Investasi Sawit PT Nabire Baru Membawa Perubahan Bagi Suku Yerisiam

Tanah Papua, tanah yang kaya, Surga kecil yang jatuh ke bumi, itulah lagu yang dinyanyikan akhir-akhir ini oleh masyarakat Papua, untuk memuja keindahan dan kekayaan alam Tanah Papua. Namun sumber kekayaan alam yang melimpah,hutan yang luas tampa di manfaatkan dan di kelola baik bagi kelangsungan orang papua kedepan, maka semuanya akan sia-sia tak ada manfaatnya.

Persoalan mendasar yang hampir di hadapi, oleh seantero masyarakat pemilik ulayat adat di tanah papua sehingga masyarakat susah untuk memanfaatkan SDA (Sumber Daya Alam) dan tanah mereka adalah; tentang Klaim HPH oleh perusahan-perusahan kayu log. HPH ini menjadi momok yang sangat menakutkan dan mengancam masyarakat papua untuk mengekspresikan hak-hak adat mereka untuk kelangsungan hidupnya.

Salah satunya adalah; Tanah Ulayat Suku Besar Yerisiam, Kampung Sima,Distrik Yaur Nabire. yang dulunya di jajah dan diklaim oleh salah satu perusahan penguasa HPH,yaitu;PT.Jathi Dharma Indah/JDI di atas tanah tersebut, membuat masyarakat pemilik ulayat sangat susah dalam memanfaatkan potensi alamnya untuk masa depan mereka. Di tambah keperpihakan pemerintah terkait yang pro kepada penguasa-penguasa HPH tersebut.

Atas keberanian masyarakat suku yerisiam dan tujuan/moto mulia PT.Nabire Baru untuk “mensejahterakan masyarakat suku yerisiam” maka pada tahun 2008 kedua belah pihak mengadakan kerjasama, dengan memanfaatkan lahan kosong yang di tinggalkan dan diterlantarkan Oleh PT.JDI kepada masyarakat suku yerisiam. Dan terbentuklah PT.Nabire Baru yang bergerak di investasi sawit. Namun persoalan terus berdatangan, mulai dari; interfensi PT.JDI pemilik HPH, penangguhan AMDAL Oleh BAPEDALDA hingga kontra pemilik ulayat akan kehadiran sawit. Namun atas tujuan mulia dan kegigihan PT.Nabire Baru, maka satu-persatu broblem yang di hadapi oleh perusahan tersebut dapat di lewati dengan bijaksana dan penuh tanggung jawab. Pada tahun 2011 PT.Nabire Baru mendorong DPRD Nabire membuat TIM PANSUS ke Jakarta guna meminta Kementrian Kehutanan mencabut ijin HPH/PT.JDI atas tanah ulayat masyarakat yerisiam agar dapat dimanfaatkan untuk masa depan mereka. Dan pada tahun 2012 berkat kerja keras PT.Nabire Baru maka, HPH pun dapat di kembalikan kepada pemilik ulayat.

Salah satu hal yang hal sungguh luar biasa, patut disyukuri dan diapresasikan oleh masyarakat suku yerisiam, kepada PT.Nabire Baru karena begitu lama klaim HPH PT.JDI,

namun atas kerja keras dan kontribusinya akhirnya cengkraman HPH PT.JDI dapat berakhir di atas tanah ulayat suku yerisiam dan dapat di manfaatkan. Perjalanan panjang dan persoalan yang terus berdatangan kepada PT.Nabire Baru, yang secara rasio/akal sehat sudal lewat dari kempuannya Karena ketika HPH di selamatkan, kini ijin AMDAL dan Pemilik Ulayat yang kontra sawit, menjadi problem yang sangat serius. Namun sekali lagi atas dasar tujuan mulianya PT.Nabire Bar), segala persoalan-persoalan tersebut dapat di kaji dan di lalui, karena hanya satu tujuanya untuk mensejahterakan masyarakat yerisiam.. Akhirnya AMDAL juga mendapat titik terang untuk di terbitkan, dan satu persatu pemilik ualayat yang kontra terhadap PT.Nabire Baru, dapat mengerti tentang tujuang mulia investasi jangka panjang ini. Hal-hal yang menjadi HAK Rakyat pun sudah di pertanggung jawabkan dan terealisasikan, yaitu Kompensasi lahan dan kompensasi kayu putih.

Investasi sawit PT.Nabire Baru ini adalah berkat dari Tuhan kepada masyarakat suku yerisiam yang patut disyukuri dan di jaga bersama oleh pemilik ulayat dan pemerintah. Karena lewat peluang investasi ini maka akan memberikan kesejahteraan yang menjanjikan kepada pemilik ulayat dan menambah devisa daerah/Negara. Maka dalam kesempatan ini juga saya selaku intelektual muda papua dan juga sebagai pemilik ulayat suku yerisiam, meminta kepada pihak pemerintah terkait, untuk tidak mempersulit dan juga mempropaganda pihak perusahan bersama pemilik ulayat. Karena investasi ini adalah pergumulan panjang dari masayarakat suku yerisiam, saya juga meyampaikan ucapan terima kasih kepada Direktur utama PT.Nabire, karena berkat kontribusi mulianya untuk memajukan taraf hidup masyarakat suku yerisiam maka investasi ini bisa hadir untuk menjawab semua keterbelakangan ekonomi masyarakat suku yerisiam, kampung sima distrik yaur, nabire saat ini dan saat mendatang.

(Robertino Hanebora)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *