Mengaku Disuntik ODHA, Seorang Bocah Dilarikan ke RSUD Merauke

Masyarakat di Kabupaten Merauke dibuat gempat dengan pengakuan seorang siswa kelas II SD Agustinus Banpel Merauke, MK bahwa dirinya telah disuntik oleh salah seorang ODHA (penderita HIV/AIDS) ketika sedang bersama beberapa temannya  menuju ke kamar mandi.

Setelah mengaku telah disuntik seorang ODHA, para guru pun langsung mengambil langkah dengan melarikan bocah ingusan itu ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Merauke guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut oleh tim medis.

Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan, tidak ditemukan adanya suntikan, meskipun terdapat bintik merah di betis bagian kirinya.

Selasa (8/10) sekitar pukul 10.00 Wit, ratusan orang berdatangan di SD Agustinus Bampel termasuk juga orangtua dari anak-anak. Bahkan Kapolres Merauke, AKBP Patrige Renwarin harus turun tangan untuk melakukan pengecekan lebih lanjut dan berkomunikasi secara langsung bersama bocah itu.

Berti Patipelohi, salah satu orangtua yang ditemui menuturkan, begitu mendengar informasi jika ada salah seorang ODHA menyuntik ke salah seorang anak di SD Agustinus Bampel, dirinya pun bergerak datang ke sekolah, sekaligus memastikan lagi. Karena anaknya juga sekolah di SD itu. “Terus terang, kami sebagai orangtua merasa sangat resah dengan adanya informasi ODHA sedang berkeliaran,” ujarnya.

Dia berharap agar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Merauke bersama aparat kepolisian segera menyikapi dengan melacak lebih lanjut kebenaran informasi dimaksud. “Ya, kalau benar ada ODHA sedang berkeliaran dan menyusup masuk di sekolah-sekolah, agar harus ditangkap dan diamankan. Sehingga tidak membuat orangtua menjadi panik,” pintanya.

Secara terpisah Kepala Sekolah (Kepsek) SD Agustinus Bampel, Sr. Rusnayu Siregar membenarkan  jika ada pengakuan dari salah seorang bocah di SD itu yang telah disuntik seorang ODHA. “Kami tidak menunggu lama lagi dan seketika langsung membawanya ke rumah sakit agar dilakukan pemeriksaan oleh petugas medis,” katanya.

Diakui jika dengan pengakuan  murid Kelas II itu, kegiatan belajar mengajar tidak dapat dilanjutkan lagi. Padahal, sedang berlangsung ulangan. “Kita sudah bawa Mike ke rumah sakit untuk diperiksa. Tetapi tidak ada bekas suntikan di bagian tubuhnya. Sehingga langsung dipulangkan ke sekolah. Ya, wajar saja jika orangtua menjadi sangat panik,” ujarnya.

(Sumber : Papuapos)

Silahkan Komentar

Komentar Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

[+] monkey emoticons by andreasandre Modified from nartzco source code.