“Anggota Kodim 1705/Paniai Gugur Dikeroyok Di Waroki Nabire”

Anggota Babinsa dari Kodim 1705/Paniai atas nama Sertu Surya Ganda Putra Silalahi, gugur karena mengalami tindakan pengeroyokan oleh sekelompok masyarakat di Kampung Waroki, Distrik Nabire Barat, kabupaten Nabire, senin malam (22/10).

Hal tersebut diinformasikan Kapendam XVII/Cenderawasih, Kolonel Inf Muhammad Aidi kepada Nabire.Net, melalui pesan singkatnya, selasa (23/10). Kapendam membenarkan hal tersebut, namun ia belum mengetahui motif dari pengeroyokan ini.

Dijelaskan Kapendam, sesuai laporan yang ia terima, almarhum Sertu Surya Ganda Putra Silalahi, keluar dari rumahnya di Asrama Kodim sekitar pukul 17.30 wit menggunakan sepeda motor guna melaksanakan tugasnya melakukan pemantauan wilayah.

Sekitar pukul 19.30 Wit Sertu Surya Ganda Putra melintas di jalan menuju kampung Waroki Distrik Nabire Barat, sekitar 50 meter dari jembatan terdapat sekelompok masyarakat/pemuda berjumlah 6-7 orang sedang nongkrong, dan dalam pengaruh miras.

Sebagian dari mereka membawa senjata tajam berupa golok/parang. Mereka kemudian mencegat Sertu Surya sehingga terjadi percekcokan dan berlanjut pada tindakan pengeroyokan dan pembacokan menggunakan parang.

Pada saat terjadi pengeroyokan dan pembacokan korban masih berada di atas sepeda motor, berupaya melakukan pembelaan diri dengan mengeluarkan tembakan peringatan, namun karena terdesak dan mengalami luka bacok di bagian leher, dalam suasana gelap, korban memberikan tembakan melumpuhkan dan mengenai bagian dada dari salah seorang pembacok.

Dari peristiwa tersebut selain Sertu Surya yang gugur, warga masyarakat yang melakukan pengeroyokan atas nama Daud Oyomi juga meninggal karena terkena tembakan melumpuhkan dari almarhum Sertu Surya.

Kapendam Sayangkan Tindakan Main Hakim Sendiri

Hingga saat ini, pihak TNI bersama Polri masih berusaha mencari dan mengumpulkan keterangan terkait kasus ini. Namun ia menyayangkan permasalahan tersebut. Seharusnya persoalan ini tidak diselesaikan secara anarkis, tapi bisa secara hukum positif.

“Kami sangat menyayangkan kejadian ini, karena kesadaran hukum sebagian masyarakat kita khususnya di daerah-daerah masih sangat rendah, kebiasaan masyarakat membawa senjata tajam ke mana-mana sehingga mudah sekali tersulut emosi untuk melakukan tindakan anarkis, main hakim sendiri dengan mengabaikan hukum positif”, kata Kapendam.

Kapendam juga menghimbau seluruh komponen masyarakat agar meninggalkan kebiasaan membawa senjata tajam kemana-mana. Karena akan mengganggu keamanan dan ketentraman masyarakat.

“Polisi telah mengeluarkan larangan membawa sajam maupun senjata lainnya, tetapi tentunya tidak hanya cukup dengan larangan dan pengawasan dari pihak keamanan. Namun dituntut kesadaran dari seluruh komponen masyarakat untuk taat hukum agar tercipta kondisi masyarakat yang aman, damai dan sejahtera”, tuturnya.

Selain itu Kapendam mengingatkan kebiasaan mengkomsumsi miras yang merupakan penyakit sosial masyarakat sebagai sumber terjadinya berbagai tindakan kriminal dan sangat meresahkan masyarakat, agar ditinggalkan.

[Nabire.Net]


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *