Mengenal Wisata Tracing Your Roots di Papua

(Mengenal Wisata Tracing Your Roots di Papua)

Jayapura – Di tengah terpuruknya industri pariwisata akibat pandemi covid-19, ada harapan baru untuk memulihkannya, salah satunya adalah wisata minat khusus tracing your roots.

Saat ini di Belanda, Suriname, dan Kaledonia Baru sedang ngetrend gerakan tracing your roots, yaitu bernostalgia mencari jejak leluhur dan sejarah keluarga Indo-Belanda di Indonesia.

Gerakan tracing your roots ini dilakukan oleh generasi milenial keturunan Indo-Belanda atau keturunan diaspora Indonesia. Keturunan diaspora Jawa banyak dijumpai di Suriname dan Kaledonia Baru, Pasifik Selatan.

Untuk di Belanda, mereka adalah generasi ke-3, yang orang tua atau kakeknya direpatriasi ke Belanda setelah Indonesia merdeka atau generasi ke-2 yang orang tuanya bermigrasi ke Belanda setelah peralihan kekuasaan Belanda ke Indonesia di Papua tahun 1962.

Para generasi milenial ini berbekal arsip, catatan keluarga dan cerita yang diwariskan turun temurun, mereka datang ke Indonesia untuk menelusuri jejak asal usul leluhur mereka, berkunjung ke keluarga, berkunjung ke situs-situs candi dan situs-situs bangunan indis, melihat tradisi batik, wayang dan merasakan kuliner Indische rijsttafel. Mereka bangga leluhur mereka berasal dari daerah tropis Indonesia yang indah.

Situs-situs bangunan indis ini merupakan hasil perpaduan arsitektur Indonesia dan Eropa, dapat dilihat pada kota-kota tua di Indonesia.

Mereka juga ingin merasakan kuliner Indische rijsttafel yang dilantunkan oleh Wieteke van Dort yang berjudul Geef Mij Maar Nasi Goreng atau Beri Saja Aku Nasi Goreng.

Kuliner Indische rijsttafel terdiri atas nasi goreng, lontong, ketan, sate, kerupuk, kue lapis, onde-onde, sambel goreng, wedang sekoteng, tahu petis, klappertart dan sebagainya.

Untuk keturunan Maluku-Belanda, mereka datang ke Ambon pada bulan Agustus setiap tahunnya. Selain mengunjungi keluarga mereka juga senang menikmati kuliner khas Maluku dan Papua yaitu papeda dan ikan kuah kuning.

Setelah berkunjung di Maluku, sebagian mereka datang ke Papua terutama ke daerah yang orang tua atau kakeknya dulu pernah bertugas antara lain Merauke, Jayapura, Wamena, Fakfak, kemudian berlanjut ke Sorong dan berakhir di Raja Ampat.

[Nabire.Net/Hari Suroto]


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *