Kominfo Nabire : Implementasi FO Palapa Ring Timur Menunggu Kesiapan Vendor

(Proyek Palapa Ring Timur)

Jakarta – Proyek Palapa Ring Timur telah diresmikan Oktober lalu oleh Presiden Joko Widodo di Istana Negara Jakarta. Lalu sudah sejauh mana implementasinya di kabupaten Nabire ?

Nabire.Net mencoba menggali informasi dari pihak Dinas Komunikasi & Informatika kabupaten Nabire, sebagai pemegang kebijakan di daerah.



Kepada Nabire.Net, kamis siang (21/11), Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika kabupaten Nabire, Drs. Suwardi M.Si, menuturkan, implementasi FO Palapa Ring Timur di Nabire tinggal menunggu kesiapan para vendor.

(Baca Juga : Layanan Data Telkomsel Nabire Sudah Via FO Palapa Ring Timur Sejak 11 November 2019)

Menurut Suwardi, informasi tersebut disampaikan pihak PT. Mora Telematika Indonesia (Moratel) sebagai pemenang tender SKKL Palapa Ring Timur kepada Dinas Komunikasi dan Informatika kabupaten Nabire.

Sedangkan teknis lebih detail di lapangan hingga saat ini, masih belum diketahui secara persis oleh Dinas Kominfo Nabire.

Sebagai informasi, dari seluruh tarif sewa proyek Palapa Ring baik Palapa Ring Barat, Tengah dan Timur, tarif termahal untuk teknologi serat optik ada di Palapa Ring Timur yang menghubungkan Nabire, Ransiki, Raisei, Botawa, Serui, Biak, Sorendiweri, dan Manokwari.

Harga yang dibanderol untuk teknologi serat optik Palapa Ring Timur dengan kapasitas 1 Gbps sebesar 69 juta, semeentara 10 Gbps sebesar 552 juta per bulannya.

(Baca Juga : Harga Sewa FO Palapa Ring Termahal Se-Indonesia Melintasi Nabire)

Mahalnya harga sewa Palapa Ring Timur di Nabire dan beberapa wilayah lainnya di Papua disebabkan besarnya modal untuk pembangunan infrastruktur telekomunikasi.

Dibandingkan dengan Palapa Ring Tengah dan Palapa Ring Barat, kondisi geografi di wilayah timur Indonesia lebih menantang, sehingga memerlukan usaha lebih untuk membangun jaringan tulang punggung serat optik.

[Nabire.Net]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *