KPU Nabire Gelar Rakor Penyusunan DPTb & DPK Pemilu 2019 Bersama PPD & PPS

Nabire – Bertempat di Ruang Gebana Gereja Sion Kampung Harapan Nabire, telah dilaksanakan kegiatan Rapat Koordinasi Tahapan Pemilu, penyusunan Daftar Pemilih Tetap Tambahan (DPTb) & Daftar Pemilih Khusus (DPK) Pemilu 2019, yang dilaksanakan KPU Nabire, Kamis (14/02).

Hadir dalam kegiatan ini, Komisioner KPU Nabire, para anggota Panitia Pemilihan Distrik (PPD) dan Panitia Pemungutan Suara (PPS) se-Nabire.

Kegiatan Rapat Koordinasi ini dimaksudkan untuk menyempurnakan Daftar Pemilih Pemilu 2019, dimana daftar pemilih terbagi dalam 3 kategori yaitu Daftar Pemilih Tetap (DPT), Daftar Pemilih Tetap Tambahan (DPTb) & Daftar Pemilih Khusus (DPK), sesuai PKPU Nomor 37 Tahun 2018 tentang Penyusunan Daftar Pemilih di Dalam Negeri.

Kepada para peserta Rakor, KPU Nabire menjelaskan bahwa DPTb ini adalah data pemilih yang telah terdaftar dalam DPT di suatu TPS yang karena keadaan tertentu pemilih tidak menggunakan haknya untuk memilih di TPS tempat yang bersangkutan terdaftar dan memberikan suara di TPS lain. Dengan kata lain, pindah memilih.

Sementara DPK adalah data pemilih yang tidak terdaftar sebagai pemilih dalam DPT dan DPTb, tapi memenuhi syarat sebagai pemilih. Dalam mengurus DPTb, pemilih harus menunjukkan KTP-el atau surat keterangan dan salinan bukti telah terdaftar sebagai pemilih dalam DPT.

Kalau ada warga Nabire yang ingin pindah memilih ke luar Nabire, yang bersangkutan harus melapor kepada PPS atau KPU setempat untuk mendapatkan surat pemberitahuan pindah memilih dengan menggunakan formulir A.5-KPU yang akan digunakan untuk memilih di TPS lain, paling lambat 30 hari sebelum hari pemungutan.

Sedangkan untuk pemilih dari luar Nabire yang sudah terdaftar dalam DPT daerah asal tapi ingin pindah memilih ke Nabire, dalam hal ini pemilih tidak bisa mengurus A.5 di daerah asal, tapi bisa langsung mengurus di KPU tujuan.

Lebih lanjut dijelaskan, dalam PKPU Nomor 37 Tahun 2018 pasal 36 ayat (3), keadaan atau kondisi tertentu pemilih memilih di TPS lain, alasannya antara lain menjalankan tugas pada saat pemungutan suara, menjalani rawat inap di rumah sakit atau puskesmas dan keluarga yang mendampingi, penyandang disabilitas yang menjalani perawatan di panti sosial/rehabilitasi, menjalani rehabilitasi narkoba, menjadi tahanan di rutan atau lapas, atau terpidana yang sedang menjalani hukuman penjara, tugas belajar/menempuh pendidikan menengah atau tinggi,  pindah domisili, tertimpa bencana alam, dan atau bekerja di luar domisilinya.

Sementara berkenaan dengan DPK, pemilih yang tidak terdaftar sebagai pemilih dalam DPT dan DPTb ini dapat menggunakan hak pilihnya pada hari pemungutan suara dengan menunjukkan KTP-el. Pemilih DPK didaftar di TPS sesuai dengan alamat yang tertera dalam KTP-el. Berdasarkan SK KPU RI Nomor 227.

Penyusunan DPK secara berjenjang mulai dari PPS hingga pusat dilakukan pada 16 Desember 2018 sampai dengan 17 April 2019. Untuk DPTb, tahapannya 16 Desember 2018 sampai 18 Maret 2019. Pengumuman DPTb, 19 Maret 2019 sampai 17 April 2019.

Selain itu, terkait pemilih DPTb dalam menggunakan haknya untuk memilih, mereka mendapat surat suara calon anggota DPR apabila pindah memilih ke daerah kabupaten/kota lain dalam satu provinsi dan di daerah pemilihannya; calon anggota DPD jika pindah memilih ke kabupaten/kota lain dalam satu provinsi; pasangan capres dan cawapres jika pindah memilih ke provinsi lain atau pindah memilih ke suatu negara.

[Nabire.Net]


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *