Ibadah Minggu Pagi GPT Kristus Raja Kalinona Nabire

GPT Kristus Raja Kalinona

(Ibadah Minggu Pagi GPT Kristus Raja Kalinona Nabire)

Nabire, Bertempat di gereja GPT Kristus Raja, jemaat Kalinona Nabire, telah diadakan ibadah raya Minggu pagi, 16 Januari 2022.

Ibadah dilayani oleh pelayanan firman Bapak Gembala Pdt. Paulus Appang, dengan mengambil tema : Pengharapan ditengah-tengah penderitaan. Pembacaan nas firman Tuhan diambil dari kitab Mazmur 126 : 1 – 6.

Dalam khotbahnya Bapak Pdt. Paulus Appang mengatakan sekalipun ada kegelisaan, Tuhan pasti akan memberikan kekuatan. Kita yang menabur sambil mencucurkan air mata, pasti akan menuai dengan bersorak-sorak sambil membawa berkas-berkasnya.

Salah satu kesaksian bapak gembala yang dibagikan kepada jemaat adalah dulu awal-awal membuka pelayanan, banyak jemaat-jemaat yang dulu yang setiap pagi datang untuk doa pagi digereja. Menabus dahulu dan kelak akan menuai hasilnya.

Kalau kita yang menjadi Kristen, pengikut Kristus, kita harus siap dipindahkan dari tempat-tempat yang tersembunyi kepada yang tempat yang baru, yang nyata yang Tuhan akan tunjukkan.

Pengharapan ditengah-tengah penderitaan berbicara tentang supaya kita harus tetap dalam doa kepada Tuhan walaupun dalam penderitaan, agar tetap dalam pembaharuan Tuhan.

Kita harus selalu datang setiap pagi membawa ukupan kepada Tuhan yaitu doa kita. Kehidupan ini harus selalu mau diubah oleh Tuhan untuk dipakai Tuhan dalam pelayananNya.

Kalau kehidupan kita tidak mau mengalami transformasi atau perubahan, maka kita akan diibaratkan sama seperti kayu Penaga yang tidak mau dibentuk.

Ditambahkan dalam kitab 2 Korintus 5 :1 – 3, yang berbicara tentang pakaian, yang menggambarkan tentang perbuatan-perbuatan kita.

Kita tidak berpakaian berarti kita ini kedapatan telanjang. Telanjang disini berarti kita telah jatuh dalam dosa. Ketelanjangan itu telah ditutupi oleh korban Kristus.

Ditambahkan dalam ayat 16 dan 17 bahwa jadi siapa yang dalam Kristus, Ia adalah ciptaan baru. Yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.

Kita harus menghargai waktu yang singkat ini. Waktu yang Tuhan berikan. Tuhan akan memulihkan kehidupan kita sama seperti Tuhan memulihkan batang air kering di tanah Negeb. Tuhan pulihkan kita agar kita menjadi pribadi-pribadi yang berguna.

Ditambahkan lagi kitab Roma 5 :1-5 yang berbicara tentang kesengsaraan menimbulkan ketekunan, ketekunan menimbulkan tahan uji, tahan uji menimbulkan pengharapan. Dan pengharapan tidak mengecewakan karena kasih Allah telah dicurahkan didalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita.

Mari kita jadikan tahun ini sebagai tahun transformasi atau tahun perubahan hidup kita.

Ibadah juga diisi oleh pujian dari jemaat, pujian dari sekolah minggu dan diakhiri dengan sakramen perjamuan kudus.

[Nabire.Net/Eusebius]


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.