Ini Tanggapan Kepsek SMA Negeri 1 Plus KPG Nabire Terkait Tarif Sewa Bus Sekolah

(Ini Tanggapan Kepsek SMA Negeri 1 Plus KPG Nabire Terkait Tarif Sewa Bus Sekolah)

Nabire – Berkaitan dengan aksi demo para siswa/i SMA Negeri 1 Plus KPG Nabire perihal mahalnya tarif bus sekolah, Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Plus KPG Nabire, Fransiscus Don Bosco S.Pt, angkat bicara.

Kepada Nabire.Net, rabu malam (16/09), Frans Don Bosco menjelaskan bahwa selama ini SMA Negeri 1 Plus KPG Nabire memfasilitasi armada bus bekerjasama dengan Perum Damri Cabang Nabire, dan sudah berlangsung selama 6 bulan terakhir.

“Sejak 6 bulan terakhir kami sudah bekerjasama dengan Perum Damri Cabang Nabire dengan biaya sewa 300 ribu per bus per hari atau setara 7.5 juta per bulan. Untuk setiap bus kadang bisa mengangkut hingga 40 orang siswa bahkan kadang lebih, sehingga biaya per peserta didik sebesar 200 ribu per bulan,” kata Don Bosco.

Lebih lanjut dikatakan, di tahun ajaran baru ini, semua hal terdampak pandemi Covid19, maka sekolah mengikuti instruksi pemerintah untuk patuh pada protokol kesehatan salah satunya dengan menjaga jarak duduk di dalam bus agar tidak berdesakan.

Dengan demikian hal tersebut berdampak pada kapasitas angkut bis yang biasanya 40 siswa lebih, kini hanya menjadi 27 siswa sekali angkut. Otomatis berdampak juga pada pengeluaran biaya sewa yang harus dibayarkan sekolah ke Perum Damri.

“Dalam 1 bulan ada 25 hari kegiatan belajar mengajar di sekolah, sementara harga sewa bus 300 ribu per hari atau 7.5 jua per bulan, sehingga jika dikalkulasikan, maka setiap anak berkontribusi 300 ribu per bulan,” urainya.

Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Plus KPG Nabire, Fransiscus Don Bosco S.Pt lebih jauh menuturkan, persoalan bus di SMA N 1 Plus KPG Nabire penting karena sekolah ini berada diluar kota yang tentunya membutuhkan moda transportasi yang cukup mahal.

“Saya contohkan jika peserta didik menggunakan angkot biaya jauh per hari PP mencapai 30 ribu hingga 40 ribu atau sama dengan 750 ribu atau 1 juta per bulan tiap anak. Pada awal tahun pelajaran kami melakukan pertemuan dengan orang tua untuk satukan persepsi terkait biaya transportasi peserta didik, mayoritas orang tua memilih menggunakan jasa bus Damri,” imbuh Don Bosco.

Lanjutnya, terkait permintaan peserta didik agar sekolah menurunkan biaya bus, pihak sekolah tetap berupaya untuk bernegosiasi dengan pihak yang bisa membantu melayani peserta didik.

“Selasa kemarin (15/09), kami telah bertemu pihak Dinas Perhubungan Nabire dan meminta mereka untuk hadir pada pertemuan dengan para orang tua murid yang difasilitasi pihak sekolah,” tutup Don Bosco.

[Nabire.Net/R.L]


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *