Ibadah Syukuran Masuknya Injil di Daerah Mapia Dogiyai

(Ibadah Syukuran Masuknya Injil di Daerah Mapia Dogiyai)

Dogiyai – Dua Jemaat Gereja Kemah Injil Indonesia (GKII) daerah Mapia yakni Jemaat Anthiokia Adauwo kunu dan Wadoukoutu melaksanakan ibadah syukuran HUT masuknya Injil melalui misionaros di Pekunopa, Mapia, Dogiyai.

Ibadah syukuran dilaksanakan tanggal 16 dan 17 Januari 2021, di Adauwo, Distrik Mapia, Tengah, kabupaten Dogiyai, Papua.

Hadir dalam acara pengucapan syukur tersebut Ketua Klasis beserta rombongannya, perwakilan pemerintah Apedius Mote, S. T , Yosias Boma, S. Pd, intelektual Marthen Madai, S. Kom dan puluhan pelajar mahasiswa beserta ratusan Jemaat.

Dari Enarotali ke pekunopa melalui misionaris dan Yusuf Makai pada tahun 1952 merupakan salah satu pemberitaan Injil dibumi ini seperti yang telah dikatakan oleh Yesus sendiri kepada kedua belas murid pada 2000 tahun yang lalu, yakni “Kamu akan menjadi saksiKu di Yerusalem, seluruh Yudea, Samaria dan sampai ke ujung Bumi” (Kisah Para Rasul 1: 8)

Apedius I Mote, S.T, mengapresiasi Kepada hamba Tuhan kedua Jemaat dan badan pengurus Jemaat atas mana adakan kegiatan seperti ini sebab banyak Jemaat yang menunggu buka acara syukuran.

Lanjut Mote, dia juga meminta agar kedepannya satukan beberapa Jemaat yakni Megaikebo, Adauwo kunu dan Wadoukoutu. adakan kegiatan seperti ini lagi, sebab hari ini akan hadir hanya ratusan Jemaat saja . Jika kita satukan beberapa Jemaat tersebut adakan acara syukuran , akan hadir ribuan jiwa. Tegas Mote, ketika adakan pertemuan laki-laki di Gereja . Pada Jumat (Sore), 15/01/2021

Renungan Firman Tuhan disampaikan oleh Pdt Amos Magai selaku ketua Klasis Mapia dengan Thema : “Mencari pemulihan dari berbagai aspek dan kemuliaan Nama Tuhan”. Mazmur 14.7;53.7; Sub Thema: “Melalui momentum acara pengucapan syukuran ini kita bangkit mencari pemulihan karena dibalik pemulihan ada suka cita”

Selaku ketua panitia “Marten Mote” dalam acara syukuran ini jika ada kesalahan kami dari hamba Tuhan dan badan pengurus Jemaat beserta Jemaat meminta maaf agar kedepannya akan perbaiki lebih baik dari saat ini. Ujar Mote pada saat sambutan pada Sabtu siang, 16/01/2021.

Ketua Klasis Mapia mengatakan setiap Gereja yang kita bangun pasti ada orang percaya lebih dari 30 jiwa , jika kurang dari apa yang telah saya ungkap pentingnya kita bertobat melalui pengucapan syukur ini. Ujar Magai pada saat sambutan di Anthiokia Wadoukotu pada Minggu (siang) 17/01/2021

Wakil ketua Klasis Mapia Pdt. Yoel Boma, S. M.Th ” kita bangun Gedung atau Gereja itu harus ada ucapan syukur, kali ini apa yang telah Jemaat korbankan 11 ekor Babi ini bukan hanya ucapan syukur atas masukannya Injil di Pekunopa, Namun salah satu yang kita korbankan untuk melepaskan dosa-dosa kita. Ujar Boma pada saat sambutan.

Lanjut Boma, jika setelah pengucapan syukur ini kita kita berbuat lagi maka sia-sialah apa yang dikorbankan oleh kedua Jemaat.

Anaknya Yusuf Makai menyampaikan satu daerah berarti satu tempat , menurutnya Injil masuk di Daerah Mapia hanya satu tempat sedangkan acara syukuran yang kami sedang berjalan adalah dua tempat yakni acara yang sama tempat yang beda. Ujarnya Makai

Lanjut Makai, jika tahun depan lagi seperti itu saya sendiri perwakilan pembawa berita Injil di daerah Mapiha saya tidak akan hadir . Jika tahun depan adakan hanya satu tempat saya siap hadir.

Hal itu disampaikan oleh anaknya Yusuf Makai pada saat sambutan bertempat Jemaat Anthiokia Wadoukotu kelurahan Adauwo pada Minggu siang, 17/01/2021 . Yusuf Makai adalah seorang pembawa Injil dari Enarotali ke Pekunopa.

Kunjungan ketua Klasis Mapiha Pdt. Amos Magai merupakan contoh sebagai misionaris Kristen dari Kanada pada tahun 15 Februari 1952 dan Makai merupakan pengganti Yusuf Makai Selaku pembawa Injil. 15 Februari 1952 Merupakan tanggal sejarah bagi daerah Mapia lebih khususnya di Pekunopa.

[Nabire.Net]Musa Dumukoto]


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *