Mahasiswa Nabire Masih Penasaran Mengapa Dana Bantuan Pendidikan Tak Pernah Dialokasikan Pemkab Nabire

(Dok.Edmondus.Madai)

Nabire – Hingga saat ini, mahasiswa kabupaten Nabire yang menempuh studinya diluar Nabire masih penasaran dan terus mempertanyakan dana pendidikan bagi mereka baik yang berkaitan dengan beasiswa maupun dana pemondokan.

Salah satunya yang mempertanyakan hal tersebut adalah Edmondus Madai, mahasiswa UNCEN Jayapura. Kepada Nabire.Net melalui pesan singkatnya, Edmondus mempertanyakan dimana dana bantuan bagi mahasiswa yang sering dijanjikan pemerintah kabupaten Nabire.

Dikatakan Edmondus, sejak 2015 hingga saat ini, mahasiswa asal Nabire tidak mengetahui kemana dana pendidikan tersebut dialokasikan dan berapa jumlahnya.

“Kami tuntut hak kami sebagai mahasiswa, bantuan dana studi akhir dan pemondokan tidak jelas sampai saat ini (belum diketahui) kepada kami mahasiswa kabupaten Nabire. Akibat ketidakjelasan terkait dana bantuan beasiswa dan pemondokan tersebut, banyak Mahasiswa/i terutama yang tidak mampu biaya dalam studinya saat ini terlantar, maka kesulitan baginya sehingga tidak bisa tertolong dalam perkuliahan. Selain itu seluruh Mahasiswa gagal kuliah. Rata-rata ekonomi orang tua kami lemah untuk membiayai anaknya”, ujar Edmondus Madai.

Selain itu, ia juga menegaskan bahwa dana bantuan beasiswa dan pemondokan bukan milik Pemda, sehingga tidak bisa begitu saja dihabiskan, tapi harus digunakan untuk SDM sebagai prioritas utama.

Edmondus juga menyindir janji pemerintah kabupaten Nabire melalui Bupati Isaias Douw pada tahun 2017 yang mengatakan akan menganggarkan dana bantuan pendidikan di tahun 2018. Hal itu dikatakan Bupati pada Sidang Paripurna DPRD bulan Agustus 2017.

(Baca Juga : Dana Bantuan Pendidikan Bagi Mahasiswa Nabire Akan Menggunakan Dana Tahun Anggaran 2018)

Namun hingga saat ini realisasinya tak pernah ada. Hal inilah yang membuat mahasiswa mempertanyakan kemana dana tersebut, jika memang tidak dialokasikan untuk dana bantuan pendidikan, lalu digunakan untuk apa.

“Cara kerja pemerintah harus perbaiki sesuai mekanisme. Mengapa saya angkat hal itu, Karena tidak transparansi dana beasiswa dan studi akhir maka kami mahasiswa/i asal kabupaten Nabire merasa malu terhadap Mahasiswa kabupaten lain. Kabupaten lain selalu terima dana (TA) dan pemondokan setiap tahun. Contohnya mahasiswa Jayapura, Dogiyai. Maka itu pemerintah kabupaten Nabire bentuk tim khusus dan langsung jalan setiap kota studi baik Se-Jawa Bali, Sulawesi, Kalimantan hingga Papua untuk mengambil data serta aspirasi dari mahasiswa yang dibutuhkan,” pungkas Edmondus.

[Nabire.Net]


2 Responses to Mahasiswa Nabire Masih Penasaran Mengapa Dana Bantuan Pendidikan Tak Pernah Dialokasikan Pemkab Nabire

  1. Musa Boma berkata:

    Dana habis bikin gedung dibelakang kantor Bupati Nabire jadi tungguh anggaran tahun depan adik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *