Kominfo Gandeng Majelis Santri Indonesia Dan BAKTI Gelar Sosialisasi Pengelolaan Dan Pemanfaatan Teknologi Informasi Dan Komunikasi Di Ponpes Daarul Fikri Nabire

Infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi yang dibangun pemerintah hendaknya dimanfaatkan masyarakat tidak hanya sebagai alat komunikasi namun lebih dari itu adalah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat itu sendiri.

Terkait hal itu, Kementerian Komunikasi Dan Informatika, bekerjasama dengan Majelis Pesantren Indonesia dan BAKTI (Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi) melaksanakan Sosialisasi Pemberdayaan Masyarakat Dalam Pengelolaan & Pemanfaatan Teknologi Informasi Dan Komunikasi yang dikemas dalam program bertajuk Santripreneur.

Acara tersebut dilaksanakan di Pondok Pesantren Daarul Fikri, Bumi Wonorejo, Distrik Nabire, kabupaten Nabire, Kamis (11/10).

Hadir dalam acara ini, Asisten I Setda Nabire, La Halim S.Sos, Kepala Dinas Kominfo Nabire, Drs. Suwardi M.Si, Ketua Umum Majelis Pesantren Indonesia, KH Ahmad Sugeng Utomo, Ketua Yayasan Santripreneur Indonesia, KRT Noor Wahyudi, Kanit Bimnas Polsek Nabire Kota, Ipda Nasirun, Ketua Yayasan Ponpes Daarul Fikri Nabire, H. Budiono, para pembina dan pengasuh ponpes serta para santri dari Ponpes Daarul Fikri Wonorejo Nabire dan siswa/i SMP dan SMA Al Madina 1 Nabire.

Ketua Majelis Pesantren Indonesia K.H. Ahmad Sugeng Utomo yang juga inisiator dan Pembina Santripreneur Indonesia, mengungkapkan, pemberdayaan masyarakat dalam pengelolaan dan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi guna menunjang redesain USO ini dibentuk dengan Kepres untuk wilayah-wilayah yang masuk 3T.

Pemerintah berharap masyarakat akan memahami pembangunan infrastruktur ITE. Karena infrastruktur ITE menjadi pintu gerbang kemajuan yang berkesinambungan. Artinya, semua daerah maju dengan bersama-sama karena semua bisa mengakses dari internet. Semua bisa tahu lewat internet.

Dikatakan, melalui internet, warga di daerah tertinggal akan berlomba-lomba untuk menyeratakan diri dan mensejahterakan bersama-sama dengan bangsa-bangsa di dunia. Ketika infrastruktur itu dibangun maka perlu secara bersama-sama terlibat aktif dalam pemberdayaan. Ini karena belum semua masyarakat paham mengapa tower, BTS dan lainnya dibangun, sehingga perlu diberi pencerahan.

Dengan adanya internet, kita bisa tahu informasi di seluruh dunia. Disamping itu kita berkesempatan untuk memajukan perekonomian, salah satu contoh seperti bisnis online atau media promosi potensi yang ada di daerah ini.

Sementara itu, Asisten I Setda Nabire, La Halim S.Sos mengatakan, perkembangan teknologi begitu cepat. Pemerintah juga melakukan perubahan lebih efisien dan efektif, dan itu menggunakan teknologi informasi. Oleh karena itu santri juga harus berpikir kesana. Santri juga harus paham akan teknologi sehingga siap berkompetisi mengikuti perkembangan zaman.

Diakhir sambutannya, Asisten I Setda menegaskan bahwa santri juga bisa mengisi kemampuan di bidang teknologi, selain agama yang membuat mental mereka lebih baik

Diakhir acara dilakukan penyerahan sertifikat dari Majelis Pesantren Indonesia kepada para peserta.

[Nabire.Net/Umam.M]


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *