Kodam XVII/Cenderawasih Kembalikan Penggunaan Tanah Adat Di Uwibutu Paniai Kepada Masyarakat

Pasca mendapat penolakan dari anggota DPR-Papua, John N.R Gobai, yang meminta agar tanah adat di Uwibutu, Paniai, Timur, kabupaten Paniai, dan tidak digunakan untuk Pos TNI anggota Yon-Raider 753 Nabire, hal tersebut mendapat respon dari Pangdam Cendrawasih, Mayjen TNI George Elnadus Supit.

“Kami sekeluarga berterima kasih kepada Bapak Pangdam Cendrawasih, Mayjen TNI George Supit yang telah bersedia untuk menyerahkan kembali tanah keluarga kami yang selama ini dipakai sebagai Pos TNI 753 di Uwibutu, Paniai Timur sejak tahun 1988 hingga sekarang”, tutur John.

Hal tersebut disampaikan melalui Aster Kodam VIII Trikora, Kolonel Edward Sitorus mewakili Pangdam Cendrawasih, dalam pertemuan di Makodam VIII Trikora, 23 April 2018.

Dalam pertemuan yang didampingi oleh Anggota DPR Papua, Ferry Omaleng dan Frits Tobo Wakasu, John Gobai menilai hal ini sebagai bentuk penghormatan hak adat bagi pemilik tanah sesuai UU dan saya sebagai pemilik tanah adat Pos Timsus 753 di Uwibutu Paniai, mengucapkan terima kasih kepada Pangdam VIII Trikora, Mayjen George Supit dan Aster Kodam VIII Kolonel Eduard Sitorus yang telah mengembalikan Tanah adat kami dan bangunan Pos 753 di Uwibutu Paniai.

Sebelumnya diberitakan, anggota DPR Papua, John N.R Gobai mengaku keberatan dengan penempatan anggota Batalyon Raider 753 di Pos 753 Uwibutu, kabupaten Paniai, John meminta kepada pemerintah kabupaten Paniai agar segera mengembalikan penggunaan tanah tersebut, dan tidak digunakan untuk pos TNI.

(Baca Juga : Keberatan Akan Dijadikan Pos TNI, Anggota DPR-Papua Minta Pemda Paniai Kembalikan Penggunaan Tanah Di Uwibutu)

Karena keberatan, John meminta agar tanah tersebut segera dikembalikan oleh Pemda, karena tanah tersebut dulunya sekitar tahun 80-an diberikan untuk Petugas Penyuluh Pertanian dan tidak dibayar, namun karena saat ini tanah tersebut akan digunakan kembali oleh pihaknya, maka John meminta agar tanah itu dikembalikan.

[Nabire.Net]


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *