Ini Penjelasan Kadis Kominfo Nabire Terkait Progress Palapa Ring Timur

(Dok.Penggalian kabel FO di Nabire tahun 2017 lalu)

(Dok.Penggalian kabel FO di Nabire tahun 2017 lalu)

Nabire – Sejak dimulai bulan Desember tahun 2017 silam, pembangunan proyek Palapa Ring Paket Timur dari Kementerian Komunikasi dan Informatika RI terus dipacu agar bisa terselesaikan sesuai target yakni tahun 2019.

Kementerian Kominfo sendiri sebelumnya merencanakan bahwa pengerjaan Palapa Ring Timur, rampung pada Juni 2019, namun hingga saat ini sesuai kondisi riil di lapangan, belum menunjukkan adanya tanda-tanda bahwa proyek tersebut akan selesai.

(Baca Juga : Hore ! Pembangunan Jaringan Fiber Optic Palapa Ring Timur Mulai Dikerjakan Di Nabire & Ditargetkan Selesai 2019)

Nabire.Net coba menggali informasi lebih dalam terkait pelaksanaan proyek Palapa Ring Timur dari Kepala Dinas Komunikasi Dan Informatika kabupaten Nabire, Drs. Suwardi M.Si, Jumat malam (12/07).

Dijelaskan Kadis Kominfo, proyek Palapa Ring Timur ini direncanakan selesai tahun 2019 dan saat ini masih terus dikerjakan.

“Proyek nasional Palapa Ring Timur oleh Kominfo lagi running, target tahun ini selesai”, kata Suwardi.

Terkait molornya perampungan proyek ini yang tidak sesuai target sebelumnya dari Kominfo, Suwardi menjelaskan bahwa namanya proses pembangunan pasti ada banyak kendalanya. Cuma Suwardi tidak tahu persis faktanya karena pihaknya tidak telribat secara langsung didalamnya.

“Namanya target bisa tercapai bisa tidak. Banyak Faktor diluar kemampuan yang mempengaruhi”, kata Kadis Kominfo.



Seperti diketahui, Kementerian Komunikasi dan Informatika RI telah memulai pembangunan proyek Palapa Ring Paket Timur awal tahun 2017 lalu dan direncanakan rampung pada tahun 2019 dengan menyasar empat provinsi di wilayah timur, yakni Papua, Papua Barat, Maluku dan Nusa Tenggara Timur.

Jaringan ini akan dibangun di 35 kabupaten baru yang akan disambungkan dengan 11 ibu kota kabupaten yang telah memiliki jaringan internet.

Palapa Ring Timur dibagi ke dalam dua sub-paket, sub-paket pertama banyak berada di wilayah pesisir Papua yang dihubungkan melalui jaringan kabel laut. Sementara sub-paket kedua berada di darat, antara lain wilayah pedalaman di Papua.

Jaringan Palapa Ring ini nantinya akan menjadi tumpuan semua penyelenggara telekomunikasi dan pengguna jasa telekomunikasi di Indonesia. Jaringan ini juga akan terintegrasi dengan jaringan yang telah ada milik penyelenggara telekomunikasi.

[Nabire.Net]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *