Dulu Tukang Ojek, Kini Pengusaha Sukses, Dermawan Dan Taat Tuhan

(Mias Makai)

Nabire – Tak ada yang mengetahui jalan hidup seseorang. Di suatu waktu ia bisa berada dibawah, namun di waktu lain, hidup seseorang bisa berubah drastis. Semua tergantung doa dan usaha.

Itulah yang dialami Mias Makai, warga kampung Ororodo, Distrik Yaro, kabupaten Nabire. Siapa tak sangka, Mias Makai yang dulunya berprofesi sebagai pengemudi ojek, kini berprofesi sebagai pengusaha di bidang kontraktor.

Bagaimana nasib Mias Makai bisa berubah ? Berikut kisahnya.

Mias Makai mulai menekuni profesi ojek pada tahun 1997. Bermodalkan motor lawas keluaran tahun 1973 yang ia beli dengan cara kredit di warga SPA Wiraska, Bapak Wandi, Mias mulai mencari penumpang sejak pukul 05.00 pagi hingga pukul 07.30.



Di tahun 1999, Mias bertemu dengan wanita idamannya yang kini telah menjadi istrinya, Suster Petronela Pokuai. Saat itu istrinya masih bersekolah di SPK (kini Poltekes Kemenkes).

Kemudian di tahun 2004, Mias beralih profesi menjadi supir truk milik kakaknya. Sosok Mias yang tak kenal lelah terlihat dari pekerjaannya, ia mencari kayu, batu dan pasir hingga larut malam. Kadang ia bahkan harus pulang hingga pagi hari demi mendapatkan uang. Dan hal itu dilakukannya selama dua setengah tahun.

Mias yang merupakan anak ketiga dari pasangan Yonatan Makai dan Elisabet Mekei ini, memberanikan diri mengajukan kredit untuk membeli truk pada tahun 2009. Ia bahkan harus rela melepas motor kesayangannya untuk uang muka pembelian truk, ditambah lagi uang simpanannya.

Setiap bulan ia wajib mengangsur 8 juta selama 3 tahun kepada Bank. Selama itu pula Mias tetap beribadah dan berdoa agar apa yang ia kerjakan berhasil. Ia juga meminta doa restu ibunya.

Kini, Mias sudah memiliki beberapa unit truk, rumah pribadi di Kampung Wanggar Sari, mobil pribadi, alat berat, serta beberapa bidang tanah di sungai Wami, Distrik Yaro Nabire.

Truk yang dimilikinya, setiap hari dirental oleh sejumlah kontraktor untuk mengangkut batu split, batu blonos, kayu balok, dan juga pasir. Tiap hari, jasa sewa yang diperolehnya lebih dari Rp 20 juta. Sedangkan jumlah karyawannya lebih dari 10 orang.

Namun jika sepi, ia hanya mendapat keuntungan dibawah 3 juta. Salah satu kendala yang ia hadapi yakni harga BBM jenis solar yang terus menerus naik.

Selain itu Mias juga dikenal sebagai kontraktor di Nabire. Dia bahkan sering memenangkan tender dengan nilai yang cukup besar. Tak heran, Mias yang dulu sebagai tukang ojek, kini berubah menjadi seorang pengusaha yang terkenal baik budinya.

Meski sudah kaya, tapi Mias tak melupakan kewajibannya sebagai seorang ayah. Dia kerap mengajak anak-anaknya dan istrinya untuk pergi ke berbagai tempat wisata dan hiburan.

Walau sudah menjadi kontraktor dan pengusaha sewa truk, tapi Mias masih punya cita-cita mulia. Dia ingin menjadi seorang pengusaha yang taat kepada Tuhan. Untuk meraih keinginannya itu, dia selalu menunaikan ibadah gereja mingguan di kampung Ororodo bersama anak-anaknya dan istrinya.

Mias juga sering memberi bantuan berupa beras, makanan dan baju layak pakai ke sejumlah kampung di Distrik Yaro. Hal itu dilakukan karena menurutnya sudah menjadi kewajiban baginya.

Bahkan, jika dirinya mendapatkan reward atau hadiah dari pihak manapun, dia akan membagikan hadiah itu ke orang-orang yang membutuhkan.

Pembangunan Masjid Baiturrohman di Kampung Yaro Makmur yang kini tengah dibangun oleh warga beragama muslim ikut dibantunya dengan dana 10 juta.

Bagi Mias, kebaikan harus dilakukan dengan tulis. Pengusaha yang sukses menurut Mias adalah pengusaha yang taat kepada Tuhan, dan mengasihi sesamanya.

Kini Mias juga sedang merehab Gereja (GKI) Pos Pekabaran Injil Parousia Bedeida. Sebelumnya ia juga sudah membangun Gereja besar (GKI) Zaitun Kali Kabur, kampung Ororodo.

Mias adalah salah satu pemuda yang sukses dari daratan sungai Wami, Kibisai, dan Menou. Banyak pemuda disana masih terbuai dalam cerita remaja yang mempengaruhi perkembangan potensi diri sebagai simbol remaja yang musti belajar agar terpelajar.

Mias yang berasal dari keluarga sederhana ini berhasil meninggalkan pengaruh cerita dari pemuda-pemuda seusianya dan melangkah maju menuju kesuksesan.

*Penulis, Loncky M. Huway

[Nabire.Net]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *