News & Info

Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub RI Minta Pelaku Penganiayaan Petugas Air Nav Nabire Diproses

Share

Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Agus Santoso, menegaskan, pemukulan terhadap petugas penerbangan yang sedang melaksanakan tugas tidak dapat dibenarkan, oleh karena itu dirinya meminta pelaku harus diproses hukum.

Hal itu dikatakan Agus menanggapi kasus penganiayaan oleh ajudan Bupati Nabire, Andi Rustam, terhadap 2 Briefing Officer Air Nav Nabire, Hardianto dan Anton Yoweni.

“Penganiayaan pemukulan tersebut tidak bisa ditolerir karena sudah termasuk tindak kriminal. Apalagi saat itu petugas Airnav sedang melaksanakan tugas terkait dengan keselamatan penerbangan. Untuk itu pelakunya harus diproses secara hukum yang berlaku,” ujar Agus, Rabu (17/5/2017).

Agus mengingatkan, semua pihak yang berkepentingan harus menaati peraturan dalam penerbangan. Terutama yang berkaitan dengan keselamatan, keamanan dan bisnis penerbangan. Adapun rujukan aturan untuk hal tersebut ialah UU Nomor 1 tahun 2009 tentang Penerbangan dan PP (Peraturan Pemerintah) no 77 tahun 2012 tentang Penyelenggaraan  Layanan Navigasi Penerbangan di Indonesia.

“Aturan-aturan penerbangan di Indonesia itu dibuat berdasarkan aturan Internasional yang sudah dilakukan penelitian secara detil dan menyeluruh oleh pihak-pihak yang berkompeten. Jika dilanggar, implikasinya besar dan banyak sekali. Apalagi ini berkaitan dengan navigasi penerbangan. Jika dilanggar bisa menyebabkan kecelakaan dan hilangnya nyawa manusia. Oleh karena itu harus dipatuhi oleh siapapun,” sambungnya.

Sementara petugas Airnav dan petugas lain di penerbangan, terang Agus, tidak mempunyai kepentingan dengan penumpang sebuah maskapai penerbangan. Alhasil, ia menilai seharusnya tidak ada alasan bagi klien maskapai penerbangan untuk mendatangi dan komplain kepada petugas penerbangan yang sedang bertugas.

“Klien maskapai penerbangan harus ditangani oleh maskapai tersebut dan tidak boleh dilemparkan tanggungjawabnya kepada petugas penerbangan,” tandasnya.

Sebelumnya diberitakan,ajudan Bupati Nabire, yang merupakan oknum Brimob, Andi Rustam melakukan penganiayaan terhadap 2 Briefing Officer atas nama Hardianto dan Anton Yoweni, pemukulan karyawan operasional Airnav Nabire terjadi pada saat jam operasional Selasa sore, 16 Mei 2017.

Kasus pemukulan yang dilakukan oleh Ajudan Bupati Nabire terhadap Briefing Office Airnav Nabire saat ini sedang dalam penanganan Polres Nabire, berdasarkan Laporan dari korban dengan nomor Polisi LP/ 76- K/V/ 2017/ Papua/Res Nabire, 16 Mei 2017 Tentang Penganiayaan.

[Nabire.Net]

Silahkan Komentar

Komentar Anda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

[+] monkey emoticons by andreasandre Modified from nartzco source code.