Lokakarya Penguatan Hak-Hak Perempuan Papua Di Kampung Sima, Distrik Yaur, Nabire

Lembaga Swadaya Masyarakat Pusaka bekerjasama dengan KPKC GKI Sinode dan Suku Yerisiam Nabire menggelar lokakarya dan pelatihan penguatan hak-hak perempuan papua, jumat 10 November 2017 di kampung Sima, Distrik Yaur, Nabire.

Sebagai pemateri dalam kegiatan ini yaitu Pdt. Magda Kafiar. Dirinya mengatakan, kehadiran proyek pembangunan dan pemanfaatan sumber daya alam berskala besar di tanah Papua telah menimbulkan masalah sosial budaya, ekonomi, hukum dan lingkungan.

Masyarakat adat Papua (laki-laki dan perempuan) yang sebelumnya hidup sangat tergantung pada sumber daya alam setempat yang dikelola berdasarkan pengetahuan dan kebutuhan masyarakat setempat, terpaksa atau dipaksa berubah mengikuti pengetahuan dan budaya ekonomi baru, system kerja dan managemen organisasi modern yang dikendalikan pemilik modal dan berdasarkan hukum-hukum negara.

Masyarakat kehilangan hutan dan tanah dalam tempo yang cepat, kehilangan mata pencaharian, pendapatan menurun yang mempengaruhi kemampuan dan kwalitas konsumsi pangan, Pendidikan dan pemenuhan kebutuhan dasar lainnya.

Perubahan tersebut juga mendatangkan ketegangan dan konflik antara penduduk setempat dan penduduk dari luar yang baru datang, berkonflik dengan perusahaan dan pemerintah. Kaum perempuan lah yang mengalami dan menjadi korban kekerasan dan diskriminasi dari perubahan-perubahan tersebut. Perempuan tidak dilibatkan dalam pengambilan keputusan pelepasan hak atas tanah, tidak dapat pembagian dari kompensasi, menjadi korban kekerasan fisik dan psikis di rumah dan tempat kerja, mereka kehilangan sumber pangan berkwalitas sehingga berpengaruh pada kesehatan, dan sebagainya.

Perempuan mengalami kekerasan berlapis-lapis dari rumah, di lingkungan kerja sebagai buruh, hingga hak-haknya sebagai warga di kampung. Pemerintah Provinsi Papua juga telah memiliki Peraturan Daerah Nomor 8 Tahun 2013 tentang penghapusan kekerasan terhadap perempuan dan anak hal ini perlu disosialisasikan kepada perempuan papua dikampung-kampung.

Ditempat yang sama, Gunawan Inggeruhi dari Suku Yerisiam mengatakan, tujuan kegiatan ini guna membangun pemahaman & persepsi bersama terhadap perlindungan atas hak-hak perempuan dan buruh perempuan dan mendorong serta memperkuat inisiatif perempuan dalam mengembangkan inovasi usaha ekonomi yang bersumber dari sumber daya alam setempat dan dikelola secara berkelanjutan.

Ibu Amelia Akubar sebagai salah seorang peserta Sosialisasi ini, mewakili mama-mama mengatakan dirinya sangat berterimakasih atas kegiatan ini karna ini pertama kali mereka ibu-ibu dikampung Sima mengikuti kegiatan yang menjelaskan tentang hak-hak perempuan. Dia berharap juga agar pemerintah daerah seperti Dinas Pemberdayaan Perempuan dapat mencontohi kegiatan ini.

[Nabire.Net]


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *