BMKG Nabire Kategorikan Hujan 14 Desember Sebagai Hujan Ekstrim

(Cuaca Nabire)

(Cuaca Nabire)

Nabire – Badan Metereologi dan Geofisika (BMKG) kabupaten Nabire, mengkategorikan hujan yang terjadi pada tanggal 14 Desember 2019, mulai pukul 19.00 hingga 01.00 Wit sebagai hujan ekstrim.

Hal itu disampaikan BMKG Nabire dalam rilis persnya yang diterima Nabire.Net, Minggu (15/12).



Dalam rilis pers tersebut, satuan curah hujan di Nabire pada tanggal 14 Desember tersebut yaitu 110.3 mm sehingga dikategorikan hujan ekstrim.

Untuk menentukan bahwa hujan tersebut adalah hujan ekstrim, BMKG Nabire menganalisa berdasarkan 9 indikator yaitu peredaran semu tahunan matahari, ENSO (El Nino-South Osciilation), pergerakan gelombang atmosfer sepanjang khatulistiwa (Madden-Julian Oscillation), suhu permukaan laut (SST), radiasi gelombang panjang (OLR), pola arus angin, kelembaban relatif, indeks labilitas udara dan citra satelit.

Dari sembilan indikator tersebut, BMKG Nabire berkesimpulan sebagai berikut :

  • Secara analisis global, kejadian banjir yang terjadi di wilayah kota Nabire dan sekitarnya dipengaruhi oleh posisi peredaran tahunan Matahari berada di BBS serta dipengaruhi oleh kondisi SST yang cukup hangat serta nilai anomaly OLR bernilai negatif.

  • Adanya pola shearline (belokan angin) & pola eddy (sirkulasi daerah tertutup) diatas wilayah Nabire menyebabkan terjadinya pembentukan awan-awan konvektif penghasil hujan lebat.

  • Kelembaban relatif (RH) pada lapisan 850, 700, 500 dan 200 mb bernilai 70-90 %. Hal ini menunjukkan bahwa pada saat kejadian hujan lebat kondisi udara basah hingga lapisan 200 mb, sangat berpotensi untuk perbentukan awan-awan konvektif di atas wilayah Nabire sampai di ketinggian level 500 mb.

  • Dari klasifikasi jenis awan diketahui awan yang terbentuk adalah awan Cumulonimbus (Cb) yang dapat diketahui berdasarkan suhu puncak awan pada counter line satelit Himawari 8 EH yaitu (-69) s/d (-100) yang tampak jelas pada pukul 18.00 UTC (03.00 WIT). Awan Cumulonimbus (Cb) tersebut yang berpotensi menimbulkan hujan dengan intensitas sedang, maupun lebat.

  • Dari indeks labilitas udara diketahui bahwa adanya potensi pembentukan awan konvektif sedang dan kemungkinan terjadi hujan & badai guntur.

BMKG Nabire juga memprediksi bahwa selama beberapa hari kedepan, wilayah Nabire masih berpotensi mengalami berawan tebal hingga hujan lokal dengan intensitas ringan terutama pada malam dan dini hari.

[Nabire.Net/Eusebius.A]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *