Gakkumdu Papua Tetapkan 6 Komisioner KPU Papua Sebagai Tersangka

KPU Provinsi Papua

(Dok.KPU Provinsi Papua)

Jayapura – Sentra Penegakkan Hukum Terpadu (Gakkumdu) Provinsi Papua, menetapkan 6 Komisioner KPU Papua sebagai tersangka dugaan tindak pidana Pemilu 2019, Senin (08/07).

Hal itu ditegaskan Koordinator Penyidik Gakkumdu Papua, AKBP Steven Tauran SH, seperti dilansir dari media Teropong News, rabu (10/07).

Dijelaskan, keenam komisioner tersebut, diduga mengalihkan atau mengurangi hasil perolehan suara Caleg DPR Papua, Dapil 1 Papua, dari partai Gerindra.

Menurut Steven saat ini, pihaknya sedang berada di Ibu Kota dalam rangka meminta keterangan dari ahli forensik dan ahli pidana terkait kasus tersebut.

Lebih lanjut, Gakkumdu Papua akan mengirim surat panggilan kepada 6 Komisioner KPU Papua untuk dimintai keterangan sebagai tersangka dalam kasus ini, dengan rencana pemeriksaan pada hari Jumat (12/07).

Sebagai informasi, kasus ini bermula dari laporan Caleg DPR Papua asal Gerindra, nomor urut 3, Ronald Engko. Ronald melaporkan 6 Anggota Komisooner Papua pada 11 Juni 2019, setelah perolehan hasil suaranya berubah saat pleno KPU Provinsi Papua di Hotel Grand Abe, beberapa waktu lalu.

Perubahan suara tersebut terjadi pada empat distrik di Kota Jayapura, yakni Distrik Abepura, Jayapura Selatan, Jayapura Utara dan Heram. Dimana dari jumlah suara yang tercantum dalam DA-1sebanyak 6.000 lebih berkurang 672 suara.

Yusman Conoras, Kuasa Hukum Ronald Engko mengatakan, ada keanehan rekapitulasi yang terjadi pada pleno KPU Provinsi Papua di Hotel Grand Abe, dimana saat KPU Kota Jayapura memasukan data DB-1, hanya berdasarkan surat pernyataan dari ketua dan anggota PPD Heram yang menyatakan data ini yang paling benar.

Dan itu disampaikan saat sidang itu diskors sekitar 1 jam, lantaran adanya keberatan dari beberapa saksi parpol dengan hasil rekap dibacakan Ketua KPU Kota Jayapura saat itu. Itu terungkap dalam persidangan. Perubahan lainnya terjadi ketidak sesuaian angka jumlah dari formulir DA-1 hanya 6.000 suara lebih berbeda dengan angka di formulir DB dengan jumlah 5.900 suara padahal jumlah yang tertera di formlir DC1 5914 suara.

Keenam Komisioner KPU Papua tersebut masing-masing Theodorus Kosay bersama anggota KPU Papua, Zufri Abubakar, Sandra Mambrasar, Diana Dorthea Simbiak, Melkianus Kambu dan Fransiskus Antonius Letsoin.

[Nabire.Net]


Silahkan Komentar

Komentar Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

[+] monkey emoticons by andreasandre Modified from nartzco source code.