Kontingen Papua Raih Juara 3 Umum Pada Jambore Pasraman Nasional IV Yogyakarta

123

Kontingen Provinsi Papua berhasil mengharumkan nama Papua pada Jambore Pasraman Nasional IV, yang berlangsung di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, 25-29 Juli 2016. Kontingen yang membawa 15 orang peserta pada 9 cabang lomba ini berhasil memboyong 3 kejuaraan, yaitu juara 3 lomba Yoga Asanas Putra, juara 3 lomba Mantram Tri Sandhya, dan juara harapan 3 lomba Yoga Asanas Putri. Adapun juara umum diraih oleh kontingen Provinsi Bali.

Membanggakan, bahkan jika mengingat tidak semua provinsi bisa memperoleh kejuaraan biarpun hanya satu posisi, demikian komentar penanggung jawab kontingen I Gusti Made Sunartha, S.Ag., MM., di ballroom Hotel Sheraton Yogyakarta, tempat digelarnya acara penutupan yang dihadiri Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, (29/7).

Hal ini diamini Ketua Kontingen Didik Widya Putra, SE., MM., dan official I Wayan Wira Adnyana, S.Ag., yang juga menjelaskan bagaimana kerja keras latihan dijalani peserta sejak 3 bulan sebelum ajang bagi para pelajar pasraman Hindu se-Indonesai ini digelar. Kerja keras juga dilakukan para guru pendamping yang berasal dari berbagai sekolah di Jayapura dan Nabire.

Untuk diketahui, peserta Yoga Asanas putra dan putri, selain belajar agama di Pasraman Santiniketan, kompleks Pura Surya Agung Bhuvana, Skyline, juga merupakan pelajar pada SMU 4 Jayapura. Mereka adalah I Gusti Ngurah Krisna Yoga, I Gusti Ketut Adisuta Mahendra, Ni Kadek Nanda Ari Rianti, Komang Jyotir, Ni Nengah Maytri, Ni Made Satya Devi Puspaningrum. Sedangkan I Dewa Gede Dika Suastrawan merupakan pelajar pada SMU 3 Jayapura.

Untuk pemenag juara 3 Lomba Mantram Tri Sandhya lebih membanggakan lagi karena merupakan siswa yang masih sangat muda, kelas 2 Pasraman Sutasoma Nabire, setara kelas 2 SD pada umumnya. Kedua peserta pasangan lomba Mantram Tri Sandhya ini adalah Anang Yudha Sasmita, dan Ganesha Sijuwita Cahyono.

Sebagai informasi tambahan, Pembimas Hindu Kanwil Kementerian Agama Provinsi Papua sekaligus penanggung jawab kontingen I Gusti Made Sunartha menjelaskan bahwa Adi Widya Pasraman Sutasoma Nabire, setingkat Sekolah Dasar, merupakan pasraman formal pertama di Indonesia. Sekarang sudah dibuka juga Pratama Widya Pasraman Sutasoma, setingkat Taman Kanak-Kanak. Jadi Pasraman Sutasoma Nabire adalah sekolah satu atap menggunakan sistem boarding school (sekolah berasrama). Pasraman formal diatur dengan Peraturan Menteri Agama (PMA) Nomor 56 Tahun 2014.

Dengan PMA Nomor 56 Tahun 2014 tentang Pendidikan Keagamaan Hindu, kita menyongsong pasraman formal. Saya mengpresiasi Dirjen Bimas Hindu yang sigap mempersiapkan agar memfasilitasi pendirian pasraman formal. Demikian antara lain yang disampaikan Menteri Agama dalam sambutannya menutup Jambore Pasraman Nasional IV.

(Dewi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *