Heboh, Guru SMP Negeri 1 Makimi Nabire Papua Ditampar & Diancam Wali Murid

Guru di Nabire Ditampar

(Heboh, Guru SMP Negeri 1 Makimi Nabire Papua Ditampar & Diancam Wali Murid)

Nabire, Seorang guru di SMP Negeri 1 Makimi, Distrik Makimi, kabupaten Nabire, mengaku dianiaya dan diancam oleh wali muridnya, Kamis (13/01).

Guru Perempuan berinisial V.W tersebut, saat diwawancarai Nabire.Net, Jumat (14/01), mengaku ditampar di pipi kiri dan dimaki oleh wali muridnya.

“Saya ditampar di pipi kiri sampai telinga saya sakit dan kepala saya pusing sampai sekarang,” tutur V.W kepada Nabire.Net.

Diceritakan V.W, awal mula kejadian, dia mendapat pesan singkat (SMS) pada tanggal 12 Januari 2021, yang isinya meminta ijin agar siswa SMP Negeri 1 Makimi tersebut tidak masuk dulu selama seminggu. Namun V.W meminta agar perihal perijinan bisa diurus di sekolah bukan melalui pesan singkat (SMS).

(Baca Juga : Rumah Salah Seorang Warga Legari Nabire, Ludes Dilahap Si Jago Merah)

Mendapat jawaban seperti itu melalui pesan singkat, pesan singkat tersebut dibalas dengan keterangan bahwa dirinya baru saja mengalami musibah kebakaran, sehingga ia meminta pihak sekolah bisa bertoleransi akan hal tersebut.

Di akhir pesan singkat tersebut, tertulis bahwa pihaknya akan ke sekolah esok harinya untuk bertemu V.W sebagai Wali Kelas.

“Besoknya, wali murid tersebut datang mencari saya, dia memanggil saya dengan tidak sopan, dan saya menghampiri wali murid,” tutur V.W kepada Nabire.Net.

Lanjut menurut penjelasan V.W, wali murid bertanya apakah dirinya tidak tahu jika keluarga wali murid baru saja mengalami musibah kebakaran. Dan dijelaskan V.W selaku Wali Kelas bahwa ia tidak mengetahui hal tersebut.

Selain ditampar, menurut V.W, ia juga dibully oleh wali murid tersebut dengan mengatakan “Kamu ini kecil kerempeng gini, jangan sampai sa lipat-lipat ko nanti,” terangnya.

Ibu V.W juga mengaku diancam berhati-hati jika bertemu dengan wali murid.

Perihal kasus pemukulan dan ancaman yang diterima oleh Ibu V.W selaku guru SMP Negeri 1 Makimi, hal tersebut sudah dilaporkan ke Polsek Makimi.

“Kami sudah melaporkan ke Polsek Makimi. Kapolsek sudah memberi undangan kepada wali murid dan hari ini sepertinya sudah dipanggil,” lanjutnya.

Sementara itu, pada hari Jumat pagi (14/01) bertempat di kantor Polsek Makimi, para guru telah melaksanakan aksi demo menuntut agar kejadian ini diproses oleh pihak kepolisian.

Dalam aksi demo damai tersebut, para guru membawa pamflet bertuliskan “Lindungi Guru”, “Stop Kekerasan Terhadap Guru”, “Kebebasan Kami (baca : guru) Terancam”, dan “Berantas Bullying.”

Nabire.Net sendiri belum berhasil menghubungi Kapolsek Makimi, Iptu Petrus Paranoan.

Sementara saat Nabire.Net meminta informasi dari Kapolres Nabire terkait hal ini, sampai berita ini diturunkan belum ada tanggapan dari Kapolres Nabire, AKBP I Ketut Suarnaya, S.IK, SH.

[Nabire.Net]


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.