Covid-19 Tak Pengaruhi Perajin Gerabah di Kampung Abar Jayapura Untuk Tetap Beproduksi

(Pembuatan gerabah)



Jayapura – Pademi covid-19 tidak berpengaruh pada perajin gerabah tradisional Kampung Abar, Distrik Ebungfauw, Kabupaten Jayapura. Perajin gerabah tampak beraktivitas membuat gerabah di rumah masing-masing.

Naftali Felle selaku Ketua Kelompok perajin gerabah Titian Hidup, Kampung Abar, mengatakan,  dari jaman dulu, dari jaman nenek moyang hingga sekarang walaupun ada pandemi covid-19, kami di Kampung Abar tetap memproduksi gerabah.

Dikatakan, dari dulu, perajin gerabah di Kampung Abar membuat gerabah di rumah masing-masing, jadi begitu ada himbauan pemerintah agar menerapkan pencegahan virus corona yaitu dengan menjaga jarak fisik saat bekerja, kami sudah terbiasa dengan hal itu.

Untuk membuat gerabah, bahan-bahan mudah didapatkan di sekitar kampung, baik itu tanah liat, pelepah sagu kering untuk membakar sagu, semua ada, tinggal ambil di kebun.

Saat ini perajin gerabah memproduksi gerabah, untuk dipakai sendiri atau untuk dijual di kampung-kampung di sekitar Danau Sentani. Selain itu kami juga membuat gerabah untuk souvenir PON XX Papua.

“Perajin juga membuat gerabah untuk Festival Makan Papeda dalam Gerabah yang berlangsung 30 September setiap tahunnya. Jadi kami para perajin gerabah tidak terpengaruh dengan adanya pademi corona, kami akan terus produksi gerabah, walaupun daya beli masyarakat menurun, misalnya gerabah tidak laku, akan kami pakai sendiri”, ungkap Naftali.

Menurutnya, warga Sentani pada umumnya, membuat bubur sagu atau papeda menggunakan gerabah, rasanya lebih enak daripada dengan wadah plastik. Selain itu ikan danau yang dimasak menggunakan gerabah juga sangat enak.

[Nabire.Net/Hari Suroto]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *