buku-buku di Kantor tersebut.

Ditambahkan Esry, Perpustakaan sangat penting bagi peningkatan proses belajar para siswa di sekolah.

Terkait hal ini, Kepala Perpustakaan & Arsip Daerah kabupaten Nabire, Daniel Rumere, mengakui bahwa pihaknya kurang memberi sosialisasi bagi masyarakat khususnya pelajar yang ada di Nabire bahwa Perpustakaan Daerah Nabire dapat dimanfaatkan untuk menumbukan minat baca di kalangan masyarakat dan menjadi referensi para pelajar untuk mencari informasi dan pengetahuan.

Ditambahkan Daniel, kurangnya sosialisasi ini karena pihaknya minim akan biaya operasional serta belum ada dasar hukum dalam bentuk Peraturan Daerah. Hingga saat ini, pihaknya masih menunggu terbutnya Peraturan Daerah terkait keberadaan Perpustakan Daerah ini demi mencerdaskan kehidupan bangsa., terutama di kota Nabire.

(Nabire.TV)

Aktivitas Empat Log Pond Termasuk Di Nabire Menjadi Ancaman Kelestarian Taman Nasional Teluk Cenderawasih

Last modified on 2014-05-08 05:19:02 GMT. 0 comments. Top.

Indonesia Papua Rain Forets

Empat Log Pond yang berada di wilayah Nabire, Wondama dan Ransiki masih cukup menjadi ancaman bagi kelestarian Taman Nasional Teluk Cenderawasih. Pembukaan lahan di wilayah tersebut dapat menyebabkan sedimentasi terumbu karang.

“Di bidang wilayah satu Nabire ada 2 Log Pond, di bidang wilayah 2 Wondama ada 1 dan di bidang wilayah 3 Ransiki ada satu,” jelas Kepala Balai Besar Taman Nasional Teluk Cenderawasih (BBTNTC) Ben Saroy.

Dijelaskan, cukup banyak Faktor yang menjadi penyebab kerusakan habitat laut di wilayah Taman Nasional, diantaranya, praktek pengeboman ikan, dan penggunaan racun sianida dalam mencari ikan. Tak hanya itu, aktifitas di darat seperti membukaan lahan pun menjadi ancaman bagi habitat laut.

Terkait 4 Log Pond itu, jelas Saroy yang paling berbahaya dan dapat mengancam kelestarian habitat laut bukanlah Log Pond melainkan aktivitas pembukaan lahan di sekitar Log Pond itu.  Pembukaan lahan itu akan menyebabkan terjadinya aliran air yang membawa lumpur menuju ke laut.

Selanjutnya lumpur-lumpur itu akan menyebabkan terjadinya sedimentasi atau penutupan terumbu karang, jika karang tertutup, maka karang tidak akan bisa bernafas hingga akhirnya mati.

Saat ini lanjut Saroy, 3 Log Pond yakni 2 di Nabire dan 1 di Wondama itu masih berjalan hingga sekarang. Ia berharap aktivitas pembukaan lahan ini segera selesai sehingga terumbu karang dapat berkembang dengan cepat.

Disinggung soal praktek pengeboman ikan dan penggunaan racun sianida di wilayah Taman Nasional, Saroy menyebut, saat ini sudah berkurang menyusul adanya staf dari BBTNTC dan WWF yang bertugas di wilayah ini.

Yang lebih potensial menjadi ancaman kerusakan bagi kawasan Taman Nasional Teluk Cenderawasih menurut Saroy adalah perubahan iklim. Sebab letak TNTC relatif tertutup, sehingga sirkulasi air dan fluktuasi suhu relatif kecil.

Jika terjadi perubahan iklim yang peningkatanya drastis maka terumbu karang akan banyak yang mati,” katanya.

Jenazah Korban Penikaman Warga Di Dogiyai Rencananya Akan Dimakamkan Di Kampung Halamannya

Last modified on 2014-05-07 18:41:43 GMT. 1 comment. Top.

2

(Jenazah Melky di RSUD Nabire/Dok. MajalahSelangkah.Com)

Melky, warga asal Toraja yang tewas akibat dihakimi massa di Dogiyai dan bekerja sebagai seorang tukang bangunan sudah dibawa ke Nabire menggunakan AviaStar.

Pihak keluarga korban rencananya akan mengirimkan jasad korban untuk dimakamkan di kampung halamannya di Sulawesi.

Selain Melky, satu orang tukang bangunan lainnya terkena lemparan batu di kepada dan mengalami luka. Namun berhasil selamat.

Menurut keterangan para saksi mata, setelah terjadinya tabrakan antara truk, massa yang tidak terima dengan kejadian tersebut mencari sopir yang berinisial L yang mengamankan diri di Pos Brimob. Tapi karena tidak berhasil menemui pelaku dan dihalau aparat Brimob dengan tembakan sehingga melukai 3 warga, warga akhirnya pulang.

Dalam perjalanan pulang warga mendapati Melky yang saat kejadian tengah menonton kejadian. mencari pelakunya yang juga pendatang. Korban pun dihakimi oleh massa sebagai bentuk balas dendam karena tidak mendapati pelaku tabrakan yang diamankan aparat Brimob.

Korban Melky yang di perkirakan berusia 28 tahun meninggal dikarenakan mengalami luka yang cukup parah di bagian kepala, leher dan di tusuk benda tajam di bagian perut.

Situasi Di Dogiyai Sudah Kondusif, Pemerintah Dogiyai, TNI & Polri Sumbang Uang Duka Untuk Keluarga Korban Tabrakan

Last modified on 2014-05-09 14:19:52 GMT. 0 comments. Top.

(Kapolres Nabire AKBP Tagor Hutapea)

Kapolres Nabire, AKBP Tagor Hutapea dan utusan dari Polda Papua, rabu siang tadi (07/05/2014), melakukan olah TKP dan melakukan pertemuan bersama Muspida dan masyarakat kabupaten Dogiyai, terkait peristiwa tabrakan yang menewaskan 2 warga Dogiyai Lasarus Anouw dan Yuncen Kegakoto, serta salah seorang tukang bangunan asal Toraja Sulawesi Selatan, Melky, yang dihakimi oleh massa yang tidak terima, dan 3 orang terluka ditembak aparat karena berusaha menyerang aparat Brimob karena permintaan massa untuk melepaskan pelaku tabrakan berinisial L tidak dikabulkan oleh aparat Brimob.

“Tadi, Kapolres Nabire dan utusan dari Kapolda sudah melakuan foto-foto di lokasi tabrakan dan lokasi penembakan di depan pos kantor Brimob,” kata Donatus Degei, salah satu Pegawai Pemerintah di Dogiyai.

Kata Donatus, kondisi kota Moanemani sejak siang tadi sudah kondusif dan masyarakat sudah beraktivitas seperti biasa. “Palang sudah dibuka dan masyarakat seperti biasa. Mobil-mobil mulai jalan. Tetapi, beberapa kios masih belum buka karena takut,” tuturnya.

Donatus menjelaskan, “Pemerintah, TNI dan Polri menyumbang uang duka Rp34.000.000,00, masing-masing korban mendapatkan Rp17.000.000,00. TNI dan Polri sumbang masing-masing Rp5.000.000,00 dan sisanya Pemda yang tanggung. Tadi Bupati Dogiyai sudah tiba dan berjanji akan memberikan lagi uang duka bagi para korban.”

 

Kapolda Papua Kunjungi Korban Penembakan Dogiyai Di Nabire

Last modified on 2014-05-07 18:44:31 GMT. 0 comments. Top.

1

(Kapolda Papua Didampingi Bupati Nabire saat menemui korban penembakan Dogiyai di RSUD Nabire)

Kapolda Papua Irjen Pol Tito Karnavian, siang tadi, Rabu (07/05/14) tiba di Nabire. Kira-kira pukul 10.00 WIT, Kapolda didampingi Bupati Nabire, Isaias Douw langsung menuju ke RSUD Nabire dari Bandara untuk melihat langsung kondisi para korban penembakan yang dirawat di RSUD Nabire.

Sekitar 20 menit, Kapolda komunikasi dengan para korban penembakan. Usai kunjungan, Kapolda memberikan keterangan Pers kepada sejumlah wartawan di halaman RSUD Nabire. Selanjutnya, sekitar pukul 11.00 WIT, rombongan Kapolda menuju ke rumah duka korban pengeroyokan di Desa Kaliharapan Nabire.

Kapolda menjelaskan, pihaknya datang ke RSUD untuk memastikan kondisi para korban penembakan dirawat dengan baik dan kemudian sembuh.

“Kami harapkan pemerintah di Nabire akan memberikan pelayanan dengan baik. Kami juga harapkan keluarga dapat memahami hal ini. Meskipun, internal kepolisian akan melihat apakah sesuai dengan SOP atau tidak. Kami juga sesalkan, satu warga yang dibunuh warga. Massa melampiaskan emosi pada orang yang tidak bersalah,” tuturnya.

Pada kesempatan itu, Bupati Nabire mengatakan, pihaknya akan memaksimalkan pelayanan bagi para korban penembakan yang sedang dirawat di RSUD Nabire dan akan perhatikan keluarga korban pengeroyokan.

“Mereka dirawat di wilayah saya. Saya akan maksimalkan pelayanan untuk mereka agar mereka cepat sembuh. Korban yang meninggal itu warga saya, walaupun terjadi saat dia bekerja di Dogiyai,” kata Bupati.

Kondisi para korban penembakan, kata Kapolda, “Kondisinya stabil semua. Yang satu kena pahanya, kaki ya. Yang satu kena dada tapi di luar, jadi tidak terkena bagian dalam. Semua luka yang kami sebut dengan luka tembus, luka tembak tembus. Artinya jarak sangat dekat. Ini juga bagi kita, salah satu indikasi bahwa yang melakukan penembakan dari jarak dekat, mungkin dalam keadaan sangat terdesak sekali,” tutur Kapolda Tito.

Ia menjelaskan, “Beda kalau tembak masuk, artinya pelurunya di dalam. Kalau pelurunya di dalam, dia jaraknya jauh. Jarak jauh berarti belum tentu dalam keadaan terdesak. Jadi, ini dalam keadaan yang terancam. Jarak dekat jadi daya rusak jadi sedikit sekali. Dalam teknis pendidikan, ini indikasi ya, belum pasti karena nanti akan didalami dan lain-lain, bahwa si penembak ini sangat dekat dan dalam keadaan terdesak.”

Kapolda menjelaskan, awalnya adalah kecelakaan lalu lintas. “Kecelakaan itu tidak semua kita mengharapkan, baik yang ditabrak maupun yang menabrak. Dua saudara kita meninggal di tempat, kemudian pengemudi truk ini dia dikejar oleh massa dan dia mau mencari perlindungan dia masuk ke kantor polisi. Polisi saat itu, sesuai dengan hukum, kan dia harus melindungi tersangka ini untuk melakukan pemeriksaan, untuk lakukan penegakan hukum,” kata Tito.

Jadi, kata Tito, seyogyanya kita serahkan pada proses hukum. “Ia sudah masuk ke kantor polisi, tinggal desak saja polisi lakukan proses hukum seberat-beratnya kepada yang bersangkutan, atau membayar ganti rugi. Kalau menuntut untuk diserahkan kepada massa, maka otomatis akan mati dikeroyok massa.”

Jadi, Kapolda berharap, warga tolong pahami langkah-langkah yang dilakukan polisi bukan untuk melindungi supaya bebas hukum, tetapi supaya tidak dihakimi massa. “Jangan main hakim sendiri, kan ada hukum to. Jadi, serahkan kepada polisi untuk selesaikan,” pintanya.

“Kalau polisi saat itu serahkan berarti itu melanggar HAM. Membiarkan nggak boleh, ini orang mati nanti. Otomatis SOP (Standar Operasional Prosedur:red) harus menjelaskan bahwa hukum akan ditegakan,” tuturnya.

Tapi, jelas Kapolda, massa sudah terlalu emosional, sehingga melakukan penyerangan kepada polisi. “Penyerangan ke kantor polisi, otomatis, polisi bertahan dengan kemampuan semaksimal mungkin, mempertahankan kantor, mempertahankan diri, termasuk mempertahankan si tersangka. Bukan membela si tersangka, bukan tapi untuk proses hukum nantinya,” kata Kapolda.

“Polisi berhak melindungi siapa pun juga sampai terbukti bersalah. Yang ini karena massa terlanjur emosional, jadi penembakan ini adalah salah satu rangkaian dari proes peristiwa ini,” kata Kapolda.

(Yeremias Degei/MajalahSelangkah)

Kegiatan KKR & Seminar Oleh Yayasan Imanuel Ministry El-Shaday Sei-Skala Di Nabire

Last modified on 2014-05-07 17:58:48 GMT. 0 comments. Top.

(Sambutan Kepala Kantor Kementrian Agama Kabupaten Nabire, Reki Lumentah)

Agar Nabire di berkati oleh Tuhan maka Badan Kerja Sama Antar Kereja (BKSAG) bekerja sama dengan Yayasan Imanuel Ministry El Shaday Sei-Skala yang beralamat jalan binjai-kuala km.7 langkat dari tanah karo Sumatra utara menyelenggarakan ibadah seminar dan kebangunan Rohani (KKR) yang di laksanakan pada tanggal 28 april 2014 selama satu hari bertempat di Aula Kasih Tabernakel Nabire dengan pembicara Pdt J.Tarigan S.Th dan Pdt.Paulus Maripa S.Th.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Nabire Reki Lumentah, S.pd.k mengawali sambutannya ketika membuka kegiatan seminar dan KKR, menyampaikan ucapan terima kasih dan selamat datang kepada Pdt.j.Tatigan S.Th serta rombongannya dan panitia BKSAG atas kerja samanya dalam menghimpun semua umat dedominasi gereja se-kota nabire walaupun kegiatannya mendesak yakni dalam tiga hari kerjanya. Kakankemenag juga berharap agar pembinaan Iman dan mental bagi setiap umat Tuhan adalah menjadi hak bagi kita semua untuk mendapatkannya, dan menjadi tanggung jawab pada Hamba-hamba Tuhan untuk menyampaikan kepada umat yang membutukan karena pembangunan bidang agama merupakan bagian integral dari pembangunan nasional yang bertujuan untuk mewujudkan Indonesia damai, adil, demokratis dan sejahtera pada akhirnya dikatakan bahwa melalui seminar dan KKR ini dapat memberikan kesejukan dapat memberikan semangat yang baru, dan kita semua bisa bangkit kembali dari situasi dan kondisi yang kurang baik kepada suatu pengharapan yang meyakinkan.

Kegiatan seminar dan KKR dibuka dengan ibadah singkat yang dipimpin oleh Pdt.paulus Maripa S.Th yang terambil dalam injil Ulangan 28:1 dengan thema Hidup yang di pulihkan dan diberkati dalam ibadah tersebut dikatakan bahwa jika kita mendengar suaranya dan melakukan segala perintah-perintahnya maka Allah akan menganggkat dan menjadikan kita sebagai biji matanya yang termulia dari segala ciptaannya. Acara dilanjuti dengan seminar yang disampaikan oleh Pdt.J Tarigan S.Th denga materi Orang Kristen bolehkah terikat dengan adat istiadat terdapat dalan injil markus 7:1-9/13,matius 15:1-20 selesai seminar dilanjuti dengan pembagian binkisan bagi hamba-hamba Tuhan dan peserta, kegiatan malam ditutup denga acara KKR. Kegiatan tersebut bersumber dari yayasan imanuel ministry dan panitia pelaksana (BKSAG) Kabupaten nabire, dengan para pesertanya terdiri dari ketua BKASG, Pimpinan dedominasi gereja di kabupaten nabire, Hamba-hamba Tuhan se-kabupaten nabire, pengurus gereja, panitia pelaksana seminar dan KKR kurang lebih 350 umat acara berjalan lancar, aman dan damai.

( Boma/edi )

Kementerian Agama Kabupaten Nabire Melaksanakan Seleksi Petugas Haji Musim Haji 2014

Last modified on 2014-05-07 17:58:19 GMT. 0 comments. Top.

1

Untuk mendampingi jemaah haji kabupaten Nabire dalam melaksanakan rukun islam ke 5 di Mekkah Arab Saudi, Kantor Kementerian Agama kabupaten Nabire hari ini melakukan seleksi Petugas Haji bertempat di Aula Kantor Kementerian Agama jalan merdeka Nabire, rabu pagi (07/05/2014).

Hal ini diungkapkan Kepala Kantor Kementerian Agama kabupaten Nabire, Reki Lumentah S.Pdk seusai membuka acara seleksi petugas haji kabupaten Nabire untuk musim haji tahun 2014.

Dikatakan Reki Lumentah, pemerintah sebagai penyelenggara haji berkewajiban mengelola dan menyelenggarakan pelaksanaan ibadah haji dengan lebih dulu menyeleksi petugas haji yang profesional yang tugasnya melayani calon jemaah haji dari Nabire menuju ke embarkasi Makassar sampai di Arab Saudi.

Petugas haji yang diseleksi antara lain, petugas penyelenggara ibadah haji Arab Saudi (Petugas Non Kloter), Tim pemandu haji Indonesia (Ketua Kloter), dan Tim Pembimbing Ibadah Haji Indonesia dengan Tim Penilai dari Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia kabupaten Nabire.

Dikatakan Reki, seorang petugas haji harus memiliki pengalaman dan wawasan yang luas tentang pelaksanaan ibadah haji, mampu berkomunikasi dengan calon jemaah haji, dan sehat jasmani dan rohani.

Sementara itu, menurut Ketua Panitia Seleksi Petugas Haji kabupaten Nabire, H Basri S.Ag, mengatakan, seleksi petugas haji di Nabire diikuti 15 ribu orang peserta dan berlangsung selama sehari. Sedangkan untuk seleksi di tingkat Provinsi Papua akan dilaksanakan pada tanggal 14 mei 2014 di Jayapura.

Bimbingan Teknis Penyusunan & Pedoman Penataan Lembaga Masyarakat Kampung Bagi 5 Kabupaten Digelar Di Hotel Mahavira 2 Nabire

Last modified on 2014-05-07 17:58:13 GMT. 0 comments. Top.

Lembaga Masyarakat memiliki peran penting untuk menggerakkan swadaya dan partisipasi masyarakat dalam proses pemerintahan dan pembangunan yang dilaksanakan di kampung.

Hal tersebut diungkapkan Gubernur Papua, Lukas Enembe, dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan oleh Sekretaris Daerah Drs Johny Pasande, pada kegiatan Bimbingan Teknis Penyusunan & Pedoman Penataan Lembaga Masyarakat Kampung kepada aparat BPMK di 5 Kabupaten masing-masing kabupaten Intan Jaya, Dogiyai, Deiyai, Paniai, dan Nabire sebagai tuan rumah yang dipusatkan di Hotel Mahavira 2 Nabire, rabu pagi (07/05/2014).

Kegiatan yang akan berlangsung selama 2 hari ini, diikuti oleh 25 orang peserta. Dalam sambutannya, Gubernur Lukas Enembe mengatakan, terjadi pemekaran Kabupaten, Distrik dan Kampung, kondisi ini mengakibatkan struktur pemerintah dan masyarakat kampung mengalami perubahan dan berdampak kepada semua struktur pemerintah dan lembaga kemasyarakatan.

Ditambahkan Gubernur Papua, persoalan ini menjadi tantangan baru dalam implementasi di era disentralisasi kewenangan dan fiskal juga fungsi-fungsi pemerintah di barisan terdepan mengalami kelemahan. Selain itu peran Lembaga tidak lagi sebagai wadah aspirasi tetapi hanya sekedar pelengkap struktur kampung. Sementara pemerintah kampung yang dibentuk hanya mengikuti syarat formalitas pemerintahan saja.

Terkait hal ini, Gubernur menyoroti 3 hal, diantaranya penyelenggaraan pemerintahan kampung yang belum efektif dan berfungsi, belum adanya peraturan daerah tentang lembaga kemasyarakatan, dan rendahnya kemampuan pengelola lembaga masyarakat.

Gubernur Papua diakhir sambutannya juga meminta dan berharap, melalui kegiatan ini, peserta dapat menyusun konsep peraturan daerah atau peraturan Bupati/Walikota tentang lembaga kemasyarakatan di Kelurahan dan Kampung.

(Alexander Saudilla/RRI Nabire)

Silahkan Komentar

Komentar Anda

Pages: 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 118 119 120 121 122 123 124 125 126 127 128 129 130 131 132 133 134 135 136 137 138 139 140 141 142 143 144 145 146 147 148 149 150 151 152 153 154 155 156 157 158 159 160 161 162 163 164 165 166 167 168 169 170 171 172 173 174 175 176 177 178 179 180 181 182 183 184 185 186 187 188 189 190 191 192 193 194 195 196 197 198 199 200 201 202 203 204 205 206 207 208 209 210 211 212 213 214 215 216 217 218 219 220 221 222 223 224 225 226 227 228 229 230 231 232 233 234 235 236 237 238 239 240 241 242 243 244 245 246 247