Bupati Isaias Douw Dukung Nabire Jad Provinsi Papua Tengah

Rencana pemekaran Provinsi Papua Tengah mendapat dukungan kuat dari Bupati Kabupaten Nabire, Isaias Douw, sekaligus mengakui bahwa Kota Nabire layak dan siap menjadi daerah ibu kota provinsi tersebut.

“Ibu Kota Provinsi Papua Tengah harus di nabire, karena selama dua tahun ini, kami terus menyiapkan infrastruktur dengan dana Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBN), yang mana sudah membuka lapangan terbang yang layak sepanjang dua kilo, termasuk adanya pelebaran jalan,” ujar Bupati Nabire, Isaias Douw.

Dijelaskan bahwa pihaknya sangat mendukung dimekarkannya Provinsi Papua Tengah, karena posisi Nabire sendiri siap menjadi pintu masuk bagi 7 kabupaten di wilayah Pegunungan Tengah Papua.

“Dogiyai, Deiyai, Paniai, Intan Jaya, Puncak Jaya, Puncak serta Nduga dan beberapa daerah pegunungan bisa dilalui lewat Nabire yang menjadi pusat pelayanan terpadu pintu keluar masuk yang tepat, sebabnya posisi ini membuat kami mengakui Nabire sangat layak dan siap menjadi ibu kota Provinsi Papua Tengah,” tegasnya.

Dirinya menilai, jika ibu kota provinsi dipindahkan, maka masyarakat saya akan susah, sebab dari  dermaga Samabusa yang ada di Nabire setiap bulan sekitar 1500 kontener keluar masuk untuk membawa bahan makanan serta berbagai kebutuhan lainnya sampai ke tujuh  kabupaten di wilayah pedalaman.

“Termasuk ke Wamena serta beberapa daerah di kabupaten Manokwari bisa di akses lewat Nabire, sehingga daerah ini menjadi pusat pelayanan, demikian jika hal ini terjadi, maka pelebaran jalan dan daerah-daerah isolasi akan terjangkau lagi,” paparnya.

Informasi yang diterima, tercatat sekitar 4000 motor dan 2500 kendaraan roda empat selalu naik turun ke kabupaten-kabupaten yang ada di wilayah pedalaman. Hingga kini, kata Bupati Isaias Douw, pihaknya terus mengupayakan menjadi prioritas sementara lapangan terbang dan membuka isolasi pembangunan.

2 Responses to Bupati Isaias Douw Dukung Nabire Jad Provinsi Papua Tengah

  1. Matheos luturmas berkata:

    saya sangat setuju dengan ditetapkannya nabire menjadi ibu kota Provinsi Papua Tengah karna memang layak dan Masyarakat pegunungan kita semua pasti akan terjangaku dan mendapat akses yang lebih mudah untuk kesejahterahan meraka. terima kasih Tuhan memberkati selamat Atas Peresmian Papua Tengah

  2. M Gobay berkata:

    Pak Bupati Nabire kami bangga dengan respon anda untuk pemekaran otonom baru Propinsi Papua tengah, tapi kamiingin bertanya kepada Bupati apakah sudah berfikir matang akan apa yang terjadi kedepan, atau semata-mata kepentingan elit OAP dr wilayah suku MEPAGO terdiri dari 7 Bupati yang disepakati, itu ada keterlibatan toko masyarat atau tdk karena Daerah yang anda pimpin itu ada masyarakatnya punya hak ulayat/pemilik tidak bisa ambil keputusan sepihak sendiri,jadi efeknya anda membuka ruang untuk imigran/pendatang masuk menguasai seperti kota-kata lain di Papua, kabupaten saja sudah imigran sudah menguasai apalagi jd Provinsi nanti.Jadi dengan tegas kami tolak pemekaran otonom baru.
    Yang kedua kami tanya kepada ke 7 Bupati apakah masyarakat nya sudah sejahtra dlm hal sandang,pangan dan papan termasuk pertunbuhan Ekonomi di kampung-kampung sesuai potensi yang mereka miliki apa itu sd laksanakan karena anggaran atonomi khusus ada ditangan anda bagimana cara penerapannya karena pemerinta hadir untuk menfasilitasi, dari pada anda memikirkan pemekaran.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *