Mengenal Sosok Paul Yaam, Antropolog Senior Papua Yang Pernah Bergabung Dengan Mambesak

(Paul Yaam/Dok.Nabire.Net)

(Paul Yaam/Dok.Nabire.Net)

Jayapura – Orang Papua siapa yang tak kenal dengan grup musik legendaris Papua, Mambesak. Mambesak adalah grup seni budaya Papua yang dibentuk pada tahun 1978 oleh Arnold Ap. Mambesak hadir untuk mengangkat persoalan politik di Papua melalui seni budaya.

Grup Mambesak sendiri berisi para mahasiswa Antropologi Universitas Cendrawasih Papua. Dari sejumlah anggota Mambesak, satu diantaranya adalah Paul Yaam.

Paul Yaam adalah seorang antropolog senior di Papua. Ia sendiri merupakan mahasiswa angkatan pertama di jurusan Antropologi Uncen, pada tahun 1977. Saat itu jurusan antropologi Uncen baru dibuka dengan nama jurusan Linguistik Antropologi, Fakultas FISIP.

Paul Yaam dibimbing langsung oleh Koentjaraningrat, bapak Antropologi Indonesia. Ia menjadi salah satu penulis dalam buku Membangun Masyarakat Majemuk Irian Jaya (1979), dengan editor Koentjaraningrat.

Selama kuliah, Paul Yaam aktif dalam kegiatan seni budaya Papua, pada 1985 ia ikut bergabung menjadi anggota grup Mambesak, grup seni budaya ini memiliki semboyan ‘Menyanyi untuk Hidup dan Menari untuk Hidup’.

Selain itu, Paul Yaam aktif mengikuti penelitian antropologi dan arkeologi, baik dengan peneliti Indonesia maupun peneliti Belanda.

Pada tahun 1988, Paul lulus dari Uncen, ia kemudian bekerja sebagai kurator di Museum Negeri Provinsi Papua. Dalam puncak karirnya ia pernah menjadi Kepala Museum Negeri Provinsi Papua selama dua periode masa jabatan.

Paul kemudian pensiun tahun 2011. Ia selanjutnya mengabdikan diri sebagai dosen luar biasa di Institut Seni dan Budaya Indonesia (ISBI) Tanah Papua, Jayapura hingga saat ini. Dan ia mengasuh mata kuliah Seni budaya Papua.

[Nabire.Net/Hari.Suroto]


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *