Kilas Balik Nabire 2019 : Internet Diblokir Selama 16 Hari, Warga Nabire Mati Gaya

Warga Nabire Mati Gaya

(Warga Nabire berbondong-bondong ke warnet untuk mengakses internet)

Nabire – Kericuhan yang terjadi di sejumlah daerah di Papua Agustus lalu buntut dari tindakan rasisme kepada mahasiswa Papua, selain menyebabkan jatuhnya korban jiwa, juga berdampak pada dimatikannya jaringan internet di seluruh Papua dan Papua Barat oleh Kominfo.

Tercatat sejak 21 Agustus 2019, Kominfo menonaktifkan seluruh layanan data di Papua dan Papua Barat. Hal tersebut sesuai dengan keterangan dari Ferdinandus Setu selaku Plt Kepala Biro Humas Kemkominfo RI.

(Baca Juga : Kominfo RI Blokir Sementara Layanan Data Telekomunikasi Di Seluruh Papua)

Dalam rilis pers tersebut, dijelaskan bahwa pemblokiran sementara yang dilakukan oleh Kominfo di Papua dan Papua Barat, bertujuan untuk mempercepat proses pemulihan situasi keamanan dan ketertiban di kedua provinsi tersebut.



Hal itu juga sudah dikoordinasikan dengan aparat penegak hukum dan instansi terkait. Sehingga Kominfo melakukan pemblokiran sementara layanan data telekomunikasi di Papua dan Papua Barat hingga situasi di tanah Papua kembali normal dan kondusif.

Hal itupun berdampak di Nabire. Akibat diblokirnya layanan internet, warga Nabire seperti mati gaya karena tidak bisa berselancar ria di dunia maya.

Warga yang tetap harus terkoneksi ke jaringan internet karena pekerjaan, bisnis dan sekedar mencari informasi, terpaksa memburu jaringan internet di sejumlah warnet yang ada di kota Nabire.

(Baca Juga : Jaringan Data Telkomsel Lumpuh, Warga Nabire Serbu Warnet)

Salah satu warnet yang sesak dipadati warga Nabire yaitu Warnet Glory yang berada di Kali Harapan.

Warga rela membeli voucher wifi hanya untuk mendapatkan akses internet. Salah satunya Maman, warga Girimulyo Nabire.

Kepada Nabire.Net, Maman menuturkan, warga ramai-ramai memborong voucher yang dijual di Warnet Glory sejak pagi. Ia sendiri memang sedang mencari informasi tentang kejadian aksi demo di Papua khususnya di Nabire sehingga rela bersurfing ria di Warnet.

Sebagai informasi, walaupun jaringan internet milik Telkomsel di Nabire saat itu lumpuh, namun tidak dengan jaringan internet milik Telkom maupun yang melalui satelit seperti Ubiqu. Tapi aksesnya tetap dibatasi.

Setelah diblokir selama 16 hari, akhirnya layanan internet di kabupaten Nabire beroperasi kembali 6 September 2019, sekitar pukul 22.00 Wit.

(Baca Juga : Akhirnya Layanan Internet Di Nabire Kembali Normal Jumat Malam)

Warga Nabire yang mati gaya karena pemblokiran internet yang cukup lama, sangat senang mengetahui layanan internet di Nabire sudah bisa diakses kembali.

[Nabire.Net]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *