BPS Nabire Hadirkan Markas Koordinasi Sensus Penduduk 2020

(Kepala BPS Papua saat memberikan sambutan pada Sosialisasi Sensus Penduduk 2020 dan peresmian Markas Koordinasi Sensus di Nabire/Foto.J.Erari)

Nabire – Dalam rangka membangun knowledge management system dan koordinasi jejaring kerja untuk menopang informasi, sekaligus menjamin pelaksanaan Sensus Penduduk tahun 2020 berjalan baik, Badan Pusat Statistik (BPS) kabupaten Nabire, telah membentuk Markas Koordinasi Sensus Penduduk tahun 2020.

Markas Koordinasi Sensus Penduduk 2020 telah diresmikan pekan lalu di Kantor BPS Nabire oleh Kepala BPS Papua, Simon Sapari bersama Penjabat Sekda Nabire, Daniel Maipon, SSTP.

Nantinya, Markas Koordinasi tersebut menjamin bahwa sensus penduduk 2020 dilaksanakan sesuai dengan desain yang sudah ditentukan.



Tugas dari Markas Koordinasi Sensus Penduduk adalah manajemen lapangan, sosialisasi pusat layanan, pengendalian kualitas, administrasi keuangan dan sistem informasi statistik.

Sementara itu di kesempatan yang sama, BPS Nabire juga melaksanakan sosialisasi Sensus Penduduk 2020, yang diikuti berbagai instansi dan pihak terkait di Nabire.

Sedikit berbeda dari Sensus Penduduk sebelum-sebelumnya, Sensus Penduduk 2020 mendatang akan mengadopsi metode baru,  yakni dengan memanfaatkan data registrasi penduduk yang disebut Combined Method (Metode Kombinasi).

Dengan Metode Kombinasi ini, data administrasi yang tersedia pada Direktorat Jenderal Kependudukan Dan Pencatatan Sipil (Ditjen Ducakpil) Kementerian Dalam Negeri akan dikombinasikan dengan pencacahan lapangan, baik melalui pendataan mandiri (Sensus Penduduk Online) maupun door-to-door.

Sudah barang tentu pelaksanaannya nanti tidaklah mudah, namun harus dilakukan sehingga akan terbangun kesadaran masyarakat mengenai sensus penduduk, dan di tahun-tahun mendatang tak perlu ada lagi sensus secara konvensional, yakni door-to-door.

“Ini memang sebuah upaya berat tapi kita membangkitkan kesadaran masyarakat, tapi kalau kita tidak berupaya pada sesuatu yang baru maka kapan lagi mencoba? Diharapkan di 2030 nanti seluruh penduduk Indonesia bisa meng-update dirinya sehingga tidak perlu lagi dilakukan sensus penduduk. Kalau itu bisa kita lakukan tentu sangat luar biasa,” jelas Suhariyanto.

Acara sosialisasi dan peresmian Mako SP 2020 BPS Nabire, juga dimeriahkan dengan live music.

[Nabire.Net]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *