Gde Made Pasek Swardhyana SH MH Akan Mengakhiri Masa Tugasnya Sebagai Kepala Kejaksaan Negeri Nabire

Masa tugas I Gde Made Pasek Swardhyana SH MH sebagai Kepala Kejaksaan Negeri Nabire akan berakhir, setelah dirinya dimutasi oleh Jaksa Agung sesuai SKEP Jaksa Agung RI Nomor : Kep-IV-098/C/02/2018, tanggal 19 Februari 2018.

Selama di Nabire, pria asli Singaraja Bali yang mudah akrab dengan siapapun ini banyak melakukan pembenahan di intern kantor dan terobosan-terobosan kinerja di bidang penegakan hukum di Kejaksaan Negeri Nabire menyiasati luasnya wilayah hukum dan terbatasnya anggaran yang ada.

“Untuk seorang Kajari, wilayah hukum saya terlalu luas dengan personil dan anggaran yang sangat terbatas,” ujar Made, demikian akrab dipanggil. Kendati penuh dengan keterbatasan, toh tidak menjadikan dirinya hanya duduk menunggu dan mengeluh.

Dalam dua tahun sembilan bulan lewat lima belas hari bertugas, paling tidak ia menghadapi dua kali pelaksanaan Pilkada Bupati dan Wakil Bupati, yakni Pilkada Nabire tahun 2015, Pilkada Intan Jaya, Puncak Jaya dan Dogiyai di tahun 2017 serta satu kali di tahun 2018 yang saat ini telah masuk masa kampanye di Pilkada Deiyai, Paniai dan Kabupaten Puncak. “Mudah-mudahan semuanya berjalan aman,” harap Kajari Made.

Untuk membangun kesadaran hukum terutama pembangunan mental bagi remaja dan pelajar, pihaknya terjun langsung memberikan penyuluhan hukum atau penerangan hukum ke masyarakat dan sekolah-sekolah. Pelaksanaan Jaksa Masuk Sekolah (JMS) pun kerap dihadirinya juga. “Saya menikmati bicara dengan anak-anak sekolah. Selain mewujudkan cita-cita ingin jadi guru, saya dulu juga mantan OSIS hingga aktifis kampus,” kenangnya.

Untuk mewujudkan sosialisasi tentang hukum ke masyarakat, Kejari Nabire juga menggelar acara ‘Jaksa Menyapa’ bekerja sama dengan LPP RRI Nabire. Kendati baru dua kali siaran langsung respon masyarakat dirasakan cukup baik.

Terkait penanganan perkara pidana umum, dipaparkan Kejari Nabire, telah menerima perkara dari Penyidik jajaran Polres Nabire, jajaran Polres Puncak Jaya dan Jajaran Polres Paniai sebanyak 399 laporan/SPDP, berkas perkara sebanyak 369 berkas dan dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Nabire sebanyak 338 perkara. Dari jumlah itu ada sèkitar 2 perkara dipindahkan persidangannya ke PN Jayapura atas ijin Mahkamàh Agung dengan pertimbangan keamanan.

Selain itu, lanjutnya, dari perkara Tilang yang ditangani ada sebanyak 5.068 pelanggar menghasilkan denda yang disetor ke PNBP sebanyak Rp169.140.000 dan biaya perkara sebesar Rp.5.877.300,00 serta setoran uang rampasan sebesar Rp.105.292.500.

Sementara itu, dari penanganan perkara korupsi, kegiatan yang menonjol adalah upáya pemulihan keuangan negara. Dari hasil penagihan uang pengganti dari para koruptor, jumlah kerugian negara berhasil disetorkan kembali ke Kas Negara Rp.5.576.577.136. Jumlah tersebut di luar dari yang sudah terlanjur para terdakwa kembalikan ke kas daerah.

Dalam melaksanakan tugasnya, Gde Made Pasek Swardhyana selalu ingin cepat dalam menangani sesuatu namun tertib dalam penataan administrasi kantor dan pengelolaan keuangan. Bahkan karenà sikap keras dan disiplinnya itu tidak jarang stafnya keteter mengikuti gaya kerjanya. “Saya meyakini semua orang bisa bekerja dengan baik dan berprestasi, tidak mengenal suku atau orang mana. Yang penting mau kerja, sungguh-sungguh semuanya pasti bisa,” ujar Made meyakinkan sembari berharap Nabire kedepannya pasti akan lebih maju, baik SDM màupun pembangunannya.

Tidak ayal dengan kerja kerasnya itu, Kepala Kejaksaan Tinggi Papua pernah mengganjar Kejari Nabire sebagai juara I untuk penilaian kecepatan dan ketepatan laporan, penilaian disiplin dan kebersihan kantor di tahun 2017 kemarin.

Sementara itu dari KPPN Nabire juga memberikan penghargaan ‘As The best of Statement Of Account’ dan penghargaan dari terbaik III kategori penataan barang milik negara dari KPKNL Biak di bulan Februari 2018 lalu.

Selanjutnya Made akan menjadi Kajari Tabalong, Tanjung, Kalimantan Selatan. Sebagai penggantinya adalah Ramadani, SH.,MH, yang sebelumnya menjabat Kordinator pada Kejaksaan Tinggi Maluku.

(PPN/Iwan)


Silahkan Komentar

Komentar Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

[+] monkey emoticons by andreasandre Modified from nartzco source code.