Ibadah Perayaan Natal Jemaat GBI Karang Mulia Nabire

(Ibadah Perayaan Natal Jemaat GBI Karang Mulia Nabire)

Nabire – Bhineka Tunggal Ika merupakan simbol kerukunan yang ada di Indonesia dan sangat menarik di mata dunia. Semboyan ini mempunyai arti walaupun berbeda-beda tetapi tetap satu jua.

Indonesia adalah bangsa yang kaya akan Keberagaman. Dari Sabang sampai Merauke terdapat banyak keragaman dari ras, suku, budaya, agama,dan masih banyak lagi. Keberagaman merupakan warna warni kehidupan. Keberagaman merupakan sebuah anugrah dari Tuhan yang tidak bisa kita hindari keberadaannya.

Gereja Bethel Indonesia (GBI) Jemaat Karang Mulia yang beralamat di jalan Ujung Pandang, Karang Mulia Nabire, melaksanakan ibadah perayaan Natal bertema Nusantara, minggu sore (01/12).

Dekorasi gedung gereja jemaat GBI Karang Mulia, selain pernak pernik natal juga dihiasi dengan foto-foto dari berbagai suku yang ada di Indonesia Papua, Maluku, Jawa, Sulawesi, Sumatera, Kalimantan dan masih banyak lagi.

Jemaat juga memakai baju adat dari daerah masing-masing, demikian juga tari-tariannya yang ditampilkan, sehingga makin meriah suasana Perayaan Natal tahun ini.



Tema Nusantara ini bertujuan untuk menyadari bahwa Perbedaan budaya tersebut akan menyebabkan terciptanya rasa cinta terhadap tanah air, karena keberagaman merupakan suatu kekayaan, kita sebagai warga negara yang baik harus melestarikannya.

Dalam Khotbanya Pdm.Maghdalena Sarmini S,Pd.K selaku Gembala Sidang Jemaat GBI Karang Mulia mengajak Merenungkan Firman Tuhan yang terambil dari Inji Lukas 19:10 (TB) “Sebab Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang.”

Tema Nasional GBI “Yesus Datang untuk Menyelamatkan yang hilang”

Laki-laki yang secara fisik tidak sempurna karena pendek, namun ia seorang yang kaya karena ia seorang pemungut cukai. Walaupun kaya, tak seorang pun mau menerima dia, tidak juga Sinagoge.

Lebih tragisnya lagi uang banyak yang ia miliki tidak dapat memberikan kompensasi atas penolakan yang ia alami. Dia telah jauh tersesat. Karena itu bagaimana mungkin seorang yang sudah jauh tersesat dapat menemukan jalan menuju Kerajaan Tuhan?

Tentu saja ia tidak dapat, namun dia dapat ditemukan dan dibawa masuk ke dalam Kerajaan Tuhan oleh Yesus (ayat 9-10). Dengan kata lain oleh karena kasih karunia-Nya, Zakheus telah diterima oleh Tuhan masuk ke dalam Kerajaan-Nya.

Penerimaan Tuhan ini memberikan dampak yang luar biasa dalam diri Zakheus. Ia mampu melihat bahwa harta berlimpah-limpah yang telah ia cari dan dapatkan dengan susah payah, bahkan dengan pengorbanan hidup bermasyarakatnya selama ini ternyata sia-sia.

Zakheus telah menemukan identitas dirinya yang benar yaitu anak Abraham (ayat 9) yang merupakan nenek moyangnya, yang dibenarkan oleh iman kemudian hidup sesuai dengan iman. Zakheus sudah membuktikan bahwa ia hidup sesuai dengan identitasnya.

Keselamatan yang ia terima sudah membawa perubahan sikap yang total terhadap kewajiban sosialnya. Dan ini sangat penting karena jika ia nantinya akan memerintah bersama Kristus maka ia harus belajar dan melatih sikap Kristen terhadap harta dalam dunia sekarang ini.

Bagaimana seorang percaya harus bersikap dan bertindak terhadap harta yang dimilikinya, dipertegas oleh Kristus dalam perumpamaan tentang uang mina (ayat 11-27).

Setiap orang percaya haruslah bertanggungjawab untuk menggunakan dan mengembangkan dengan setia setiap kekayaan, waktu, dan talenta yang sudah dipercayakan Tuhan kepadanya, karena Tuhan akan meminta pertanggungjawabannya. Itulah kewajiban yang sesuai dengan identitasnya.

Mari kita sama sama renungkan Anugerah yang besar itu juga telah memberikan identitas yang sama kepada setiap kita identitas yang juga diberikan kepada Zakheus.

Mari kita tinggalkan kebiasaan lama kita, agar keselamatan yang dimiliki Zakeus menjadi bagian kita dan Tuhan Yesus hadir dalam setiap hidup kita, mari kita Bertobat dan terima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat kita.

Mari seluruh jemaat, Majelis dan Pengerja serta seluruh anggota Tubuh Kristus kita Bersatu, kita pulang dari sini menjadi pribadi yang berubah. Tuhan Yesus Memberkati.

Di tempat yang sama, Ketua Panitia Natal 2019 Jack Intisili dalam sambutannya mengucapkan banyak terima kasih kepada tamu undangan yang telah hadir memenuhi undangan dan mengucapkan terima kasih kepada panitia natal dan seluruh jemaat GBI Karang Mulia yang terlibat dan mendukung acara perayaan Natal ini.

Mari kita sama-sama Bersatu dan bersehati untuk menuntaskan amanat agung Tuhan Yesus tanpa memandang suku.

Diakhir sambutan Jack Itisili melaporkan laporan keuangan perayaan Natal 2019 dan mengucapkan selamat Natal 2019 serta selamat menyongsong Tahun Baru 2020.

Ibadah perayaan Natal ditutup dengan Doa Berkat oleh Gembala Sidang Jemaat GBI Karang Mulia Pdm. Maghdalena Sarmini S,Pd.K, dan diakhiri dengan perjamuan kasih yang juga terdiri dari beragam menu Nusantara.

[Nabire.Net/Benediktus J.W.D]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *