Ini Pernyataan Sikap SAC Nabire Terkait Penumpang Kapal Tidar Asal Nabire

(Warga Nabire yang ditampung di BLK Sanggeng Manokwari/Philemon Keiya)

Nabire – Menyingkapi penolakan puluhan penumpang kapal KM Tidar asal Nabire 27 Maret 2020 lalu, Solidaritas Anti Corona (SAC) kabupaten Nabire, meminta perhatian Pemkab Nabire atas nasib ratusan penumpang tersebut.

Seperti disampaikan Ketua SAC Nabire, Philemon Keiya, dan Sekretaris SAC, Metta Andoi, dalam rilis persnya yang diterima Nabire.Net (27/03).

(Baca Juga : Pemkab Keluarkan Instruksi Pelarangan Kapal Tidar Berlabuh di Nabire)

Dalam rilis pers tersebut, Philemon mengatakan bahwa ratusan warga asal kabupaten Nabire yang gagal turun di Pelabuhan Samabusa Nabire dengan KM Tidar beberapa hari lalu, saat ini sedang menginap di Asrama BLK Manokwari, Papua Barat.

“Mereka itu warga yang ber-KTP Nabire. Mereka adalah warga yang telah memilih Bupati dan Wakil Bupati saat pemilihan. Mereka jugalah yang memilih para anggota DPR kabupaten Nabire saat pemilihan tahun kemarin.Sejak beberapa hari lalu hingga hari ini dan entah sampai kapan, mereka sedang menunggu langkah bijak dan konkrit dari Pemkab dan DPR Nabire”, kata Keiya.

Menyingkapi hal itu, SAC Nabire menyampaikan aspirasi kepada pemkab Nabire sebagai berikut :

1. Bersama DPRD kabupaten Nabire Mengambil langkah yang cepat dan tepat bagi mereka
2. Segera kordinasi dengan pemerintah kota Manokwari dan Pemprov Papua Barat, agar:

a. Bisa mengatasi masalah-masalah urgent seperti: kebutuhan sehari-hari seperti makan -minum, alat pelindung diri (ADP), pemeriksaan rutin tiap hari untuk pencegahan terhadap penyebaran Covid 19

b. Segera penuhi Kebutuhan sehari-hari, seperti makan-minum, Sabun, dll sebagai jaminan hidup selama mereka masih ada di Manokwari.

c. Segera berikan jaminan pasti kepulangan warga Nabire ke Nabire dari Manokwari

[Nabire.Net]


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *