Layanan Indihome Ikut Dibatasi, Warga Nabire Tinggal Berharap Pada Astinet Dan VSAT

(Layanan internet di Papua yang sementara dibatasi pemerintah)

Nabire – Sejak dibatasi Kominfo dari tanggal 21 Agustus 2019, hingga saat ini jaringan internet di Papua masih belum dapat diakses oleh warga, termasuk warga Nabire.

Sebelumnya, warga Nabire masih bisa mengakses layanan Indihome milik Telkom. Namun sejak selasa (27/08), layanan Indihome di seluruh Nabire sama sekali tidak bisa digunakan.

(Baca Juga : Pemblokiran Internet Di Papua Tuai Kecaman Dari Warga Nabire Dan Berbagai Pihak)

Salah seorang warga Kalibobo Nabire, Steven Oei mengaku tidak bisa menggunakan Indihome sejak senin siang (26/08). Walaupun perangkat miliknya masih bisa melakukan ping koneksi internet, namun ia tidak bisa berselancar di dunia maya.

Demikian halnya dengan warga Nabire lainnya, Fajar, yang sejak selasa pagi (27/08) sudah tidak bisa menggunakan layanan Indihome miliknya.

Berbeda dengan pengguna Indihome, pengguna layanan Astinet yang merupakan layanan premium milik Telkom masih bisa mengakses internet hingga saat ini. Seperti penuturan Agus kepada Nabire.Net, selasa malam.

Namun Agus sendiri merasa khawatir apakah layanan Astinet akan terus bertahan hingga kebijakan pembatasan internet selesai ataukah akan bernasib sama seperti Indihome.

Selain layanan Astinet, layanan internet lainnya yang bisa digunakan di Nabire adalah layanan melalui satelit (VSAT).

Salah satu penyedia layanan VSAT di Nabire, Ubiqu, hingga saat ini tidak terpengaruh dengan kebijakan pembatasan internet di Nabire. Bahkan layanan Ubiqu mensupport beberapa warnet yang ada di Nabire seperti Glory Net yang berlokasi di Kali Harapan.

Namun untuk menikmati layanan Astinet maupun VSAT, warga Nabire perlu merogoh kocek lebih banyak dibanding layanan biasanya seperti layanan data Telkomsel maupun Indihome. Sehingga warga terpaksa memilih warnet untuk mengakses internet.

Terkait sampai kapan kebijakan pembatasan internet akan berakhir, Nabire.Net mencoba menanyakan kembali Corporate Communications Telkomsel Regional Papua Maluku, Muhammad Kadri, selasa malam.

Kata Kadri, hingga saat ini Telkomsel bergantung dan tunduk sepenuhnya kepada kebijakan yang dikeluarkan Kominfo. Sehingga selama kebijakan tersebut masih berlaku, maka Telkomsel belum bisa mengaktifkan kembali layanan data milik mereka, terkecuali layanan voice maupun pesan singkat yang sejak awal tidak dibatasi.



Sementara itu, merujuk pada statement yang dikeluarkan oleh VP Corporate Communication Telkomsel Pusat, Denny Abidin, terkait pembatasan layanan data internet milik Telkomsel di Papua, pada hari senin (26/08), Telkomsel menghormati aksi penyampaian pendapat yang disampaikan sejumlah perwakilan elemen masyarakat di Papua mengenai perlambatan akses layanan data di Papua.

Mengacu pada siaran pers nomor 159/HM/Kominfo/08/2019 pada tanggal 23 Agustus 2019, mengenai pemblokiran sementara layanan Data Telekomunikasi di propinsi Papua dan Papua Barat, masih berlanjut hingga suasana Tanah Papua kembali kondusif dan normal, maka Telkomsel sebagai operator penyedia layanan telekomunikasi Senantiasa tunduk dan patuh untuk menjalankan setiap keputusan yang telah ditetapkan pemerintah.

(Baca Juga : Kominfo RI Blokir Sementara Layanan Data Telekomunikasi Di Seluruh Papua)

Telkomsel terus melakukan pemantauan kualitas layanan secara berkala hingga nanti diputuskan oleh pemerintah untuk pemulihan akses layanan data.

Sedangkan untuk layanan telpon dan sms Telkomsel, hingga saat ini masih berjalan secara normal.

[Nabire.Net]


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *