Konferensi Sinode Kingmi Diundur Pelaksanaannya Tahun 2021

(Rapat Kerja (Raker) IV Sinode Kingmi di tanah Papua)

Mimika – Bertempat di Gedung Eme Neme Yauware Mimika, telah dilaksanakan Rapat Kerja (Raker) IV Sinode Kingmi di tanah Papua, dari tanggal 25-28 Februari 2020.

Kegiatan Raker ini diikuti oleh para peserta yang berasal dari seluruh Klasis Kingmi se-Papua, dari 13 Koodinator.  Sementara agenda kegiatan Raker diisi dengan Ibadah, Seminar, Rapat Pleno, Rapat Perumusan dan penutupan.

Ibadah penutupan sendiri dilaksanakan pada hari Jumat (28/02), dipimpin oleh Presiden Gereja GIDI, Pdt. Dorman Wandikbo, S.Th, MA.

(Baca Juga : Sinode Kingmi Akan Fokus Pada Konferensi Sinode 2020 Serta Situasi Di Papua)

Dalam raker ini juga dilakukan pelantikan Evangelis dari Vycaris dan pelantikan Pendeta dari Evangelis, serta pergantian antar waktu beberapa pengurus klasis yang sudah meninggal dunia.

Saat diwawancarai awak media mengenai pergeseran iman yang terjadi akhir-akhir ini, Pdt. Dorman Wandikbo menegaskan, nilai rohani di dalam injil itu masih ada, yangg bergeser hanya generasi atau anak muda saat ini. Sementara bagi orang tua dulu, mereka masih memegang kuat Injil.

Oleh karena itu menurut Pdt. Dorman, gereja harus berperan dalam melakukan penginjilan jilid kedua, kepada para pemuda dan anak, karena mereka inilah yang dikhawatirkan akan mengalami pergeseran iman.

“Anak-anak muda dan generasi saat ini perlu diajarkan tentang doktrin dan Firman Allah, sementara untuk orang tua, mereka cukup melakukan pemulihan iman. Penekanannya adalah pengajaran yang penting. Dengan pengajaran maka generasi muda akan kuat menghadapi tantangan di masa mendatang, salah satunya pergeseran iman tersebut”, beber Wandikbo.

Sementara itu di tempat yang sama, Ketua Sinode Gereja Kingmi di Tanah Papua, Pdt. DR. Benny Giay, Ph.D, mengatakan, tidak menutup kemungkinan kedepannya setiap pertemuan dan acara resmi bahkan Konferensi Kingmi, akan menggunakan bahasa Papua.

Hal itu kata Benny, sebagai suatu bentuk keragaman budaya di Papua, sehingga bahasa Papua bisa digunakan dan didengar kedepannya di acara-acara resmi.

Lanjut Benny, selama 3 hari, pihaknya menggumuli sejumlah persoalan penting baik di masa 50 tahun pertama Kingmi, maupun 50 tahun kedua Kingmi yang dimulai dari 2012 sampai sekarang.

Ia menyoroti perubahan besar yang dilakukan pemerintah melalui pembangunan yang berdampak kurang baik bagi orang asli Papua, seperti transmigrasi, benturan budaya, suku dan etnis, serta kondisi orang Papua yang belum siap menerima pembangunan.

Sedangkan menurut Wakil ketua I Panitia Pelaksana Konferensi Sinode di Tanah Papua Pdt. Menas Mayau, S.T, Raker ini untuk memastikan bahwa Konferensi Sinode Kingmi di Tanah Papua dimundurkan pelaksanaannya ke bulan Februari 2021.

Hal itu menurutnya karena ada pelaksanaan PON 2020 di Papua, dimana panitia PON diantaranya Bupati Mimika dan Bupati Puncak. Maka Jemaat menghargai keduanya dan menunda pelaksanaan Konferensi hingga Februari 2020.

[Nabire.Net/Ones Yobee]



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *