Kemana Dana Bantuan Afirmasi 2019 Bagi Mahasiswa Nabire ? Ini Penjelasan Kadis Pendidikan

(Dana bantuan pendidikan)

Nabire – Sepekan terakhir ini, kabar tentang dana bantuan pendidikan untuk biaya pemondokan bagi mahasiswa afirmasi kabupaten Nabire mencuat ke permukaan, pasalnya salah seorang mahasiswa afirmasi asal Nabire, Rachel, mempertanyakan dana tersebut.

Untuk mengetahui secara rinci persoalan tersebut, Nabire.Net mencoba menghubungi Kepala Dinas Pendidikan Nabire, Yulianus Pasang S.Pd, M.Pd, senin (27/01).



Kepada Nabire.Net, Yulianus menjelaskan bahwa Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Dinas Pendidikan Nabire untuk tahun anggaran 2019 sebesar 26 Miliar rupiah, dan sumber dana pendidikan berasal dari dana otsus.

Dari 26 Miliar tersebut, yang dialokasikan ke Dinas Pendidikan Nabire hanya sebesar 3 Miliar. Sedangkan dana bantuan pemondokan sendiri saja jumlahnya 2.2 Miliar.

“Dari 26 Miliar kami punya anggaran termasuk dana pemondokan, dipotong di Bappeda. Yang dikasih ke kami itu dari 26 Miliar, hanya 3 Miliar. Sehingga semua termasuk O2SN, OSN dan biaya pemondokan dipangkas habis”, tutur Yulianus Passang.

Lebih lanjut Yulianus mengatakan, dari 3 Miliar yang diberikan ke Dinas Pendidikan tersebut, terpaksa dialokasikan bagi pembayaran guru kontrak sebanyak 100 orang.

“Yang dikasih 3 miliar itu, dibayarkan untuk guru kontrak sebanyak 100 orang. 100 orang itu satu bulannya dapat 2.5 juta, jadi 3 miliar habis tidak ada sisanya 1 rupiahpun”, beber Kadis Pendidikan Nabire.

Yulianus mengatakan, dana pemondokan sudah ada di DPA 2019 dan termasuk dalam dana pendidikan 26 Miliar. Tapi dalam perjalannya dipotong 60% di Jayapura. Sisanya 40% dikirim ke daerah.

“Dana sudah di DPA di Dinas Pendidikan, tapi dalam perjalanannya dipotong. Dana otsus sudah dipotong 60% di Jayapura, dikirim ke daerah 40%. Jaman Kepala Dinas lama belum dipotong, hanya dimasukan ke RKA, jadi di DPA Dinas sudah ada. tapi begitu saya masuk, sudah dipotong, hanya dikasih 3 miliar di 2019”, urai Yulianus Pasang.

Kata Yulianus, mengapa dana pemondokan bagi mahasiswa afirmasi tersebut tidak diberikan atau dibayar, hal tersebut karena dana sudah dipotong Bappeda dan Keuangan Nabire.

“Lebih jelasnya kalau ditanyakan ke Bappeda dan Keuangan Nabire, betulkah dana pemondokan afirmasi dipangkas ? Kalau ada dari Bappeda dan Keuangan ada, panggil saya kita ketemu, atau ketemu pak Bupati ka, karena itu yang memang terjadi”, tegasnya.

Nabire.Net kemudian menanyakan hal ini kepada Kepala BPKAD Nabire, namun hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan dari Kepala BPKAD Nabire.

Sementara Nabire.Net belum berhasil menghubungi Kepala Bappeda Nabire.

[Nabire.Net]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *