Kapolsek Makimi & Danramil 1705-04/Napan Mediasi Pertemuan Membahas Sengketa Tanah Di Lokasi Tambang Nifasi Distrik Makimi

Bertempat di Kantor Kepolisian Sektor Makimi, sabtu 17 juni 2017, telah dilakukan pertemuan musyawarah adat suku Wate Kampung Nifasi, Distrik Makimi, kabupaten Nabire, Papua.

Pertemuan tersebut dipimpin langsung oleh Kapolsek Makimi, Iptu Agus Suprayitno, didampingi oleh Kapten Inf Eddy Rumatray selaku Danramil 1705-04/Napan.

Dalam pertemuan ini, hadir Kepala Suku Besar Wate Nabire, Didimus Warai, pemilik Hak Ulayat masing-masing Otis Monei, Niko Monei, Anton Jina, Lewi Monei, Kepala Suku Wate kampung Nifasi, Aser Monei, Kepala Suku Wate kampung Samabusa, Constan Warai,

Hadir juga sejumlah tokoh masyarakat yaitu Hans Inggeruhi, Tomas Erari, Isak Ruatakurei, John Kayame, Daud Money.

Maksud dan tujuan diadakannya pertemuan musyawarah adat ini adalah untuk mencari titik temu dan mencari kesepakatan terkait persoalan tanah di lokasi pertambangan milik PT Kristalin Eka Putra dan PT Tunas Anugerah Papua, kampung Nifasi, Distrik Makimi, Nabire.

Dari hasil pertemuan ini, dicapai beberapa kesepatakan sebagai berikut :

  1. Lokasi tanah di Kali Musairo, Kampung Nifasi, Distrik Makimi, yang saat ini dijadikan sengketa antara Pemilik ulayat Otis Monei dan Kepala Suku Wate Kampung Nifasi, Aser Monei, dengan, pemilik hak ulayat Anton Jina dan Lewi Monei, telah disepakati kedua pihak untuk diselesaikan secara kekeluargaan dan dibagi menjadi 2 bagian yang sama luasnya.

  2. Basecamp PT Tunas Anugerah Papua, tetap berada di tempatnya, meskipun masuk areal PT Kristalin Eka Lestari.

  3. PT Laba-Laba sebagai sub kontraktor dari PT Kristalin Eka Lestari yang saat ini bekerja di areal PT Tunas Anugerah Papua, tetap bekerja sesuai dengan lokasi yang telah diberikan oleh pemilik ulayat Anton Jina dan Lewi Monei.

  4. Patok yang telah dipasang di KM 39 oleh Aser Monei tanggal 10 juni 2017, akan dipindahkan ke tempat yang telah disepakati bersama oleh kedua belah pihak setelah dilakukan pengecekan di lokasi sengketa tersebut, yang direncanakan dilaksanakan pada tanggal 19 juni 2017 secara bersama-sama.

  5. Setelah ditetapkan patok secara bersama-sama oleh kedua belah pihak, maka Badan Musyawarah Adat Suku Wate kabupaten Nabire segera membuat surat keputusan kepada PT Tunas Anugerah Papua dan PT Kristalin Eka Lestari tentang perubahan patok tapal batas tersebut.

Pertemuan musyawarah adat suku Wate dalam rangka penyelesaian sengketa lokasi pertambangan antara PT Tunas Anugerah Papua dengan PT Kristalin Eka Lestari ini berjalan dengan lancar hingga selesai.

Kapolres Nabire, AKBP Soni Sanjaya S.Ik, ketika dihubungi Nabire.Net sabtu sore (17/06) membenarkan pertemuan ini, dan berharap persoalan ini bisa diselesaikan dengan baik, dan berharap agar kebersamaan yang telah dibangun agar terus dijalin sehingga kabupaten Nabire selalu aman dan kondusif.

[Nabire.Net]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *