INFO NABIRE

Memasuki Hari Ketiga, Mubes Pencegahan HIV/AIDS & Pemberantasan Miras Berlangsung Lancar

Last modified on 2014-11-19 15:21:59 GMT. 0 comments. Top.

234

(Dok.Nabirekab)

Musyawarah Besar (Mubes) pencegahan HIV/AIDS dan pemberantasan minuman keras yang diselenggarakan di Gedung Kristus Raja Siriwini, Nabire, sudah memasuki hari ketiga (19/11), dan berjalan dengan aman dan lancar.

Beberapa materi yang diberikan diantaranya materi tatanan budaya 7 suku, materi publikasi HIV/AIDS di wilayah MEEPAGO,  dan materi Infeksi Menular Seksual (IMS) sebagai pintu masuk HIV/AIDS. Setelah penyajian materi, dilanjutkan dengan tanya jawab dan diskusi yang dimoderasi oleh Norberthus Mote S.E M.Si.

Kemudian dilanjutkan dengan materi “Apakah HIV/AIDS kutukan Tuhan” yang dibawakan oleh Pastor Nato Gobay.

Pembukaan Raker Teknis Dinas Tanaman Pangan & Hortikultura Se-Papua Tahun 2014 Di Nabire

Last modified on 2014-11-19 15:18:40 GMT. 0 comments. Top.

123

Merupakan suatu kebanggaan bagi Kabupaten Nabire yang dipercaya menjadi tuan rumah untuk menyelenggarakan Rapat kerja Teknis Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Se-Provinsi Papua Tahun 2014.

Kegiatan yang dibuka oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Nabire Drs.Johny Pasande mewakili Gubernur provinsi Papua ini dihadiri Sekretaris Dinas Tanaman Pangan & Hortikultura Provinsi Papua Ir.Ricky P.C.Wowor,M.si, Ketua Panitia Rapat Kerja Teknis Dinas Tanaman Pangan & Hortikoltura Se-Provinsi Papua Tahun 2014 Ir.Abubakar, Unsur Pimpinan Daerah Kabupaten Nabire, Kepala Dinas Pertanian & Perkebunan Kabupaten/Kota Se Provinsi Papua, Kepala Dinas Pertanian & Perkebunan Kab.Nabire Yasor Victor Sawo,SP,M.Si, para peserta perwakilan Kabupaten/Kota Se Provinsi Papua dan undangan lain untuk mengevaluasi pelaksanaan program/kegiatan Tanaman Pangan & Hortikultura Se-Provinsi Papua tahun 2014 dan memantapkan rencana program/kegiatan Tanaman Pangan Hortikultura Se-Propinsi Papua tahun 2015.

Bahwa sebentar lagi kita akan memasuki tahun 2015 yang merupakan tahun kedua RPJMD Provinsi Papua tahun 2013-2018. Untuk itu RKPD tahun 2015 nanti sangat penting untuk memastikan target Makro RPJMD Provinsi Papua tahun 2013-2018 dapat tercapai dalam proses mewujudkan ”Papua Bangkit Mandiri dan Sejahtera”, demikian sambutan Gubernur Provinsi Papua yang di bacakan Sekda Kabupaten Nabire.

Lanjutnya, selain target Makro, Prioritas Pembangunan Papua selama lima tahun kedepan yang penting adalah Gerbang Mas Hasrat Papua atau Gerakan Bangkit Mandiri dan Sejahtera Harapan seluruh rakyat Papua, dalam rangka itulah Pemberdayaan ekonomi lima tahun kedepan diprioritaskan pada Program Strategis Pemberdayaan Ekonomi dan Kelembagaan Kampung (Prospek).

Kegiatan yang ditargetkan untuk 103 orang peserta, terdiri dari 45 orang dari Dinas Tanaman pangan Dan Hortikultura Propinsi Papua dan 58 orang dari Dinas Pertanian Kabupaten / Kota se-propinsi papua rencananya akan ditutup tanggal 20 November 2014 di Sub Balai Kampung Bumi Raya SP 1 Nabire.

(Nabirekab)

Data Pengidap HIV/AIDS Di Nabire Capai 4268 Orang, Pemerintah Bertekad Tanggulangi Masalah Ini

Last modified on 2014-11-18 19:29:06 GMT. 1 comment. Top.

mubes

(Gubernur bersama Bupati Nabire dan sejumlah Pejabat pada kegiatan Mubes/Dok.Nabirekab)

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Nabire, Yulian Agapa mengatakan, hingga pertengahan tahun 2014, jumlah pengidap penyakit HIV/AIDS di Nabire, Papua, semakin meningkat, dan sudah mencapai 4.268 orang.

“Jika rinciannya dibagi dalam suku, maka 2.628 orang suku Mee, 380 orang suku Dani, 100 orang suku Moni, dan sisanya berasal dari suku-suku lain,” kata Agapa, saat menjadi pemateri dalam Musyawarah Besar (Mubes) pencegahan Miras dan penanggulangan HIV/AIDS di wilayah adat Mee-Pago, Selasa (18/11/2014) siang, di Gedung Gereja Katolik Kristus Raja, Siriwini, Nabire, Papua.

Menurut Agapa, dari data yang dimiliki Dinas Kesehatan dan Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Wilayah Nabire, jumlah penderita HIV/AIDS dari suku Mee mencapai 53%.

“Ini data orang Mee yang melakukan pemeriksan di Nabire, baik mereka yang berasal dari Dogiyai, Deiyai, Paniai, dan Intan Jaya,” kata Agapa, Selasa (18/11/2014), saat menjadi pemateri dalam Musyawarah Besar (Mubes) pencegahan Minuman Keras (Miras) dan penanggulanan HIV/AIDS di Gereja Katolik Kristus Raja, Siriwini, Nabire, Papua.

Jika dirincikan berdasarkan usi penderita, menurut Agapa, kelompok dikisaran usi 25–39 tahun berada diatas angka 50%, sedangkan berdasarkan klasifikasi pekerjaan, petani berada di urutan pertama, kemudian disusul ibu rumah tangga.

“Saya juga tidak tahu kenapa petani ada di urutan pertama, tapi karena mungkin tekanan sosial yang meningkat setiap hari, frustasi, kemudian mudah mudah melakukan tindakan yang mendatangkan penyakit,” ujar Agapa.

Agapa menambahkan, sejauh ini di Kabupaten Nabire, ibu hamil yang telah memeriksaan diri ke Rumah Sakit sudah mencapai 3.000 orang, dan beberapa diantaranya positif HIV/AIDS.

“Saat kami lakukan pemeriksaan, ada 83 ibu hamil yang positif HIV. Kami sedang melakukan pendampingan dan pengobatan agar dapat menolong mereka,” kata Gobay.

Sementara itu, Wakil Bupati Nabire, Mesak Magai, yang juga Ketua KPA Nabire mengatakan, komitmen pemerintah dan masyarakat dalam memberantas Miras sangat dibutuhkan, agar bahaya HIV/AIDS tidak terus mengancam orang Papua.

“Miras salah satu pemicu untuk mendatangkan HIV/AIDS. Mata rantai Miras harus diputuskan, yakni menghentikan ijin Miras, sekaligus memperkuat Perda yang sudah pernah dibuat pemerintah,” kata Magai.

Secara umum, Magai melihat ada lima persoalan yang dapat ditimbulkan jika dipengaruhi oleh Miras, yakni maraknya perampokan, kekerasan rumah dalam tangga, meningkatnya virus HIV/AIDS, dan kejahatan di tempat umum.

“Lima hal ini saya lihat terjadi di Kabupaten Nabire, dan sangat memprihatinkan. Harus ada komitmen bersama untuk memberantas Miras dan mencegah penyebaran penyakit HIV/AIDS,” kata Magai.

Magai juga mendesak para Bupati di enam Kabupaten di Wilayah Adat Mee-Pago untuk bersama-sama komitmen dengan surat pernyataan kesepakatan bersama yang telah ditanda tangani 17 November 2014 kemarin.

“Kalau mau mata rantai itu diputuskan, maka para Bupati dan pimpinan daerah di wilayah adat Mee-Pago komitmen dengan surat kesepakatan yang dibuat kemarin, apalagi Gubernur sudah ikut menandatanganinya,” kata Magai.

Dalam sesi pemaparan materi siang tadi, tampak hadir juga Kepala Dinas Kesehatan Paniai, Intan Jaya, Dogiyai, Kepala KPA Provinsi Papua drh. Constant Karma, dan berbagai tamu undangan lainnya.

(O.P/SP)

Gubernur Papua Minta Bandara Wanggar Nabire Segera Dipercepat Proses Pembangunannya

Last modified on 2014-11-18 19:29:42 GMT. 0 comments. Top.

1

Saat berkunjung ke Nabire pada hari senin (17/11), Gubernur Papua Lukas Enembe menginginkan agar Bandar Udara kaladiri Wanggar segera dipercepat proses pembangunannya, karena Nabire merupakan daerah yang menjadi penopang bagi beberapa kabupaten di Pegunungan Tengah Papua.

Dikatakan Lukas Enembe, selama ini transportasi udara ke wilayah pegunungan tengah juga turut ditopang dari Bandara Sentani Jayapura, oleh karena itu Gubernur Lukas Enembe yang meninjau langsung Bandara Kaladiri Wanggar memerintahkan kepada Dinas Perhubungan Provinsi Papua agar segera berkoordinasi dengan Kementerian perhubungan agar bisa dibantu melalui dana APBN.

Menurut Lukas Enembe, Bandara Kaladiri Wanggar sangat strategis dalam mendukung percepatan pembangunan di wilayah pegunungan tengah.

Gubernur yang berkunjung dan mengecek langsung proses pembangunan bandara Kaladiri Wanggar juga ditemani oleh Bupati Nabire Isaias Douw, Ketua MRP Timotius Murib, Kepala Dinas Perhubungan Papua Yusuf Yamba, dan sejumlah muspida dari Nabire.

Sementara itu menurut Kepala Dinas Perhubungan Papua, Yusuf Yamba, ada beberapa syarat-syarat yang harus dilengkapi Pemkab Nabire, terutama tentang status lahan bandara, proses administrasi dan dokumen amdalnya, dan beberapa hal teknis di bandara yang harus diperbaiki. Namun, hal  itu semua sudah disepakati Bupati Nabire Isaias Douw dan tinggal diusulkan Kepala Dinas Perhubungan kepada Kementerian Perhubungan. Kemudian akan mendapatkan kepastian pengalokasian anggaran dari sektor APBN. Setelah dapat kepastian itu, dilakukan yang namanya kesepakatan kerjasama  untuk percepatan atau MoU antara pemkab,  provinsi dan pusat.

Kadishub mengatakan saat ini yang dikerjakan dalam APBD provinsi dan kabupaten dari sisi udaranya, yakni total panjang yang sudah dilaksanakan provinsi 1500 meter,  sedangkan yang dilakukan oleh kabupaten sepanjang 1000 meter, sehingga totalnya 2.500 meter.

Diharapkan 2015 ini dalam konteks peningkatan sampai dengan total 2500 meter yang direncanakan bisa selesai, dari sisi udara dari runway sampai appround. Untuk sisi daratnya, parkir, ruang tunggu, terminal dan lainnya, sehingga masih banyak yang harus dikerjakan.

Dari Nabire, Gubernur Papua Lanjutkan Kunjungan Kerja Ke Paniai

Last modified on 2014-11-18 15:50:35 GMT. 0 comments. Top.

222

Gubernur Papua Lukas Enembe menggunakan helikopter ketika melanjutkan kunjungan kerjanya ke Kabupaten Paniai, setelah berkunjung ke Kabupaten Nabire. Gubernur Lukas bertolak dari Nabire ke Paniai, Selasa pagi, setelah sebelumnya membuka Musyawarah Besar HIV/AIDS dan pemberantasan minuman keras pada Senin (17/11).

Musyawarah HIV/AIDS dan pemberantasan minuman keras itu berlangsung sejak 17 – 20 November 2014, yang digelar di Gedung Gereja Kristus Raja Siriwini, Nabire.

Pada momentum musyawarah itu, Gubernur Papua mengimbau tiga bupati di wilayah adat Meepago bersatu dan saling membantu dalam menjalankan tugas.

“Para bupati di wilayah adat harus bersatu dan saling membantu, tidak boleh mengambil kebijakan sendiri di wilayah kepemimpinannya masing-masing,” kata Lukas.

Wilayah adat Meepago meliputi daerah Kabupaten Nabire, Kabupaten Paniai, Kabupaten Dogiyai, Kabupaten Deiyai, Kabupaten Intan Jaya dan Kabupaten Mimika.

Ketiga bupati yang diajak oleh Gubernur Papua agar bersatu yakni Bupati Paniai Hengki Kayame, Bupati Nabire Isaias Douw dan Bupati Deiyai Dance Takimai.

“Harus bersatu, tidak boleh satu pejabat bilang ini wilayah saya, sehingga tidak boleh diatur tidak menerima masukan apapun,” ujarnya.
Mantan bupati Puncak Jaya itu juga meminta kepada para bupati agar tidak main-main dalam menjalankan tugas yang diemban.

“Jangan main-main dalam bekerja, tidak boleh makan gaji buta tanpa bekerja, jangan hanya tinggal saja begitu di rumah lalu makan gaji buta,” ujarnya.

Setelah berkunjung ke Paniai, dijadwalkan Gubernur Lukas akan mengunjungi Kabupaten Mimika, Distrik Ilu, Kabupaten Puncak Jaya lalu kembali ke Jayapura.

Gubernur membawa serta sejumlah pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait, serta wartawan, dalam serangkaian kunjungan kerja ke beberapa kabupaten di bagian tengah Pulau Papua itu.

Disnasketrans Nabire Gelar Pelatihan Servis Sepeda Motor Selama 2 Minggu

Last modified on 2014-11-18 15:04:31 GMT. 0 comments. Top.

3

Persoalan ketenagakerjaan di Indonesia masih belum biasa ditanggulangi secara tuntas disebabkan berbagai hal, diantaranya: tingginya jumlah pencari kerja serta tenaga kerja yang tersedia belum maksimal. Bukan bermaksud untuk merendahkan kemampuan tenaga kerja kita, namun dengan dikirimnya begitu banyak tenaga kerja ke luar negeri yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga membuktikan bahwa tenaga kerja yang tersedia ketrampilannya belum maksimal.

Untuk itu Sejalan dengan visi Bupati Nabire yaitu Peningkatan Sumber Daya Manusia, Pemerintah Kabupaten Nabire dibawa Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi menyelenggarakan Pelatihan Servis Sepeda Motor. Diharapkan peserta yang mengikuti pelatihan agar disiplin dan belajar dengan sungguh-sungguh karena keberhasilan akan ditentukan oleh diri sendiri dan apabila pelatihan ini telah selesai agar ketrampilan yang sudah didapatkan lebih ditingkatkan lagi. Kita berharap kedepannya ada bengkel yang pemilik atau tenaga kerjanya berasal dari masyarakat asli papua.

Demikian sambutan Asisten Bidang Pemerintahan Drs.I Wayan Mintaya pada Acara Pembukaan Peserta Diklat Bagi Pencari Kerja Servis Sepeda Motor Jumat 14 November di Aula Diklat Jl. Pepera Nabire. Kegiatan ini dihadiri oleh kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi dr.Daniel Lumangkun, Ketua panitia Pelatihan servis Sepeda Motor Melianus Koutoki, S.E, M.Si, para peserta pelatihan dan undangan lain.

Adapun tujuan kegiatan tersebut adalah untuk mengurangi angka pengangguran dan masyarakat miskin menyiapkan tenaga kerja yang terampil dan berkualitas, meningkatkan kualitas dan kuantitas sumber daya manusia yang terampil, serta tersedianya pencari kerja yang berbasis kompetensi.

Kegiatan yang ditargetkan untuk 40 peserta ini sasarannya pada masyarakat pengangguran dan masyarakat miskin dan rencananya akan diselenggarakan selama kurang lebih 2 minggu.

(Nabirekab)

Badan Percepatan Pembangunan Kawasan Papua Gelar Pertemuan Bahas Masalah Pembangunan Di Wilayah MEEPAGO

Last modified on 2014-11-18 14:57:29 GMT. 0 comments. Top.

pake52

Badan Percepatan Pembangunan Kawasan Papua, senin kemarin (17/11), menggelar pertemuan di ruang pertemuan kantor Bupati Nabire membahas koordinasi penyelesaian masalah di wilayah adat MEEPAGO, dan dibuka oleh Ir Sukadi atas nama Bupati Nabire Isaias Douw.Sos.

Tujuan pertemuan ini adalah untuk membicarakan masalah-masalah pembangunan sekaligus memperkenalkan Lembaga Instansi Adat Badan Percepatan Pembangunan Kawasan Papua sebagai lembaga yang mengkoordinir kerjasama diantara semua pihak dalam mewujudkan misi pemprov Papua “Papua Mandiri Bangkit Sejahtera.”

Pertemuan ini diikuti oleh para Kepala Bappeda di wilayah adat MEEPAGO, para pelaku dunia usaha, LSM, dan tokoh-tokoh adat. Dan menjadi nara sumber adalah Kepala Bappeda Nabire, Frence The S.Ip, dan Kepala Badan Percepatan Pembangunan Kawasan Papua, Yosep Mote SE. ME.

Di akhir pertemuan, diserahkan hasil diskusi oleh Ketua LMA kabupaten Nabire, Ayub Kowoy, tentang penyelesaian masalah di wilayah adat MEEPAGO yang diterima Asisten II Ir Sukadi yang selanjutnya akan diberikan kepada Kepala Badan Percepatan Pembangunan Kawasan Papua, Yosep Mote SE. ME.

(RRI Nabire/Y.P)

 

Mahasiswa Semester Akhir Asal Nabire Tuntut Janji Bupati Nabire Terkait Dana Studi

Last modified on 2014-11-18 11:35:53 GMT. 0 comments. Top.

mahasiswa-papua

Ratusan mahasiswa asal kabupaten Nabire yang sedang menyusun skripsi, PKL dan KKN di berbagai kota studi seluruh Indonesia masih menunggu janji dari pemerintah kabupaten Nabire khususnya Bupati tentang bantuan dana kepada mahasiswa.

Menurut para mahasiswa, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nabire tiap tahun biasanya mengucurkan dana kepada mahasiswa semester akhir seperti pada jaman Bupati Drs.A.P Youw, namun hal itu saat ini tinggal kenangan.

Dana pendidikan bagi mahasiswa tugas akhir tersebut diberikan untuk meringankan beban mahasiswa yang sedang susun tugas akhir/skripsi, yudisium dan wisuda. Tetapi mulai tahun 2010 sampai tahun 2014 , mahasiswa asal kabupaten Nabire yang kuliah di beberapa Kota Studi seluruh indonesia, hingga sekarang belum menerima bantuan tersebut.” Kata Inbertus Pigai salah satu perwakilan mahasiswa.

Solidaritas mahasiswa se-Indonesia yang berasal dari Nabire, menuntut dana pendidikan bagi mahasiswa semester akhir, dimana tuntutan tersebut dilakukan melalui demo pada 10 november lalu.

Menurut Inbertus, bulan oktober sebelumnya, mahasiswa sudah adakan demo di depan kantor Bupati Nabire, tanggapan dari Bupati Isaias Douw,S.Sos bahwa dana untuk pendidikan sudah habis.

Dikatakan Inbertus, mahasiswa asal Nabire masih belum tau tentang dana pendidikan yang di anggarkan oleh pemkab Nabire, karena selama massa jabatan Bupati Isaias Douw dalam 5 tahun kami masih belum terima dana pendidikan tersebut ke seluruh kota studi di Indonesia

“Bila tak ada respon sampai penelitian kami keluar, maka kami mahasiswa menyatakan masih akan mempersoalkan bantuan dana itu. Kami harus dapat, karena itu adalah hak kami yang telah dianggarkan oleh pemerintah daerah,” tegas Inbertus.

(ZD)

Pemprov Papua Alokaskan 97 Miliar Untuk Pelayanan Kesehatan Di Papua

Last modified on 2014-11-18 11:35:09 GMT. 0 comments. Top.

222

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua mengalokasikan anggaran sebesar Rp 97 miliar untuk membiayai pelayanan kesehatan di wilayah paling timur Indonesia itu.

“Pada 2015, Pemprov Papua berencana mencairkan anggaran sebesar Rp 97 miliar untuk pelayanan kesehatan,” kata Gubernur Papua, Lukas Enembe, saat menyampaikan sambutan dalam musyawarah besar pencegahan HIV/AIDS dan pemberantasan minuman keras di Nabire, Papua, Senin kemarin (17/11).

Menurut Gubernur Lukas, masing-masing kabupaten di wilayah adat Meepago direncanakan mendapat Rp 1 miliar untuk kesehatan. Wilayah adat Meepago meliputi Kabupaten Nabire, Kabupaten Paniai, Kabupaten Dogiyai, Kabupaten Deiyai, Kabupaten Intan Jaya, dan Kabupaten Mimika.

“Anggaran sudah disiapkan oleh pemerintah provinsi, tinggal komitmen dari para bupati di daerah masing-masing,” ujarnya.

Selain anggaran, katanya, Pemprov Papua juga berencana mengembangkan beberapa rumah sakit regional, di antaranya Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Biak, RSUD Merauke, RSUD Nabire, RSUD Abepura, dan RSUD Youwari di Sentani, Kabupaten Jayapura.

“Para bupati diharapkan menyiapkan tempat untuk pembangunan rumah sakit guna kelancaran pelayanan kesehatan,” ujarnya.

Mantan bupati Puncak Jaya itu mengatakan, khusus untuk rumah sakit Nabire, tinggal disepakati apakah rumah sakit itu dikembangkan atau dibangun baru.

Setelah penyampaian sambutan, Gubernur Lukas membuka mubes dengan memukul tifa pertanda kegiatan dibuka dan dilanjutkan dengan pembukaan kain papan nama kegiatan. Dalam kesempatan itu, Gubernur Lukas juga menandatangani prasasti peresmian Gedung Gereja Kristus Raja Siriwini Nabire.

Selain itu juga dilakukan penandatangan pemutusan minuman keras (miras) di wilayah adat Meepago oleh enam bupati, yakni bupati Nabire, Paniai, Deiyai, Dogiyai, Intan Jaya, dan Mimika.

(BS)

Enam Bupati Di Wilayah Meepago Tandatangani Kesepakatan Pemberantasan Miras & Penanggulangan HIV/AIDS Pada Mubes Di Nabire

Last modified on 2014-11-17 15:58:09 GMT. 0 comments. Top.

MS

Enam Bupati Wilayah Papua Tengah Barat (Wilayah Adat Meepago), Kabupaten Nabire, Dogiyai, Deiyai, Paniai, Intan Jaya, dan Mimika menandatangani sebuah kesepakatan bersama untuk pemberantasan minuman keras dan penanggulangan HIV/AIDS pada acara pembukaan Musyawarah Besar (Mubes) di Gereja Kristus Raja, Siriwini, Kabupaten Nabire Papua, Senin (17/11/14).

Penandatanganan kesepakatan bersama disaksikan oleh Guberur Provinsi Papua, Lukas Enembe; Ketua Majelis Rakyat Papua (MRP), Timotius Murib; Ketua DPRP Papua yang diwakil Ruben Magai; sejumlah pejabat provinsi; pejabat dari 6 kabupaten; dan ribuan warga Meepago.

Kesepakatan ini baru ditandatangani oleh 3 Bupati, yakni Bupati Nabire, Isaias Douw, S.Sos; Bupati Paniai, Hengky Kayame, S.H.; dan Bupati Deiyai, Dance Takimai, A.Ks. Sementara, tiga Bupati lain, yakni Bupati Dogiyai, Drs. Thomas Tigi; Bupati Intan Jaya, Natalis Tabuni, S.S., M.Si; Bupati Mimika, Eltinus Omaleng tidak hadir pada kegiatan ini dan belum sempat menandatangani kesepakatan.

Usai ditandatangani 3 Bupati, Gubernur Papua juga membubuhkan tanda tangan sebagai ungkapan dukungan atas kesepakatan tersebut. “Saya mendukung kesepakatan ini, para Bupati harus bersatu dan selamatkan masyarakat kita,” pinta Gubernur.

Ketua Panitia Mubes, Pastor Nato Gobay mengatakan, pihaknya akan mendekati 3 Bupati yang belum menandatangani kesepakatan tersebut.

“Kami akan dekati. Kalau mereka sayang masyarakatnya, maka mereka harus tanda tangan dan jalankan kesepakata ini bersama-sama,” kata Pastor Nato.

Kesepakatan Para Bupati Wilayah Meepago Provinsi Papua

Pada hari Senin, Tujuh Belas November Dua Ribu Empat Belas di Gereja Katolik Kristus Raja Siriwini Kabupaten Nabire, kami yang bertanda tangan di bawah ini bersepakat bersama bahwa:

SATU: Kami para Bupati siap dan bersedia membrantas penyakit sosial masyarakat minuman keras dan HIV/AIDS di Wilayah Adat Meepago, 6 Kabupaten di Provisni Papua.

DUA: Kami para Bupati bersama masyarakat di Kabupaten kami masing-masing akan menerapkan sebagai program prioritas utama, termasuk mem-Perda-kan di daerah dalam rangka menyelamatkan masyarakat adat di wilayah adat Meepago, 6 Kabupaten Provinsi Papua.

TIGA: Kami para Bupati siap dan bersedia menerima hasil keputusan Musyawarah Besar ini untuk dilaksanakan di Kabupaten kami masing-masing,

Demikian kesepakatan ini kami buat dengan sepenuh hati untuk mewujudkan Visi Papua Bangkit, Mandiri dan Sejahtera.

Keputusan ini kami buat dan disaksikan oleh Tuhan Yang Maha Kuasa, Alam Papua, dan Masyarakat Papua, semoga Tuhan menolong kita yang bersepakat.

Bupati Nabire, Isaias Douw, S.Sos

Bupati Paniai, Hengky Kayame, S.H.

Bupati Deiyai, Dance Takimai, A.Ks

Bupati Dogiyai, Drs. Thomas Tigi

Bupati Intan Jaya, Natalis Tabuni, S.S., M.Si

Bupati Mimika, Eltinus Omaleng.

(Y.D/MS)

Silahkan Komentar

Komentar Anda

Pages: 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 118 119 120 121 122 123 124 125 126 127 128 129 130 131 132 133 134 135 136 137 138 139 140 141 142 143 144 145 146 147 148 149 150 151 152 153 154 155 156 157 158 159 160 161 162 163 164 165 166 167 168 169 170 171 172 173 174 175 176 177 178 179 180 181 182 183 184 185 186 187 188 189 190 191 192 193 194 195 196 197 198 199 200 201 202 203 204 205 206 207 208 209 210 211 212 213 214 215 216 217 218 219 220 221 222 223 224 225 226 227 228 229 230 231 232 233 234 235 236 237 238 239 240 241 242 243 244 245 246 247