Melihat Kembali Kasus Penganiayaan Yang Terjadi Di Dogiyai 13 Agustus 2019

(Korban penganiayaan di Dogiyai saat mendapatkan perawatan di Puskesmas Moanemani/Foto.Istimewa)

Dogiyai – Beberapa waktu lalu terjadi kasus penganiayaan di kampung Mauwa Distrik Kamuu, kabupaten Dogiyai, Selasa malam (13/08). Akibat kejadian ini, beberapa warga mengalami luka-luka dan salah satu rumah warga mengalami pengrusakan dan penjarahan.

Berdasarkan informasi hasil penelusuran Nabire.Net, kejadian ini bermula saat pihak kepolisian mencoba melakukan pengamanan terkait kasus pemerasan di Pasar Baru Ekemanida, selasa sore.

Dalam pengamanan ini, polisi menahan salah seorang warga yang diketahui mabuk, atas nama Marten Tebai. Ia diamankan di Polsek Kamuu.

Buntut dari kejadian ini, salah seorang korban atas nama Amidin dicegat oleh sekelompok orang di jembatan Mauwa. Korban kemudian dianiaya dan mengalami luka robek di bahu kiri dan punggung kanan Selanjutnya korban lari menuju ke arah Moanemani untuk mengamankan diri di salah satu rumah warga.

Korban kemudian meminta bantuan warga atas nama Aco untuk dibawa ke Puskesmas. Usai mengantar korban Amidin, saksi Aco kemudian pulang.

Namun dalam perjalanan pulang, saksi Aco menemukan korban lain atas nama Firman sedang berjalan dari arah Mauwa hingga kantor BPKAD Dogiyai, dalam kondisi tertancap panah. Korban kemudian ditolong oleh Aco dan dibawa ke Puskesmas Moaenemani.

Aco kemudian melaporkan kejadian ini kepada pihak kepolisian di Polsek Kamu. Kemudian polisi melakukan pendataan korban. Dari keterangan korban diketahui warga yang menganiaya dirinya meminta agar pihak kepolisian melepaskan Marten Tebai yang ditahan di Polsek Kamu.

Kapolsek Kamu kemudian memerintahkan anggota untuk melepaskan Marten Tebai dan dibawa pulang.

Pada malam harinya sekitar pukul 19.45 Wit, korban lain atas nama Zulkifli yang merupakan anggota Polres Paniai juga menjadi korban penganiayaan di kampung Mauwa.

Saat kejadian korban baru tiba dari Enarotali. Ketika sampai di kampung Mauwa, tiba tiba dari arah belakang mobil menyalip salah satu mobil dan memaksa mobil korban menepi.

Saat mobil korban berhenti, kemudian korban Zulkifli dihampiri pelaku dan pelaku memukul korban dengan menggunakan batu, setelah mendapat penganiayaan korban menuju ke Puskesmas guna mendapatkan perawatan.

Sekitar pukul 22.00 Wit, kembali warga lain atas nama Medi Lebang melaporkan kejadian pengrusakan dan penjarahan rumah tempat ia tinggal yang dimiliki Nober Tangkeallo.

Menurut keterangan Medi kepada pihak kepolisian, kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 19.00 Wit. Saat itu warga belasan orang merusak pagar samping rumah dan melempari kaca rumah.

Warga kemudian masuk dan menjarah isi rumah tersebut. Beruntung Medi yang ketakutan berhasil melarikan diri. Anggota Polsek Kamu kemudian mendatangai TKP guna memeriksa kondisi TKP.

Selain itu berdasarkan informasi masyarakat, Komandan Koramil 1705-07/Obano, Lettu inf Andi Tekege, juga menjadi korban penganiayaan. Namun belum ada rilis informasi lengkap penyebab terjadinya penganiayaan terhadap Danramil.

(Danramil 1705-07 Obano/Foto.Antonius)

Pihak kepolisian sendiri masih melakukan penyelidikan terkait hal ini.

Sementara korban Firman yang terkena panah dirujuk selasa malam ke RSUD Nabire menggunakan Ambulans Puskesmas Moanemani.

[Nabire.Net]



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *