Dinsos Nabire Akui Data Warga Miskin Penerima Bantuan PKH Bukan Data Terbaru

 

Data warga kurang mampu yang digunakan Kementerian Sosial dalam rangka menyalurkan bantuan Program Keluarga Harapan di Distrik Uwapa & Distrik Nabire tahun 2017 ini masih menggunakan data lama.

Hal itu diungkapkan Ishak SE selaku Kepala Dinas Kesejahteraan Sosial kabupaten Nabire, dalam acara Launching Bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) berupa Kartu Keluarga Sejahtera (KKS), untuk 1570  warga di Distrik Nabire dan Distrik Uwapa, bertempat di Dinas Sosial Nabire, selasa 22 agustus 2017.

Dirinya mengakui bahwa data yang digunakan bukan data terbaru tetapi data lama tahun 2011. Menurutnya jika menggunakan data terbaru maka program PKH tahun ini tidak akan berjalan.

Dikatakan, program yang merupakan program Kementerian Sosial ini sebagai upaya dalam perlindungan kepada warga miskin, baik dalam bidang kesehatan, pendidikan dan hal-hal terkait kesejahteraan sosial, dan bantuannya langsung dari Kementerian Sosial yang dikirim ke rekening BRI penerima bantuan, yang datanya bersumber dari BPS Pusat serta diolah kembali oleh Kementerian Sosial.

Ditambahkan, hal ini menjadi catatan tersendiri bagi Dinas Kesejahteraan Sosial kabupaten Nabire agar tidak terjadi hal yang sama kedepannya.

Seperti diketahui, Wakil Bupati Nabire, Amirullah Hasyim S.IP MM, memimpin Launching Bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) berupa Kartu Keluarga Sejahtera (KKS), untuk 15 ribu warga di Distrik Nabire dan Distrik Uwapa, bertempat di Dinas Sosial Nabire, selasa 22 agustus 2017 kemarin.

Namun program ini mendapat sorotan sejumlah warga di Distrik Uwapa, khususnya di kampung Marga Jaya, dikarenakan banyak bantuan yang tidak sesuai dengan sasaran yang semestinya yakni keluarga kurang mampu atau miskin, namun justru mereka yang mampu yang mendapatkan dana tersebut. Hal tersebut diakibatkan data warga kurang mampu yang menjadi acuan Kementerian Sosial dalam memberikan bantuan adalah data tahun 2011.

[Nabire.Net]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *