Ibadah Bersama GPDP Jemaat Eklesia Sanoba Dengan Yayasan PESAT Nabire

(Ibadah Bersama GPDP Jemaat Eklesia Sanoba Dengan Yayasan PESAT Nabire)

Nabire – Bertempat di Gereja Pentakosta di Papua (GPdP) Jemaat Eklesia Sanoba, Nabire, telah dilaksanakan Ibadah bersama oleh Jemaat Eklesia dengan Yayasan PESAT Nabire, minggu pagi (13/10).

Kegiatan Ibadah bersama ini terlaksana berkat kerjasama Penanggung Jawab GPDP Jemaat Eklesia Sanoba, Bapak Pdm. Yoyada Raubaba dengan Departemen Pelayanan Yayasan PESAT Nabire.

(Baca Juga : Kegiatan Yayasan PESAT Nabire bisa dibaca disini)

Dalam ibadah ini, Tim pelayanan Yayasan PESAT Nabire berkesempatan untuk melayani Pemberitaan Firman Tuhan, WL, Singers, Pemain Musik, dan LCD.

Bapak Eliezer Edo Odo selaku Ketua Yayasan PESAT Nabire mengucapkan banyak terima kasih kepada Gembala, Majelis, dan seluruh Jemaat Eklesia Sanoba untuk kesempatan yang diberikan kepada tim pelayanan Yayasan PESAT Nabire bisa melayani ditempat ini.

Dalam Khotbahnya Bapak Eliezer Edo Odo mengajak merenungkan Firman Tuhan yang terambil dari Ibrani 11:32-39 dan Ibrani 12:1-7.

Dikatakan, menjalani hidup Kristen ibarat mengikuti perlombaan lari. Tujuan yang hendak dicapai adalah garis akhir.

Sejumlah pahlawan iman Perjanjian Lama yang telah masuk garis finis perlombaan lari mereka. Sekarang mereka menyaksikan perjuangan iman kita.

Berjuang dalam iman memang tidak mudah. Akan menjadi mustahil untuk orang berhasil dalam perlombaan iman itu bila memikul beban dan dosa. Beban yang bisa merintanginya adalah kekuatiran karena keinginan-keinginan duniawi.

Karena itu, bapak Eliezer Edo Odo mengajak untuk menfokuskan diri pada Tuhan Yesus karena Dia yang memampukan kita menang dalam perjuangannya, dan memberikan teladan dalam ketekunan iman.

Perjuangan iman orang Kristen memang merupakan bagian dari pertumbuhan iman kristiani untuk mencapai kesempurnaan serupa dengan Kristus. Oleh karena itu, setiap anak Tuhan harus melihat semua kesulitan, tantangan, dan godaan sebagai alat Tuhan untuk mendisiplin dan mendidik umat-Nya semakin hari semakin sempurna.

Justru penderitaan yang berat ini merupakan tanda atau bukti bahwa Tuhan menganggap kita anak-anak Tuhan yang dikasihi-Nya. Dalam kemahatahuan-Nya, Ia telah memberikan yang terbaik bagi orang-orang yang dikasihi-Nya, lebih daripada yang bisa kita mengerti pada saat ini

Ibrani 12:6 karena Tuhan menghajar orang yang dikasihi-Nya, dan Ia menyesah orang yang diakui-Nya sebagai anak.” Sesah itu melukai daging sehingga terluka, mengapa karena kita manusia sering kedagingan, maka daging itu harus dihancurkan.

Ibrani 12:7. Tuhan tidak akan menghajar yang bukan anakNya. Ingatlah, sesahan, hajaran itu supaya kita selalu berada digarisNya, bersyukurlah jika kita mengalami hajaran, sesahan, dan penderitaan, karena Tuhan mengasihi saudara dan saya.

Jadi kita harus masuk dalam pertandingan, ketika masuk pertandingan jangan pernah menoleh kebelakang, tetapi lari terus dan fokuslah dengan pertandingan setiap kita.

Siapa yang pernah mengejar tikus? apakah saat tikus kita kejar ia menoleh kebelakang? Tidak bukan? tikus akan lari terus, tujuannya adalah lubang persembunyiannya, apapun halangan dan rintangan akan ia lalui, sampai ia mati tertangkap.

Nah kalau tikus saja tahu cara berlari untuk mencapai tujuannya, hendaklah setiap kita seharusnya jauh lebih pintar dari pada tikus bukan.

Fokuslah kepada Tuhan Yesus karena Ia menunggu saudara dan saya didepan, dan kita pasti sampai ditempat tujuan kita, tutupnya.

Ibadah ditutup Doa Berkat oleh Bapak Pdm. Yoyada Raubaba. Dilanjutkan ucapan terima kasih kepada seluruh jajaran Pengurus Yayasan PESAT Nabire yang melayani. Biarlah pelayanan ini memotivasi jemaat ditempat ini untuk terus bertumbuh. Dan biarlah semangat Kebersamaan kita ini juga semakin berkobar untuk terus berama-sama melayani jiwa jiwa di tanah Papua ini.

[Nabire.Net/Benediktus J Widya Darmaka]


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *