Diduga Dibakar, KENA Kutuk Pelaku Pembakar Rumah Singgah Generasi Emas Nabire

Nabire – Kebakaran terjadi di Rumah Singgah Pemulihan Generasi Emas Papua Nabire yang berada di Gedung PKK Oyehe Nabire, pada sabtu dini hari (28/03), sekitar pukul 00.45 Wit.
Walaupun tidak membakar seluruh gedung, namun kebakaran tersebut sangat merugikan bagi Amos Yeninar, pengelola Rumah Singgah Generasi Emas Papua.
Pasalnya, gedung tersebut sampai saat ini masih ditempati oleh Yayasan Siloam Papua yang menaungi anak-anak lem aibon dan anak-anak yang tak terurus di Nabire.
Belum diketahui pasti penyebab kebakaran tersebut, namun diduga, kebakaran tersebut disengaja oleh oknum-oknum yang tak bertanggung jawab. Hal itu dikatakan Amos Yeninar, sabtu pagi (28/03).
“Gedung PKK tidak terbakar, satu gedung disampingnya yang kami gunakan, itu yang sengaja dibakar. Kami belum tahu siapa yang bakar”, kata Amos.
Saat kejadian, Amos berada di Kalibobo, dan tidak ada penghuni (anak-anak) di gedung tersebut saat kebakaran terjadi.
“Kejadian terjadi kami di Kalibobo. Sementara karena Covid-19, kami istirahat pelayanan rumah singgah beberapa waktu. Mohon doakan kami tidak tahu harus bicara bagaimana untuk Pemda karena ini fasilitas Pemda”, kata Amos.
Komunitas KENA Sesalkan Pembakaran Rumah Singgah Oyehe Nabire
Sementara itu, Komunitas Enaimo Nabire (KENA), menyesalkan dan mengutuk keras pembakaran rumah singgah Oyehe Nabire.
Hal itu disampaikan Ketua KENA Nabire Philemon Keiya dalam siaran persnya kepada Nabire.Net. Philemon mengatakan, gedung yang terbakar itu selama ini dipakai untuk pelayanan generasi emas Papua oleh Pak Amos.
Akibat kebakaran tersebut, sebagian besar barang-barang yang ada di dalam rumah singgah tersebut seperti buku-buku, pakaian, kasur, bantal, alat-alat dapur, habis terbakar.
“Sebagai Komunitas yang selama ini bergerak bersama dengan Yayasan Siloam Papua untuk pelayanan, mengutuk keras Pelaku pembakaran terhadap Gedung PKK Nabire yang selama ini dijadikan rumah singgah” kata Keiya.
Tentunya dengan kejadian ini, sangat merugikan dan menciderai pelayanan dari hati yang selama ini sudah berjalan dengan baik.
“Kami sayangkan sikap tidak terpuji yang dilakukan oleh siapapun. Langkah yang diambil Yayasan Siloam Papua untuk masalah ini, kami sangat mendukung. Kami minta kepada pihak berwajib segera usut tuntas”, lanjutnya.
KENA juga meminta kepada pemerintah kabupaten Nabire agar bisa perhatikan secara serius Yayasan Siloam Papua yang benar-benar menjalankan pelayanan mulia terhadap anak-anak yang kurang beruntung.
Sementara itu, saat Nabire.Net meminta keterangan perihal kebakaran ini kepada Kapolres Nabire, belum ada informasi lebih lanjut dari Kapolres.
[Nabire.Net]


Leave a Reply