Dinas Pertanian Akan Terus Kaji Adaptasi Varietas Unggul Pada Lahan Cetak Sawah Di Nabire

Kabupaten Nabire pada tahun 2018 mendapat program cetak sawah baru seluas 200 ha dan salah satu lokasinya ada di Kampung Lagari Distrik Makimi seluas 68 ha. Untuk mengoptimalkan penggunaan lahan, lokasi ini akan dilaksanakan kajian adaptasi varietas unggul baru pada lahan bukaan baru.

Persemaian benih padi dengan menggunakan varietas unggul baru Inpari 30, inpari 32, inpari 33 dan inpari 43, serta pengolahan lahan sudah dilakukan tanggal 29 Agustus 2018 kemudian dilanjutkan dengan pengambilan sampel tanah secara komposit dengan tujuan mengetahui kandungan hara awal pada lahan tersebut.

Lahan ini cukup potensial karena didukung sumber air cukup melimpah dan dekat dengan poros jalan utama di kampung Makimi Distrik Lagari serta mendapat respon petani yang cukup besar untuk mengelola lahan bukaan baru.

Dinas Pertanian Tanaman Pangan sangat mendukung kegiatan kajian adaptasi tersebut untuk mendukung pengembangan padi khususnya pada lahan-lahan bukaan baru dan penentuan varietas unggul yang adaptif serta inovasi teknologi yang akan diterapkan pada lahan cetak sawah baru.

Permasalahan yang dihadapi pada lahan bukaan baru di kabupaten Nabire adalah produksi padi yang sangat rendah yaitu berkisar antara 1-1,5 ton/ha dan serangan hama tikus yang cukup tinggi sehingga dibutuhkan teknologi untuk meningkatkan produktivitas lahan dan tanaman serta teknologi pengendalian hama tikus.

Berbagai stakeholder dirangkul BPTP demi kelancaran kegiatan antara lain Peneliti Balittanah Bogor, Penyuluh Dinas Tanaman Pangan Nabire dan Kelompok Tani/petani di kampung Makimi.

(Litbang.Papua)


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *