Dampak Pembatasan Akses, Sopir Bandara Nabire Harus Putar Otak Cari Penghasilan Lain

(Para sopir Bandara Nabire)



Nabire – Dalam rangka mencegah penyebaran virus corona (Covid-19), pemerintah telah melakukan pembatasan transportasi keluar dan masuk Papua. Hal itu juga berlaku di kabupaten Nabire. Namun, pembatasan transportasi tersebut sangat berdampak bagi para sopir bandara yang sumber mata pencahariannya berasal dari warga atau tamu yang berkunjung ke Nabire.

Seperti yang dialami 14 orang sopir bandara, yang terpaksa tidak bisa beroperasi selama pemberlakuan pembatasan akses di Nabire.

Salah satunya dialami oleh Steven Simanjuntak, salah seorang sopir bandara Nabire. Kepada Nabire.Net, rabu (08/04), Steven mengatakan, dirinya dan teman-temannya sesama sopir bandara, harus berpikir keras bagaimana mendapatkan penghasilan disaat masa pembatasan akses seperti ini.

“Penghasilan kami nihil, akan tetapi mau bagaimana lagi, ini semua demi pencegahan Covid-19 di Nabire. Kami harus patuh pada aturan pemerintah daerah. Semua demi kepentingan bersama”, tutur Steven.

Saat ditanyakan apakah mereka (sopir bandara) tetap ngetem (parkir) menunggu penumpang di bandara, walaupun tidak ada penerbangan komersil, menurutnya bisa saja mereka parkir di bandara tapi hal itu percuma, mengingat tidak ada penerbangan komersil.

“Soal parkir kami bisa, tapi penumpang juga tidak ada. Ya kami di rumah saja”, imbuhnya.

Steven berharap dimasa pembatasan seperti ini, ada pekerjaan yang bisa tetap ia lakukan untuk tetap menafkahi keluarganya.

[Nabire.Net]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *