Kasus Covid19 di Nabire Meningkat, KBM Tatap Muka di Sejumlah Sekolah Dihentikan Sementara

(Belajar Dari Rumah)

Nabire – Meningkatnya kasus Covid19 di kabupaten Nabire, membuat sejumlah orang tua murid resah dan khawatir dengan anak-anaknya yang masih mengikuti kegiatan belajar mengajar tatap muka.

Untuk mengetahui sejauh mana proses belajar mengajar tatap muka di Nabire seiring meningkatnya kasus Covid19, Nabire.Net menanyakan hal ini kepada Kepala Dinas Pendidikan Nabire, Yulianus Pasang, M.Pd.

Dijelaskan Yulianus,  untuk sementara sesuai petunjuk Tim Satgas Covid19 Nabire, ada beberapa sekolah yang kegiatan belajar mengajar tatap mukanya dihentikan sementara.

Sekolah-sekolah yang sementara dihentikan kegiatan belajar mengajar tatap mukanya yakni SMP Yapis, SMP Negeri 2, SMP Wonorejo, ada Pesantren juga yang diliburkan 2 minggu karena ada masyarakat sekitar yang terkena Covid. Namun sekolah lain masih tetap jalan namun sesuai petunjuk Tim Satgas Covid19, tetap hati-hati dan waspada.



“Jika ada siswa yang keluarganya terkena maka anak tersebut akan diliburkan, jika ada seorang siswa yang terkena Covid19 maka satu sekolah akan diliburkan, dan akan diminta untuk melakukan tes rapid hingga swab. Hal itu sesuai hasil rapat dengan Tim Satgas Covid19 Nabire dan MKKS,” kata Yulianus melalui sambungan telepon kepada Nabire.Net, rabu malam (16/09).

Terkait rencana kegiatan belajar mengajar tatap muka untuk siswa SD, Kepala Dinas menjelaskan rencana tersebut ditunda akibat meningkatnya kasus Covid19 di Nabire.

“Jika Covid19 tidak meningkat, maka KBM di SD sudah dimulai dalam minggu ini, namun karena ada peningkatan kasus Covid19 maka kami hentikan dulu dan akan dievaluasi kedepannya,” ujar Kepala Dinas.

Sedangkan terkait keresahan orang tua murid yang khawatir anaknya tertular Covid19 selama KBM tatap muka, Yulianus menegaskan bahwa orang tua murid tak perlu khawatir karena sang anak bisa tetap belajar di rumah secara online dan tidak perlu ke sekolah untuk mengikuti KBM tatap muka.

“Jika ada orang tua murid yang tidak ingin anaknya sekolah dan mau tetap belajar di rumah karena khawatir, maka sang anak bisa belajar di rumah secara online, dan orang tua murid bisa melaporkan hal tersebut ke sekolah,” tutup Kepala Dinas Pendidikan Nabire, Yulianus Pasang.

[Nabire.Net]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *