INFO NABIRE

Ketua KNPB Nabire & Dogiyai Sakit Di Tahanan Polres Nabire

Last modified on 2014-11-24 20:52:24 GMT. 0 comments. Top.

1

Ketua Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Wilayah Nabire, Sadrak Kudiay dan Ketua KNPB Dogiyai, David Pigai sedang mengalami sakit di sel tahanan Kepolisian Resort Nabire.

Sadrak Kudiay mengatakan, saat ini, dirinya dan David Pigai sedang mengalami sakit.

“Ketua KNPB Dogiyai saat ini sakit. Dia sakit akibat kakinya yang ditembak polisi. Ada juga tikaman sangkur di otak kecil dan pukulan aparat yang berat,” tutur Sadrak.

Dalam kondisi sakit itu, kata Sadrak, para tahanan KNPB tidak diberikan makanan dan minuman dengan baik. Akibatnya, ia bersama beberapa orang mulai sakit perut dan maag.

“Kami makan juga tidak betul di sini, airnya air sumur. Sudah 4 hari di sini, saya sudah sakit. Makanan yang ada juga pedis jadi sakit maag dari beberapa orang termasuk saya muncul lagi. Kami diperlakukan tidak adil padahal kami ini ditangkap di titik kumpul. Jangankan kami buat anarkis, tangkap saja sebelum mulai aksi, saat kumpul. Tapi, polisi bilang kami anarkis, kapan kami anarkis?” kata Sadrak.

“Kami butuh advokasi dari lembaga-lembaga Hak Asasi Manusia dan Hukum untuk kemanusiaan dan keadilan kami. Kami mau sampaikan pada dunia bahwa kami sedang dibungkam, tidak ada demokrasi, tidak ada keadilan bagi orang Papua. Kami melawan semua yang dilawan oleh dunia tapi kami malah diisolasi,” kata Sadrak.

Diketahui, Ibadah pada Hari Ulang Tahun ke-VI Komite Nasional Papua Barat (KNPB) dan dukungan pembentukan ILWP di Belanda pada 19 September 2014 lalu diwarnai penembakan atas 3 aktivis KNPB di Dogiyai. Sebanyak 22 aktivis, 10 orang dari Nabire dan 12 orang dari Dogiyai ditangkap.

Hingga sore tadi, 10 aktivis KNPB yang terdiri dari 6 aktivis dari Nabire dan 4 aktivis dari Wilayah Dogiyai masih di tahanan. Aktivis dari Nabire adalah Ketua Komisi Luar Negeri, Parlemen Nasional West Papua (PNWP) wilayah Nabire, Yavet Keiya; Ketua KNPB Wilayah Nabire, Sadrak Kudiai; Sekretaris KNPB Wilayah Nabire, Alex Pigay; Koordinator Lapangan Aksi Kalibobo, Agus Tebay; BEM USWIM, Hans Edoway; dan Sekretaris II KNPB Nabire, Deserius Goo.

Sementara 4 aktivis KNPB dari Dogiyai yang masih ditahan di sel Polres Nabire adalah Ketua KNPB Dogiyai, David Pigai; Sekretaris KNPB Dogiyai, Aneas Anou; Juru Bicara KNPB Dogiyai, Marsel Edowai; dan Anggota KNPB, Agus Waine.

(MS)

Peresmian KCP Bank Mandiri Di Kompleks Pertokoan Oyehe Nabire

Last modified on 2014-11-24 16:11:43 GMT. 0 comments. Top.

logo-mandiri

Bank Mandiri terus memperluas jangkauan layanan untuk membuka akses perbankan yang lebih besar bagi masyarakat. Untuk itu, Bank Mandiri membuka kantor cabang baru yakni Kantor Cabang Pembantu (KCP) di kompleks Pertokoan Oyehe Nabire.

Bupati Nabire yang diwakili oleh Sekda Drs Johny Pasande, hadir untuk meresmikan pembukaan KCP Bank Mandiri tersebut. Dalam sambuta Bupati yang dibacakan Drs Johny Pasande, Bupati mengatakan, pembukaan KCP Bank Mandiri di kompleks Pertokoan Oyehe tersebut merupakan langkah yang tepat, sebab kawasan ini merupakan kawasan yang potensial secara ekonomi.  Selain itu Pengembangan kantor Bank Mandiri ini dapat mendorong pertumbuhan ekonomi di Nabire.

Sementara itu, Deputi Kantor Wilayah Bank Mandiri Jayapura, Edison, mengatakan, dibukanya KCP Bank Mandiri di kompleks Pertokoan Oyehe tersebut sudah sesuai pertimbangan dan sudah diketahui bersama bahwa Oyehe sudah sangat maju, oleh karena itu diperlukan KCP untuk membantu melayani masyarakat dalam hal akses perbankan.

Acara yang turut dihadiri oleh para pengusaha, Lurah Oyehe, dan sejumlah muspida, ditandai dengan pengguntian pita dan pemotongan tumpeng.

TNI-AL Akan Mengawasi Penangkapan Ikan Secara Ilegal Di TNTC

Last modified on 2014-11-24 16:09:33 GMT. 0 comments. Top.

teluk-cendrawasih

Untuk mengoptimalkan pengawasan perairan khususnya di perairan Teluk Cenderawasih dan Kwatisore Nabire serta mengawasi penangkapan ikan yang menggunakan bom ikan, patroli keamanan dari TNI-AL  akan membantu mengawasi masyarakat khususnya nelayan agar tidak menggunakan bom ikan saat melakukan penangkapan.

Hal tersebut diungkapkan Lettu (Laut) Hadiyono. Menurut Lettu (Laut) Hadiyono, patroli tersebut untuk mengawasi masyarakat agar menjaga biota laut dan lumbung ikan, sehingga nantinya juga akan berdampak baik bagi peningkatan perekonomian masyarakat serta pariwisata di kawasan tersebut.

Selain itu dikatakan Hadiyono, jangan sampai ada pemboman karena akan merusak terumbu karang yang ada di Papua. Karena kalau terumbu karang rusak, maka itu akan merugikan anak cucu kita. Satu bom yang diledakkan nelayan akan merusakkan 10 meter persegi wilayah terumpu karang. Kalau ratusan bom yang diledakkan,bisa dibayangkan bagaimana kerugiannya.

Dirinya juga meminta kerjasama semua pihak baik itu warga masyarakat, maupun pemerintah agar bisa bekerjasama perlu didukung semua pihak baik warga maupun pemerintah.

Audit Kinerja Serta Pembinaan & Pengawasan Di Pengadilan Agama Nabire

Last modified on 2014-11-24 16:08:13 GMT. 0 comments. Top.

1

Senin, tanggal 17 November 2014 Ketua Pengadilan Tinggi Agama Jayapura Bapak Drs. H. Marsaid, SH,. MH. beserta Ibu Ny. Marsaid dan Panitera/Sekretaris PTA Jayapura Bapak Rusli, SH,. MH,. mengadakan kunjungan ke Pengadilan Agama Nabire dalam rangka Audit Kinerja serta Pembinaan dan Pengawasan. Ketua KPTA yang didampingi Panitera Sekretaris PTA Jayapura, tiba di Nabire Pada pukul 10.30 WIT.

Setibanya di PA Nabire sekitar pukul 10.40 WIT, KPTA Jayapura dan Panitera/sekretaris PTA Jayapura di sambut hangat oleh Ketua dan wakil Ketua Pengadilan Agama Nabire serta para Hakim dan Pegawai di PA Nabire, tak lama kemudian setelah penyambutan tersebut KPTA Jayapura langsung menuju ke ruang Kepaniteraan untuk melakukan pemeriksaan meliputi pemeriksaan laporan perkara, pemeriksaan register perkara beserta register keuangan perkara, dan Panitera/Sekretaris PTA Jayapura menuju ke ruang Kesekretariatan untuk melakukan pemeriksaan di bidang Umum, Kepegawaian dan Keuangan,

Pemeriksaan di PA Nabire di lakukan selama sehari dan keesokan harinya pada tanggal 18 Nopember 2014, KPTA Jayapura mengekspos hasil pemeriksaan yang dilakukan di PA Nabire.

Acara pemberitahuan hasil audit tersebut di laksanakan di ruang sidang utama PA Nabire, dalam acara tersebut, KPTA Jayapura menyampaikan mengenai hasil audit yang telah dilakukannya. Beliau mengatakan, bahwa masih ada temuan-temuan kecil yang perlu kiranya diperbaiki tetapi secara keseluruhan kinerja Pengadilan Agama Nabire saat ini sudah baik, namun demikian diharapkan kedepan agar dapat dipertahankan dan kalau bisa dapat ditingkatkan, kemudian berkenaan dengan register perkara, harus benar-benar diperhatikan dalam pengisiannya, terutama dalam hal menyangkut dengan keuangan perkara, jangan sampai berbeda jumlah saldo buku pembantu keuangan dengan Jurnal induk keungan

Dalam mengakhiri pembicaraanya, KPTA Jayapura berpesan kepada seluruh jajaran aparat Pengadilan Agama Nabire untuk menghindari 5 penyakit, yaitu sulit tersenyum, jarang mengucapkan terima kasih, Tidak bisa menjadi pendengar yang baik, Jarang memberikan penghargaan/apresiasi, Jadi pengguna waktu yang jelek, karena apabila penyakit ini ada dalam diri masing-masing individu pegawai, maka akan merusak citra lembaga tersebut.

Kemudian Panitera/Sekretaris PTA Jayapura dalam penyampaiannya mengatakan untuk memperhatikan suasana yang nyaman dalam melaksanakan tugas dengan melengkapi fasilitas kantor yang memadai, seperti halaman depan kantor yang harus dibenahi, Pass Security dan barang milik Negara yang sudah tidak layak pakai lagi, agar segera dilaporkan untuk dihapuskan, jangan sampai memelihara barang-barang yang sudah rusak.

Ketua Pengadilan Agama Nabire Drs. H. M. Thahir Hi. Salim, MH,. dalam sambutannya di akhir ekspose mengatakan bahwa beliau sangat berterima kasih atas pembinaan dan pengawasan yang dilakukan Ketua Pengadilan Tinggi Agama Jayapura, yang mana hasilnya nanti akan sangat bermanfaat sekali bagi Pengadilan Agama Nabire dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya kedepan. Setelah hasil ekspos tersebut dilanjutkan dengan foto bersama.

(P.A.N)

Anggota KNPB Yang Ditahan Di Polres Nabire Mogok makan

Last modified on 2014-11-23 20:30:02 GMT. 0 comments. Top.

knpb

Sebanyak 10 pengurus KPNPB yang terdiri dari KNPB Dogiyai 4 orang dan KPNPB Nabire 6 orang sejak sabtu kemarin (22/11) memulai mogok makan sebagai bentuk protes atas tindakan aparat polisi di tanah Papua.

“Kami ada mogok makan di sini. Kami tidak mau, kebebasan rakyat Papua diisolasi terus menerus dengan tindakan aparat. Di Nabire Polisi tangkap di titik kumpul, baru mau mulai. Semetara di Dogiyai, acaranya sudah selesai dan saat pengurus KNPB menyerahkan diri langsung main tembak. Apakah ini yang kita bilang demokrasi?” kata Marselus Edoway.

Juru Bicara KNPB Dogiyai, Marselus Edoway mengesalkan, pernyataan Kabidhumas Kepolisian Daerah (Polda) Papua, Kombes Pol Sulistyo Pudjo Hartono, kepada salah satu media lokal Papua yang menegaskan sempat terdengar suara tiga kali tembakan yang diduga berasal dari kerumunan massa dalam aksi yang dilakukan aktivis KNPB.

“Kami hanya ibadah. Kami ini rakyat sipil biasa. Kami dituduh aneh-aneh, dari mana kami punya senjata. Usai ibadah, yang menembak adalah polisi karena mereka yang bawa senjata. Tapi, kami tahu, kami selalu dikriminalisasi sejak lama,” tuturnya.

Konfirmasi dengan Kepolres Nabire terkait kondisi para tahanan tidak membuahkan hasil setelah komunikasi melalui telepon selulernya tak terhubung.

(MS)

Wabup Dogiyai Minta Pemkab Nabire Batasi Peredaran Miras

Last modified on 2014-11-23 20:28:52 GMT. 0 comments. Top.

2

Wakil Bupati Kabupaten Dogiyai, Herman Auwe meminta kepada pemerintah Kabupaten Nabire agar meminimalisir peredaran minuman keras (Miras) di Nabire, karena Nabire merupakan pintu masuk beberapa wilayah kabupaten di pengunungan tengah Papua.

“Saya sangat prihatin dengan peredaran Miras yang banyak mendatangkan petaka. Nabire sebagai kota pelabuhan, menjadi terminal miras di pengungan tengah Papua,” jelas Wakil Bupati Dogiyai, Herman Auwe ketika membuka kegiatan sosialisasi peredaran Miras di Kabupaten Dogiyai, Sabtu (22/11), di Dogiyai.

“Pemerintah Kabupaten Nabire harus berani mengambil kebijakan terkait pencabutan Perda tentang peredaran Miras di Nabire,” tegasnya.

Menurut Herman, Miras mendatangkan berbagai unsur negatif dalam kehidupan manusia.

“Saya minta Bupati Nabire agar memeperhatikan peredaran miras di Nabire, karena Kabupaten tetangga seperti Kabupaten Paniai, Kabupaten Dogiyai, Kabupaten Deiyai, Kabupaten Intan Jaya, Kabupaten Puncak Jaya dan Kabupaten Puncak Papua itu pintu masuk mirasnya tidak lain, melalui Kabupaten Nabire,” kata Auwe.

Lanjut Auwe, bukan hanya distribusikan ke agen-agen di kabupaten, tetapi justru ia juga buka agen di tempat-tempat pertambangan illegal.

“Di tempat tambang emas seperti di Kilo jalan trans Nabire-Paniai, Dogiyai, Deiyai, telah membuka agen penjualan Miras, bahkan juga di areal penambangan emas di Degeuwo pun dibuka agen penjualan Miras dengan harga-harga yang sangat tak terjangkau,” tandasnya.

“Yang lebih penting, uang atau Miras untuk pendapatan asli daerah ataukah berjuta nyawa manusia untuk masa depan Papua yang sedang berjatuhan,” tuturnya.

(Herman Anou/MS)

Sosialisasi Penataan & Pengaturan Kependudukan Papua Di Nabire

Last modified on 2014-11-23 20:28:44 GMT. 0 comments. Top.

1

Anggota Majelis Rakyat Papua (MRP), Aristarckus Marey didampingin staf ahli MRP, Andreas Goo, S.Sos, M.Si dari Kelompok Kerja Adat, Kamis (20/11) menggelar rapat sosialisasi penataan dan pengaturan kependudukan Papua, di aula Dinas PU Kabupaten Nabire.

Dalam sosialisasi dengan peserta dari tokoh adat, tokoh pemuda dan tokoh perempuan itu berlansung sehari dengan sistim tanya jawab. Pada pertemuan itu diberikan kesempatan para tokoh yang hadir untuk menyampaikan hal-hal yang ditemukan di tengah–tengah masyarakat Nabire.

Dikatakan Aristarckus Marey dan Andreas Goo, migrasi manusia pada masa-masa purba dilatar belakangi oleh tujuan bertahan hidup. Namun berbeda dengan migrasi manusia pada abad 12 sampai abad 20.

Tujuan migrasi bergeser cepat dari tujuan penjajahan kepada tujuan politik bangsa-bangsa Eropa dan beriktiar untuk menguasai perubahan orientasi tujuan mobilitas penduduk Eropa dari penjajahan ke politik yang melahirkan konsep penjajahan diatas bumi yang pernah marak.

Sementara migrasi penduduk selain transmigarsi ke Papua ada pula yang bermigrasi ke Papua secara suka rela. Dan ini justru jumlahnya sangat banyak serta dilakukan secara kontinyu dengan menggunakan jalur udara atau laut dan dari berbagai golongan umur.

Usaha–usaha mobilisasi penduduk dengan tujuan politik agar penduduknya melakukan migrasi juga terjadi di Indonesia sejak penjajahan Belanda. Belanda berhasil memindahkan penduduk Jawa ke Sumatra, Kalimantan, Sulauwesi, Maluku, Nusa Tenggara dan ke Suriname akhirnya ada orang Jawa dimana–mana di seluruh Indonesia dan di Suriname.

Masalah kependudukan di Papua berawal dari berintegarsi Papua ke dalam wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) melalui sejumlah asumsi dan kebijakan yang diterapkan di Papua sejak awal integrasi Papua ke dalam NKRI.

Pemerintah berasumsi dan menjadikan wilayah Papua sebagai tujuan penyebaran penduduk yang padat di pulau Jawa dan Madura maupun penduduk yang berasal dari wilayah tandus seperti Timor dan melalui program transmigrasi ribuan penduduk dari Jawa, Madura dan Timor dipindahkan ke sejumlah tempat di Papua. Dengan demikian tingginya pertumbuhan penduduk migran ilegal di Papua.

Bahkan oleh sejumlah pihak disebut–sebut tertinggi di dunia. Hal ini kemudia menjadikan Orang asli Papua yang menjadi obyek utama kebijakan Otsus Papua menjadi minoritas di tanah airnya sendiri. Bahkan menurut data yang sah, jumlah penduduk migran ilegal (orang non asli Papua) kini melampaui jumlah orang asli Papua dan seakan–akan menjadikan wilayah Papua sebagai sebuah wilayah koloni.

Yang lebih ironisnya, pemerintah pusat maupun pemerintah daerah terkesan apatis terhadap masalah. Penduduk non asli Papua dibiarkan leluasa memasuki dan menduduki pembentukan perkampungan/komplek perumahan kumuh oleh para migran ilegal dan menguasai tempat–tempat usaha.

(PPN)

Petugas Karantina Nabire Musnahkan 500 Kg Daging Babi Tanpa Dokumen Dari Penumpang KM Lambelu

Last modified on 2014-11-22 15:04:29 GMT. 0 comments. Top.

index

Setelah beberapa hari lalu menangkap dan memusnahkan 4 ayam bangkok dari Makassar yang ditemukan tanpa dokumen, maka kamis (20/11) lalu, kembali petugas Karantina Wilayah kerja Nabire kembali memusnahkan 500 kg daging babi yang tidak memiliki dokumen lengkap.

Diketahui daging babi tersebut dimiliki oleh salah seorang penumpang KM Lambelu berinisial E (43) yang dibawa dari Bitung Sulut. Petugas menemukan daging tersebut saat sedang melakukan pengawasan barang-barang yang turun dari KM Lambelu.

Karantina Pertanian Wilayah Kerja Nabire, Kamis (20/11) kembali melakukan pemusnahan 500 Kg Daging Babi yang tak disertai dengan dokumen lengkap oleh Pemilik yang belakangan diketahui berinisial E (43). dimana, Daging Babi tersebut di datangkan dari Bitung Sulawesi Utara dengan menggunakan KM. Lambelu. Daging babi tersebut dibungkus dalam sebuah karton yang didalanya diisi cool box.

Pemilik menyadari atas kesalahannya selain tidak memiliki dokumen komoditasnya juga termasuk yang dilarang pemasukannya. Akhirnya, pemilik merelakan komoditasnya untuk dilakukan pemusnahan.

Pemusnahan dilakukan pada hari tu juga, bertempat di halaman Kantor Karantina Pertanian Wilker Nabire Jalan Raya Samabusa Lagari, Samabusa Kampung, dengan cara dibakar dan dikubur, serta bagian yang pernah bersentuhan dengan vector tersebut di semprot dengan desifektan, agar tidak terjadi penyebaran penyakit dibawa oleh media pembawa berupa bahan asal tersebut. Pemusnahan disaksikan oleh, Perwakilan Dinas Peternakan Kabupaten Nabire, KPPP Laut Nabire dan KPLP, serta Sub Den POM Nabire.

 

Inilah Pengakuan Jean Alter Di Mapolres Bandara Soeta Jakarta

Last modified on 2014-11-22 14:18:47 GMT. 0 comments. Top.

jah

(Tersangka Jean Alter/Dok.Rimanews)

Tersangka pembunuh Sri Wahyuningsih (42) yang tewas karena dicekik oleh mantan kekasihnya, Jean Alter Huliselan (JAH) di terminal 2D Bandara Soekarno Hatta pada Sabtu (15/11) lalu, akhirnya sudah tiba di Jakarta setelah diringkus di Nabire.

Jean mengaku awalnya tak ada niatan membunuh Sri.

“Nggak ada motivasi. Nggak ada niat membunuh. Saya hanya emosi,” kata Jean di Mapolres Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng, Tangerang, Sabtu (22/11/2014).

Jean mengaku kesal karena Sri terus menuduhnya selingkuh. Ibu 2 anak ini juga meminta hubungan keduanya diputuskan dan mengusir Jean dari mobilnya.

“Sebagai manusia, saya menyesal (membunuh),” ucapnya dengan kepala tertunduk dan dibungkus penutup muka warna hitam ini.

Jean enggan menceritakan kisahnya lebih jauh. Ia mengaku hanya akan menceritakannya kepada penyidik.

“Saya ceritakan semuanya ke penyidik. Tanya saja sama penyidik,” tuturnya.

Atas perbuatannya tersebut, Jean dijerat pasal 338 KUHP dengan ancaman pidana 15 tahun penjara. Jika ia terbukti melarikan harta mantan kekasihnya tersebut, Jean juga akan dijerat dengan pasal tambahan.

“Kalau terbukti membawa barang-barang korban, tersangka juga akan dijerat pasal 365 KUHP,” ujar Kasat Reskrim Polres Bandara Soekarno Hatta, Kompol Azhari Kurniawan.

Dari informasi yang dihimpun, JAH memiliki nama asli Jean Alter Huliselan, kelahiran Papua tahun 1981. JAH sendiri sudah memiliki istri dan dua orang anak. Pertemuan dan jalinan hubungan asmara di antara keduanya berlangsung saat mereka sama-sama bekerja di sebuah kafe.  JAH juga disebut-sebut anak seorang dosen di Universitas Pattimura, Maluku.

Seperti diketahui Sri Wahyuningsih juga telah memilik dua anak namun belakangan ini sedang dalam proses percairan dengan suaminya. Bahkan saat ditemukan tewas Rabu 19 November lalu, harusnya Sri menghadapi gugatan cerai di Pengadilan Agama Jakarta Timur.

Bensin Eceran Di Nabire Tembus 15 Ribu Per Liter

Last modified on 2014-11-21 15:45:20 GMT. 0 comments. Top.

topi-miring

Kenaikan harga premium dan solar, sangat berdampak di Nabire. Selain berimbas kepada harga sembako, juga berimbas pada harga bensin eceran yang biasanya di Nabire dijual di botol maupun jerigen.

Ketika dicek di lapangan, didapati ada yang menjual 15 ribu per liter (botol), padahal sebelum kenaikan harga BBM jenis premium dan solar, bensin eceran dijual 10 ribu per botol.

Hal ini sangat dikeluhkan warga yang tidak kebagian bensin di SPBU, mereka terpaksa harus mengeluarkan kocek 15 ribu untuk membeli bensin literan di pinggir jalan.

Sebenarnya kenaikan eceran bensin tidak membuat warga keberatan, tetapi kenaikan hingga 15 ribu per liter dianggap sangat memberatkan warga Nabire. Warga Nabire meminta kepada instansi terkait agar bisa menertibkan harga bensin eceran karena dianggap sangat merugikan masyarakat.

Silahkan Komentar

Komentar Anda

Pages: 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 118 119 120 121 122 123 124 125 126 127 128 129 130 131 132 133 134 135 136 137 138 139 140 141 142 143 144 145 146 147 148 149 150 151 152 153 154 155 156 157 158 159 160 161 162 163 164 165 166 167 168 169 170 171 172 173 174 175 176 177 178 179 180 181 182 183 184 185 186 187 188 189 190 191 192 193 194 195 196 197 198 199 200 201 202 203 204 205 206 207 208 209 210 211 212 213 214 215 216 217 218 219 220 221 222 223 224 225 226 227 228 229 230 231 232 233 234 235 236 237 238 239 240 241 242