‘Mengangkat Potensi Ekonomi Rakyat Meepago Papua’

Berhubung ada pasar terbuka lebar, mari ajak petani bersama dengan aparat pemerintah daerah dalam hal ini pejabat yang menangani perkebunan, bahu membahu mengembangkan kopi dengan berbagai aneka produk dan cita rasa.

Para pecinta kopi khususnya jenis arabika pasti mengetahui bahwa salah satu hasil perkebunan dari Papua ini memiliki cita rasa dan aroma khas yang sangat diminati oleh masyarakat mancanegara.

Kelebihan kopi arabika hasil perkebunan Papua ini adalah tumbuh subur secara alami tanpa menggunakan pupuk kimia dan tidak terasa asam karena memiliki kadar yang rendah sehingga aman diminum bagi semua orang.

Kopi arabika dari Papua ini tumbuh di daerah pegunungan Dogiyai, Deiyai, Paniai, Intan Jaya, Puncak Jaya, Wamena, Tolikara, Pegunungan Bintang dan Jayawijaya dengan ketinggian 1.600 meter di atas permukaan laut sehingga memiliki aroma dan cita rasa yang khas serta dapat digolongkan organik berdasarkan proses pertumbuhan secara alami.

Sayangnya, produksi kopi arabika ini belum banyak dan tidak dapat memenuhi kebutuhan pasar secara meluas karena pengelolaannya yang masih kurang maksimal.

Untuk itu, Selaku putra daerah yang selama ini bergerak di pergerakan Pengembangan Kopi Papua mengharapkan proaktif dari semua pihak. Proaktif dimaksud mulai identifikasi dan perencanaan pengembangan kopi dari hilir ke hulur. Apalagi Berhubung ada pasar terbuka lebar, mari ajak petani bersama dengan aparat pemerintah daerah dalam hal ini pejabat yang menangani perkebunan, bahu membahu mengembangkan kopi dengan berbagai aneka produk dan cita rasa.

Oleh karena itu kami ajak semua masyarakat yang lahannya memungkinkan untuk ditanami kopi, mulailah bertani karena ini merupakan komoditas yang sangat menjanjikan. Mengingat Kini permintaannya cukup tinggi di pasaran, hal ini bisa terlihat di mana-mana bisnis kopi mulai marak, bahkan bermunculan kafe-kafe yang selain menawarkan “wifi” gratis juga cita rasa kopi yang nikmat

Selain itu Produk perkebunan kopi itu memang terbilang unik, sehingga jika produksinya sedikit itu akan susah untuk dipasarkan, pasalnya para pembeli lebih meminati kopi dalam jumlah yang besar.

Mengapa perlu tanam kopi lagi ? jika ada kopi misalnya satu atau dua Kontainer maka itu makin mudah dipasarkan apalagi dari Papua, tapi kalau adanya cuma sekarung dua karung itu memang agak susah dipasarkan.

Selain kopi, Papua juga memiliki hasil perkebunan lain yang berkualitas baik seperti kakao atau coklat yang pangsa pasarnya tidak hanya di dalam namun juga di luar negeri.

Pemerintahan wilayah Meepago Papua terus mendorong kakao dan kopi menjadi komoditas ekspor seperti halnya kayu di Nabire. Saya melihat Wilayah Meepago, layak dikembangkan Kopi, Buah Merah dan Kakao.

Mengapa pemerinta di wilayah Meepago perlu bersinergi untuk membangun, karena Wilayah Meepago memiliki potensi komoditi lokal yang luar biasa karena wilayah Meepago juga sekarang menjadi Masyaraat Ekonomi Asean (MEA).

*Andrias Gobai (Penulis adalah Tokoh Pemuda Meepago dari Dogiyai)

[Nabire.Net]


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *