Kementerian Agama Harus Jalin Komunikasi Dengan Pemda Untuk Sukseskan Pesparawi XIII Papua

(Pra Technical Meeting II Pesparawi XIII se-tanah Papua di Jayapura)

Jayapura – Pelaksanaan Technical Meeting yang dilaksanakan oleh Lembaga Pengembangan Pesta Paduan Suara Gerejawi Daerah (LPPD) bertujuan untuk mempersiapkan segala hal menghadapi Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) XIII se-tanah Papua tahun 2020 mendatang di Timika.

Demikian penegasan Ketua Harian LPPD Provinsi Papua, drh.Constan Karma, saat memberikan keterangan pers kepada sejumlah awak media di sela-sela Pra Technical Meeting II Pesparawi di Jayapura, Kamis (12/09).

(Baca Juga : Pra Technical Meeting II Diharapkan Tuntaskan Persoalan Jelang Pesparawi XIII Se-Papua)

Constan menjelaskan, pra technical meeting membahas 3 poin penting yaitu persiapan lagu-lagu, penjurian dan penjelasan dari panitia pelaksana di Timika.

Terkait kendala yang ada, Constan menegaskan, kendala pasti akan selalu ada, tapi prinsipnya semakin banyak kendala pertanda kita sedang melangkah untuk maju.

Mengenai respon pejabat di daerah terkait persiapan pelaksanaan Pesparawi, Constan menjelaskan bahwa itu menjadi tugas dari LPPD dan Kantor Kementerian Agama di setiap kabupaten/kota untuk mengadvokasi dan membangun komunikasi dengan para pejabat di daerah, sehingga para pejabat mengetahui kegiatan ini.

Ditambahkan Constan, LPPD sengaja menghadirkan pemprov Papua dan Papua Barat di Pra Technical Meeting I dan II, dengan maksud bahwa ada pelaporan secara langsung dari LPPD kepada pemprov, sehingga kegiatan ini bisa diketahui Gubernur, karena Gubernur dan Bupati yang akan menyiapkan anggaran untuk kegiatan ini.



Di tempat yang sama, Kakanwil Kemenag Papua, Pdt. Amsal Yowei mengatakan, Kementerian Agama selalu memberikan dukungan dan masukan kepada LPPD baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota, sehingga hal-hal teknis dalam pra technical meeting bisa diselesaikan dengan baik.

Terkait koordinasi dengan pemerintah daerah, Kakanwil menuturkan, LPPD merupakan binaan Kanwil Kemenag, oleh karena itu, Kanwil Kemenag telah menginstruksikan kepada seluruh Kepala Kemenag di kabupaten/kota agar menjalin komunikasi dan koordinasi dengan pemerintah daerah, sehingga pemerintah daerah akan merespon baik persiapan kegiatan Pesparawi, khususnya dalam hal pendanaan.

Terakhir, terkait kerjasama dengan umat agama lain seperti umat Katolik, baik Kakanwil maupun Ketua Harian LPPD sepakat menegaskan bahwa Pesparawi merupakan kegiatan pesta iman yang sudah sesuai keputusan Menteri Agama dan regulasinya harus disesuaikan baik di tingkat nasional hingga daerah.

Karena ini merupakan pesta iman, maka perlu dimanfaatkan dengan baik, sehingga umat Kristen maupun Katolik bisa melakukan kegiatan ini bersama-sama karena tujuannya semata-mata hanya untuk memuji dan memuliakan Tuhan.

[Nabire.Net/Ones.Yobee]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *