News & Info

INFO NABIRE



INFORMASI SEPUTAR KOTA NABIRE

Sesuai Surat KPU Pusat, KPU Nabire Minta 9 Parpol Serahkan Berkas Mulai 20-22 November 2017

Last modified on 2017-11-19 12:45:53 GMT. 0 comments. Top.

Dalam rangka menindaklanjuti Surat dari KPU RI No : 710/PL.01.1-SD/03/KPU/XI/2017 perihal pelaksanaan putusan Bawaslu RI, maka KPU Nabire akan menerima daftar nama anggota partai politik serta salinan KTA dan KTP Elektronik dari pengurus 9 partai politik yang ada di kabupaten Nabire.

Adapun ke 9 partai politik yang dimaksud tersebut adalah sebagai berikut :

  1. Partai Keadilan & Persatuan Indonesia (PKPI)

  2. Partai Idaman

  3. Partai Bulan Bintang

  4. Partai Bhineka Indonesia

  5. Partai Pengusaha & Pekerja Indonesia

  6. Partai Republik

  7. Partai Rakyat

  8. Partai Indonesia Kerja

  9. Partai Swara Rakyat Indonesia

Ketua KPU kabupaten Nabire, Nelius Agapa ST, kepada Nabire.Net minggu sore (19/11) mengatakan, sesuai surat dari KPU Pusat tersebut, maka KPU Nabire memberikan waktu kepada 9 partai diatas untuk menyerahkan berkas tersebut mulai tanggal 20 s/d 22 November 2017, dari pukul 08.00 s/d 16.00 wit.

Sedangkan untuk hari terakhir tanggal 22 November, penyerahan berkas akan ditutup pukul 24.00 wit, di Kantor KPU Nabire.

[Nabire.Net]


Ibadah Minggu Pagi 19 November Di Jemaat GKI Siloam Sanoba Nabire

Last modified on 2017-11-19 12:06:10 GMT. 0 comments. Top.

Ibadah Minggu Pagi, 19 November 2017 di GKI Siloam Sanoba Nabire dipimpin oleh Pdt.D. Situru,S.Th dengan mengambil pembacaan firman Tuhan dari kitab Habakuk 2:1-5 “Orang benar akan hidup oleh percayanya”. (Baca Ayat 4b “Tetapi orang yang benar itu akan hidup oleh percayanya”)

Mengawali kotbahnya Pdt. D. Situru mengatakan bahwa semua manusia pasti pernah mengalami yang namanya kebingungan dalam hidup ini, banyak hal yang terjadi di sekitar kita mengakibatkan kita menjadi bingung karena kita melihat atau mengalami sesuatu yang menurut kita tidak masuk akal karena bertentangan dengan akal sehat atau iman dan percaya kita.

Seperti pembacaan firman Tuhan saat ini dimana nabi Habakuk sangat bingung melihat kenyataan saat itu yang bertentangan dengan pandangan dan keyakinannya bahwa penderitaan yang dialami oleh bangsanya sementara orang fasik atau mereka yang tidak beriman kepada Allah yang benar kelihatannya hidupnya lebih baik dan penuh dengan kelimpahan dan kenapa Tuhan tidak menghukum mereka, demikian  menurut pandangan nabi Habakuk.

Seolah-olah Tuhan tidak adil dalam kehidupan ini, oleh sebab itu nabi Habakuk berteriak dan melakukan protes kepada Tuhan setelah melihat keadaan yang dialami oleh bangsanya dan memohon kepada Tuhan berapa lama lagi dia harus berteriak dan memprotes kepada Tuhan, mengapa bangsa-bangsa lain yang tidak percaya kepada Tuhan berkembang lebih besar, lebih maju dan lebih kuat yakni orang Kasdim sementara umat Israel hidup dalam keterpurukan dan penindasan dan kenapa Tuhan tidak menolong mereka yang adalah umat pilihanNya.

Hal-hal di atas membuat nabi Habakuk bingung dengan sikap Tuhan dan dia mengadu dan bertanya kepada Tuhan untuk menyampaikan aspirasinya dan membutuhkan jawaban Tuhan secepatnya dan Tuhan menjawab permohonan Habakuk yakni bahwa penglihatan itu ditulis pada loh-loh batu supaya orang yang berjalan di dekatnya dapat membaca, melihat, tahu dan menindaklanjuti apa yang di tulis pada loh-loh batu itu.

Tindakan konkrit agar setelah orang membaca tulisan-tulisan itu dapat disiarkan kepada semua orang terkait situasi yang membingungkan itu agar mereka tidak bingung lagi dengan maksud Tuhan terhadap situasi saat itu.

Kita akan mengerti maksud Tuhan jika kita membuka hati kita untuk menerima Roh Kudus bekerja bagi didalam hidup kita.

Tanda-tanda kebingungan yang di alami oleh nabi Habakuk menunjukkan tanda-tanda akhir zaman bahwa zaman ini akan berakhir.

Rancangan Tuhan bagi orang Kasdim yang hidup dalam kefasikan ada saatnya akan dihukum demikinan juga orang sale yang telah berubah setia kepada Tuhan juga akan di hukum dan inilah yang di sebut penggenapan janji Tuhan dan janji Tuhan terbesar bagi kita adalah dengan datangnya Mesias Raja Damai itu maka kekuatan orang fasik dengan sendirinya akan disingkirkan.

Mesias akan menghancurkan dan mengalahkan seluruh kekuatan-kekuatan yang menyombongkan dirinya selama ini sehingga orang-orang yang beriman tidak boleh bingung dan bimbang serta ragu dalam hidupnya setelah melihat kanyataan yang bertolak belakang dengan iman dan percayanya sebab Mesias atau Yesus Kristus adalah jawaban yang Allah berikan untuk menjawab kebingungan nabi Habakuk tetapi juga kita semua yang percaya kepada Allah melalui Tuhan Yesus Kristus.

(Siloam)


Majelis Taklim Jamiatun Nisa Gelar Pengajian Rutin Bulanan Di Masjid Baqiatus Sa’adah KPR Nabarua Nabire

Last modified on 2017-11-19 11:32:15 GMT. 0 comments. Top.

Bertempat di Masjid Baqiatus Sa’adah KPR Nabarua, kabupaten Nabire, minggu 19 November 2017, digelar pengajian Majelis Taklim Jamiatun Nisa, yang merupakan kegiatan rutin bulanan.

Acara tersebut diawali dengan pembacaan kalam ilahi dilanjutkan dengan pembacaan sholawat dan surat Yasin. Setelah itu dilanjutkan dengan ceramah yang disampaikan oleh Ustad H. Muhammad Darwis.

Dalam ceramahnya, Ustad H. Muhammad Darwis menyampaikan surat Al Hujarat ayat 10 yang berkaitan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Dikatakan Ustad Darwis, nanti malam (19/11) usai sholat Maghrib, kita telah memasuki bulan Rabbiulawal, dimana bulan tersebut merupakan hari kelahiran Nabi Muhammad SAW.

Oleh karena itu, sebagai umatnya, kita harus mengikuti ajarannya, yaitu pengajian dan puasa sehari pada hari senin 20 November 2017.

Usai ceramah, dilanjutkan dengan penyampaian dari Ketua Jamiatun Nisa yang menyampaikan tentang pemasukan kotak amal serta rencana Khitanan Massal yang diselenggarakan oleh Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia kabupaten Nabire bekerjasama dengan organisasi Islam lainnya yang ada di Nabire.

Acara pengajian ditutup dengan doa yang dibawakan oleh Ustad Muhammad Darwis.

Pengajian Majelis Ta’lim Jamiatun Nisa selanjutnya akan dilaksanakan pada bulan Januari tahun 2018 di Masjid Malikul Jannah.

[Nabire.Net]


Pihak Suku Wate, Suku Dani & Suku Mee Bahas Penyelesaian Tapal Batas, Dimediasi Polres Nabire & Polsubsektor Uwapa

Last modified on 2017-11-19 09:28:26 GMT. 0 comments. Top.

Menindaklanjuti aktivitas pengusaha kayu yang melakukan senso kayu hingga melewati batas dusun milik Suku Wate di sepanjang bantaran Kalibumi Distrik Uwapa Nabire, digelar pertemuan antara Kepala Suku Wate dengan pihak Suku Dani, Suku Mee dan Suku Moni, sabtu 18 November 2017 di Distrik Uwapa, Nabire.

Pertemuan tersebut difasilitasi oleh Kepolisian Sub Sektor Distrik Uwapa yang dipimpin Kapolsubsektor Distrik Uwapa, Ipda W. Punyanan, serta dihadiri Kasat Binmas Polres Nabire, AKP Edward Hetarua, Kasat Intelkam Polres Nabire, AKP Yadang, Kasat Sabhara Polres Nabire, AKP Anselmus Yadohamang.

Hadir dalam pertemuan ini, Kepala Suku Wate, Alex Raiki, Sekretaris Suku Wate, John Wanaha, Humas Suku Wate, John F. Wayar, Kepala Suku Mee wilayah Uwapa, Piter Madai, Kepala Suku D3N, Ayub Wonda, Kepala Suku Dani, Yopi Murib, Kepala Suku Moni, Zoter Zonggonau, Ketua LMA Wilayah Uwapa, Simon Madai, pemilik ulayat Kali Cemara, Apedius Wakey, pemilik ulayat wilayah KM 34 Estevina Wakey, pemilik garapan Kali Cemara, Edison Wonda (memiliki pelepasan adat dari Didimus Waray), Jhon Kogoya (memiliki pelepasan adat dari Didimus Waray), Topius Enumbi (memiliki pelepasan adat dari Didimus Waray), Kepala Kampung Urumusu, Akulian Wakey dan Kepala Kampung Argo Mulyo, Yunus Wakey.

Seperti dilansir dari Humas Polres Nabire, Kasat Binmas Polres Nabire, AKP Edward Hetarua dalam kesempatan tersebut menjelaskan bahwa kepolisian hadir untuk memediasi sekaligus penengah dalam pertemuan ini, sehingga pertemuan ini bisa menghasilkan keputusan yang disepekati bersama dan kedepannnya tercipta situasi kamtibmas yang kondusif.

“Apapun putusannya dari Suku Wate, kami berharap dari pihak Suku Dani dan Suku Mee dapat menerima keputusan tersebut, dan selanjutnya tidak ada lagi pertikaian antara warga Suku Dani dan Suku Mee yang berada di kampung Urumusu, Distrik Uwapa”, ucap Kasat Binmas.

Usai pertemuan, pihak-pihak yang menggelar pertemuan didampingi Kepolisian melakukan peninjauan lokasi sengketa untuk melakukan penanaman patok. Penanaman patok langsung dilakukan oleh Kepala Suku Besar Wate, Alex Raiki.

Setelah pemasangan patok, rombongan melakukan pertemuan di Kampung Urumusu di kediaman salah seorang warga Edison Wonda. Dalam pertemua tersebut pihak Kepolisian menyampaikan hasil pertemuan kepada warga kampung Urumusa, dbantu oleh Kepala Suku D3N, Ayub Wonda, Kepala Suku Mee, Piter Madai, dan Kepala Suku Wate, Alex Raiki.

(Baca Juga : Kepala Suku Besar Wate Minta Aktivitas Pengusaha Kayu Di Bantaran Kalibumi Topo Dihentikan Sementara Hingga Ada Penyelesaian Terkait Batas Tanah)

Seperti diketahui persoalan tapal batas yang terjadi ini sudah memanas sejak kasus konflik yang terjadi di KM 82, sehingga untuk mengantisipasi agar tidak terjadi konflik di wilayah adat Suku Wate yang ada di sepanjang bantaran Kalibumi Distrik Uwapa, maka Kepala Suku Besar Wate, Alex Raiki, meminta dengan tegas agar aktivitas pengusaha kayu yang dilakukan disepanjang bantara Kalibumi Distrik Uwapa yang menjadi dusun Suku Wate, agar dihentikan sementara hingga ada penyelesaian batas tanah yang jelas.

Sementara itu, Humas Suku Wate, John F. Wayar berharap dengan adanya pertemuan sekaligus pemasangan tanda atau patok bersama-sama, bisa menghindari konflik antara pemberi ijin kepada para pengusaha kayu, pengusaha kayu, dan Suku Besar Wate sendiri sehingga situasi dapat kembali kondusif.

(Humas Polres Nabire/E.L)


Ibadah Minggu Pagi 19 November Di Jemaat GPT Kristus Raja Nabire

Last modified on 2017-11-19 08:35:49 GMT. 0 comments. Top.

Bertempat di Gereja Pentakosta Tabernakel (GPT) Kristus Raja, Kalinona, Nabire, digelar Ibadah Minggu Pagi, 19 November 2017. Ibadah tersebut dipimpin pelayan firman Pdm. Surya Roreng.

Bahan renungan yang diangkat dalam ibadah ini berasal dari kitab Matius 18:1-35 dengan tema khotbah ‘Siapakah Yang Terbesar Dari Kerajaan Sorga ?’.

Dalam khotbahnya, Pdm. Surya Roreng mengatakan bahwa murid-murid Yesus bertanya kepada-Nya siapakah yang terbesar dalam kerajaan Sorga ? Yesus memanggil seorang anak kecil dan menempatkan anak kecil tersebut di tengah-tengah murid-murid-Nya, jika kita tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil, kita tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga.

Dikatakan, Yesus mengajarkan bahwa masuk surga adalah hal utama dibandingkan dengan menjadi seseorang yang terbesar. Yesus memberi jawab bagaimana caranya masuk sorga yakni dengan menjadi seperti anak kecil yang mudah melupakan kesalahan orang dibandingkan dengan orang dewasa.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa siapa yang ingin menjadi terbesar maka dia harus merendahkan diri seperti anak kecil, seperti menghormati orang-orang kecil (kurang mampu, masyarakat biasa), dengan demikian kita sudah menyambut Kristus sendiri. Bukan seperti orang dewasa yang menyambut orang kecil demi kepentingannya sendiri seperti dalam dunia politik, dalam gereja (memperbesar gereja), dan lain sebagainya.

Pesan dari pembacaan Firman Tuhan ini adalah bukan siapa yang terbesar dari kerajaan sorga tetapi bagaimana cara kita untuk masuk ke dalam ke kerajaan sorga. Anak kecil itu menggambarkan ketulusan, rendah diri dan pengertian.

Ibadah juga diisi dengan puji-pujian & sakramen perjamuan kudus.

[Nabire.Net/E.A]


Silahkan Komentar

Komentar Anda

Pages: 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26