News & Info
Home » Blog » Jalan Trans Nabire – Pedalaman Rusak Karena Hujan

Jalan Trans Nabire – Pedalaman Rusak Karena Hujan

Curah hujan yang tinggi di sejumlah wilayah pegunungan tengah Papua membuat jalan darat dari Nabire menuju Dogiyai, Deiyai dan Paniai, rusak parah sejak dua pekan lalu.

Kepala Distrik Tigi Barat, Fransiskus Ign. Bobii, mengatakan, selama dua minggu awal bulan Juni ini, curah hujan cukup tinggi, di wilayah Nabire dan sekitarnya, juga di wilayah Dogiyai, Paniai dan Deiyai, sehingga terjadi longsor yang membuat putusnya ruas jalan di sekitar kilo meter 80 dari kota Nabire.

Longsor tersebut menutupi badan jalan, menyebabkan terputusnya jalan trans ini. Sejumlah kendaraan jenis kijang Inova dan truck yang memuat barang-barang tertanam lumpur.
Kondisi ini memaksa para sopir turun bersihkan tanah longsoran. Tetapi, belum berhasil. Kata salah satu sopir, sudah tiga malam mereka tidak bisa lewat karena badan jalan penuh dengan lumpur cair. Kendaraan tidak bisa tembus, mereka terpaksa bermalam.

“Antrean panjang ratusan truck dan kijang Inova terlihat terus memanjang. Para penumpang dari Nabire menuju pedalaman sangat memprihatinkan, mereka menahan lapar dan haus serta dingin,” tutur Frans.

“Selain itu, anak-anak yang hendak melanjutkan pendidikan tingkat SMU mengalami keterlambatan,” kata Frans Bobii.

Harapan masyarakat, lanjut dia, jalur darat ini mesti secepatnya diperbaiki, karena merupakan sarana utama publik, termasuk anak-anak sekolah yang hendak melanjutkan pendidikan dari Wadou Maki (Paniai, Dogiyai, Deiyai) ke Nabire, Jayapura dan kota lain. Karena pintu keluar hanya satu, Nabire.

Hingga saat ini, jalan yang telah terputus akibat longsoran itu belum diperbaiki. Padahal, kata Frans, longsor itu terjadi sejak dua minggu lalu.

(Sumber : MajalahSelangkah)

Post Related

Leave a Reply

Your email address will not be published.