Kecewa KBM Tak Jalan, Siswa-Siswi SMK Negeri 1 Tigi Deiyai Palang Kantor Dinas Pendidikan

Deiyai – Para siswa-siswi SMK Negeri 1 Tigi, kabupaten Deiyai, Papua, melakukan aksi pemalangan Kantor Dinas Pendidikan kabupaten Deiyai, Rabu (13/02).

Aksi tersebut merupakan bentuk protes atas tidak berjalannya kegiatan belajar mengajar di SMK Negeri 1 Tigi, kabupaten Deiyai.

Koordinator aksi, Dominggus Badii, dalam orasinya menegaskan bahwa sejak awal Januari 2019 sampai hari ini, kegiatan belajar mengajar di SMK Negeri 1 Tigi tidak berjalan baik. Tapi Dinas Pendidikan melalui pengawas SMA/SMK tak pernah mengambil tindakan guna mengatasi persoalan tersebut.

Domin menjelaskan, dengan tidak berjalannya kegiatan belajar mengajar tersebut, maka siswa akan menjadi korbannya, lebih khusus bagi siswa-siswi Kelas 3 yang sebentar lagi akan menghadapi Ujian Nasional.

Lebih lanjut dikatakan Domin, tidak berjalannya kegiatan belajar mengajar di SMK Negeri 1 Tigi disebabkan ulah Kepala Sekolah, sehingga guru-guru di SMK Negeri 1 Tigi enggan untuk memberikan pengajaran kepada muridnya.

“Hari ini kami lakukan aksi demo di Kantor Dinas Pendidikan Deiyai, tapi tak ada satupun pihak Dinas yang menerima kami. Oleh karena itu, kami dengan tegas memalang Kantor Dinas Pendidikan Deiyai sampai Kepala Dinas menerima aspirasi kami dan memberi penjelasan kepada kami”, tegas Domin.

Domin juga kecewa dengan ketegasan Pemkab Deiyai yang terkesan melakukan pembiaran akan hal ini. Dirinya menganggap hal seperti ini akan membunuh Sumber Daya Manusia di Deiyai.

Ia meminta kepada Pemkab agar tegas dalam mengambil tindakan, dan rajin melakukan monitoring dan pengawasan di tiap sekolah dari TK sampai SMA/SMK, dengan tujuan agar kegiatan belajar mengajar bisa berjalan dengan baik, dalam rangka peningkatan mutu pendidikan dan SDM di Deiyai.

“Pendidikan adalah masalah paling utama dan serius yang harus dibenahi oleh pemerintah kabupaten Deiyai. Saat ini banyak anak usia sekolah berkeliaran tanpa tujuan jelas. Banyak sekolah yang kegiatan belajar mengajarnya vakum, bahkan sampai tutup. Kalau pemerintah tidak bisa atasi ini, untuk apa pemerintah mau mekarkan kabupaten, sementara SDM-nya tidak ditingkatkan kualitasnya sehingga layak dan memadai”, tutup Domin.

[Nabire.Net]


Silahkan Komentar

Komentar Anda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

[+] monkey emoticons by andreasandre Modified from nartzco source code.
© 2019 Nabire.Net
Powered by Nabire.Net