Dinsos Nabire Sudah Salurkan 48 Ton Beras Selama 3 Hari

(Distribusi cadangan beras pemerintah oleh Dinsos Nabire di Distrik Uwapa)



Nabire – Pemkab Nabire melalui Dinas Sosial sejak hari Jumat (08/05) hingga hari ini Minggu (10/05), telah mendistribusikan Cadangan Beras Pemerintah ke delapan Distrik yang ada di kabupaten Nabire.

Distribusi ini dipercepat dari rencana awal yang telah dijadwalkan pihak Dinsos Nabire, sesuai instruksi Bupati Nabire.

(Baca Juga : Pemkab Nabire Dropping Beras di Distrik Makimi & Distrik Teluk Kimi)

Hari ini Dinsos Nabire kembali mendistribusikan beras ke Distrik Uwapa, Distrik Yaro, Distrik Yaur, Distrik Teluk Kimi dan Distrik Nabire Kota.

(Baca Juga : Pemkab Nabire Dropping Beras di Distrik Nabire Barat)

Kepada Nabire.Net, minggu sore (10/05), Kadinsos, Ishak SE, menjelaskan, dari total 95 ton Cadangan Beras Pemerintah (CBP), hingga hari kedua pendistribusian, sudah tersalurkan 48 ton untuk delapan Distrik di kabupaten Nabire. Namun untuk Distrik Nabire Kota, belum tersalurkan keseluruhan.

Berikut rincian distribusi CBP dari tanggal 8-10 Mei 2020 oleh Dinsos Nabire, hingga pukul 19.00 Wi :

  • Distrik Nabire Kota : 10 Ton

  • Distrik Nabire Barat : 5 Ton

  • Distrik Wanggar : 5 Ton

  • Distrk Teluk Kimi : 5 Ton

  • Distrik Makimi 6 Ton

  • Distrik Yaur : 4 Ton

  • Distrik Yaro : 6 Ton

  • Distrik Uwapa : 7 Ton

Sementara kendala yang dialami hari ini kata ishak yaitu ada penolakan dari sejumlah warga Padahal menurut Ishak, beras tersebut adalah Cadangan Beras Pemerintah (CBP) melalu Kemensos RI yang dikelola Dinsos. Ada atau tidak ada covid-19, Dinsos tetap memiliki stok 100 ton beras, dan dibagikan ke setiap kelurahan/kampung sebagai cadangan beras kelurahan/kampung.

Cadangan beras tersebut dipergunakan untuk membantu warga yang sangat membutuhkan, khususnya warga yang berada di zona merah covid-19.

“Tiap kampung/kelurahan dapat cadangan beras 1 ton. Cadangan beras ini diprioritaskan di berikan kepada masyarakat miskin di zona merah yang ada kasus positif Covid-19 maupun PDP dan ODP. Prioritas kedua diberikan kepada masyarakat miskin yang kehilangan mata pencaharian. Apabila beras 1 ton CBP di wilayah zona merah habis terbagi, Dinsos masih menyediakan 1 ton berikutnya dengan melampirkan data penerima BNBA 1 ton sebelumnya”, urai Ishak.

“Beras yang ditolak tersebut kami simpan di gudang bulog. Nanti saat pembagian sembako, akan kita distribusikan juga beras CBP ini untuk Kelurahan Siriwini”, tuturnya.

Ditambahkan, beras yang didistribusikan tersebut adalah perintah dari Kepala Dinas Sosial Provinsi Papua agar semua Dinsos di Papua mendistribusikan cadangan berasnya.

[Nabire.Net]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *