Ini Prosedur BMKG Kabupaten Nabire Keluarkan Peringatan Dini Cuaca Ekstrim

BMKG Kabupaten Nabire

(Ini Prosedur BMKG Kabupaten Nabire Keluarkan Peringatan Dini Cuaca Ekstrim)

Nabire, Cuaca ekstrim yang terjadi di awal bulan Januari 2022 perlu menjadi perhatian bagi warga Nabire. BMKG kabupaten Nabire sebagai instansi resmi yang mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrim terus berupaya memberikan informasi lebih cepat dan akurat kepada masyarakat, guna mengantisipasi hal tersebut.

Namun ada beberapa kendala yang mengakibatkan BMKG kabupaten Nabire baru bisa memberikan informasi yang lebih akurat dan cepat sebelum cuaca ekstrim itu terjadi, karena warga Nabire sangat membutuhkan informasi yang lebih cepat.

Dalam perbincangannya dengan Nabire.Net, Rabu sore (12/01), Kepala Stasiun Meteorologi BMKG Nabire, Husain Kamadi, S.Tr, menjelaskan penyebab mengapa BMKG Nabire baru bisa menginformasikan cuaca ekstrim paling lambat 15 menit sebelum terjadi kepada warga Nabire.

Dijelaskan Husain, sebelum terjadi angin kencang, Forecaster On Duty BMKG (baca : yang membuat prediksi cuaca) melihat pergerakan awan dari Citra Satelit Cuaca dalam hal ini Satelit Himawari yang berpotensi menyebabkan Cuaca Buruk.

Setelah itu barulah Forecaster On Duty akan mengeluarkan Informasi Peringatan Dini Cuaca Buruk paling lambat 15 menit sebelum kejadian.

Lanjut Husain Kamidi, saat Peringatan Dini Cuaca Buruk dirilis 15 menit sebelumnya, BMKG belum mengetahui nilai Rill dari kecepatan angin yang akan dihempaskan oleh awan Cumulonimbus yang terdeteksi tersebut.

“Artinya kami baru tahu kecepatan riilnya ketika sudah terdeteksi oleh alat Anemometer. Hal ini karena kami di Nabire hanya berpatokan dari data Citra Satelit Cuaca Himawari,” tutur Husain Kamadi.

Menurutnya, BMKG kabupaten Nabire berbeda dengan daerah Biak, Sentani, Jayapura dan Wamena dimana di daerah tersebut ada peralatan radar Cuaca yang dapat mendeteksi angin kencang dari hasil Radar Cuaca.

“Kami BMKG Nabire dengan segela keterbatasan peralatan berusaha memberikan informasi Cuaca lebih dini guna mengurangi jatuhnya korban jiwa,” kata Kepala Stasiun Meteorologi BMKG Nabire, Husain Kamadi kepada Nabire.Net.

Lebih lanjut Husain menambahkan, sesuai SOP, prakiraan cuaca kabupaten Nabire dibuat H-1 atau sehari sebelumnya. Adapun untuk Peringatan Dini Cuaca Buruk, dalam hal ini hujan intensitas sedang hingga lebat baik disertai atau tidak disertai angin kencang atau petir itu dibuatnya paling lambat 15 menit sebelum kejadian.

Hal ini karena BMKG Nabire hanya berpatokan dari data Citra Satelit yang resolusinya cukup besar yakni 1 piksel = 5 km.

[Nabire.Net]


One Response to Ini Prosedur BMKG Kabupaten Nabire Keluarkan Peringatan Dini Cuaca Ekstrim

  1. Orang nabire berkata:

    Menurutnya, BMKG kabupaten Nabire berbeda dengan daerah Biak, Sentani, Jayapura dan Wamena dimana di daerah tersebut ada peralatan radar Cuaca yang dapat mendeteksi angin kencang dari hasil Radar Cuaca.

    Jadi nabire masih belum sama dgn Wamena ya dalam hal teknologi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *